Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Curhat Getir Pedagang Bendera di Awal Agustus, Lapak Sepi Pembeli Perkara Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Curhat Getir Pedagang Bendera di Awal Agustus, Lapak Sepi Pembeli Perkara Ini

R. Izra
Last updated: Agustus 3, 2026 4:51 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
TAK RAMAI LAGI - Pedagang bendera dan umbul-umbul sedang merapikan dagangan mereka, di pinggir jalan di Semarang. Pelapak bendera curhat, dagangan mereka kini sepi tak seramai dulu lagi. Kata mereka, lapak bendera pinggir jalan kalah saing sama pedagang online. (dul)
TAK RAMAI LAGI - Pedagang bendera dan umbul-umbul sedang merapikan dagangan mereka, di pinggir jalan di Semarang. Pelapak bendera curhat, dagangan mereka kini sepi tak seramai dulu lagi. Kata mereka, lapak bendera pinggir jalan kalah saing sama pedagang online. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Tiap jelang Agustus, lapak-lapak penjual bendera merah-putih bermunculan bak jamur di musim hujan. Dulu, lapak-lapak ini ramai pembeli. Pedagang pun banjir rezeki. Senyum pelapak hampir selalu merekah tiap waktu.

Kini, situasinya berbeda. Pelapak bendera curcol, lapak mereka sepi. Tak seperti dulu lagi. Pembeli seolah enggan bertransaksi di lapak-lapak pinggir jalan pada bulan kemerdekaan tahun ini.

Di bawah terik matahari Kota Semarang, Somantri (59) tetap setia menunggu pembeli. Sudah bertahun-tahun pria asal Ciamis, Jawa Barat, itu merantau setiap musim Agustusan.

Bacaaja: Kenapa 17 Agustus Harus Dirayain? Bukan Cuma Narsis Merah Putih
Bacaaja: Merah Putih di Perantauan: Begini Serunya Diaspora Indonesia Rayakan 17 Agustus di Luar Negeri

Selama sekitar sebulan, trotoar menjadi tempatnya mencari rezeki dari jualan bendera. Sayangnya, pembeli tak lagi seramai dulu.

“Kalau dibanding tahun kemarin, sekarang memang agak menurun. Yang paling terasa itu karena saingannya sekarang online,” katanya, Senin (3/8/2026).

Somantri paham betul kenapa banyak orang kini lebih memilih belanja lewat marketplace. Pilihannya lebih banyak, tinggal klik, harga pun sering kali lebih murah.

Akibatnya, orang yang mampir langsung ke lapaknya makin sedikit.

Padahal, biaya hidup justru terus naik.

Setiap hari ia harus mengeluarkan uang untuk makan, ngopi, hingga biaya kontrakan selama berjualan di Semarang. Belum lagi ongkos operasional lain yang ikut menguras kantong.

“Kalau makan saja paling sedikit Rp50 ribu sehari. Belum ngopi, kontrakan sekitar Rp500 ribu sebulan,” ujarnya.

Yang bikin makin berat, harga jual bendera justru sulit naik.

Harga bahan baku meningkat. Ongkos produksi ikut naik. Tapi pasar tak memberi banyak ruang untuk menaikkan harga. Bahkan beberapa jenis bendera justru mengalami penurunan harga sekitar 20 persen.

Meski begitu, Somantri tetap membawa stok cukup banyak. Harapannya sederhana, pembeli mulai berdatangan saat suasana menjelang 17 Agustus semakin terasa.

Harga bendera di lapaknya dibanderol mulai Rp15 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung ukuran. Sementara umbul-umbul dijual lebih mahal karena proses pembuatannya lebih rumit.

“Kalau umbul-umbul banyak motif dan warnanya, jadi pengerjaannya lebih lama,” jelasnya.

Cerita serupa juga datang dari Hajat (50).

Ia mulai membuka lapak sejak 25 Juli. Namun sampai awal Agustus, omzetnya belum menunjukkan lonjakan berarti.

“Kalau sekarang masih biasa saja. Mudah-mudahan nanti mulai tanggal 10 ke atas baru ramai,” katanya.

Menurut Hajat, ada perubahan kebiasaan masyarakat dibanding tahun lalu.

Dulu banyak pengurus RT datang langsung membeli bendera dalam jumlah besar karena anggaran baru cair menjelang Agustus. Sekarang anggaran turun lebih cepat.

Akibatnya?

Banyak yang keburu belanja lewat toko online.

“Tahun kemarin anggaran RT keluarnya mepet, jadi banyak yang belanja langsung ke lapak. Sekarang cairnya lebih awal, jadi banyak yang keburu beli online,” ujarnya.

Sejauh ini, pembeli yang datang masih didominasi pembelian satuan.

Pesanan borongan yang biasanya jadi andalan pedagang belum banyak terlihat.

Dari sekitar 40 kodi stok yang dibawanya ke Semarang, baru sekitar 100 bendera yang berhasil terjual.

Hajat juga melihat tren baru di masyarakat.

Kalau dulu orang berburu bendera, sekarang banyak yang justru mencari lampu hias untuk memeriahkan kampung.

“Kalau sekarang justru lampu hias yang lagi ramai dicari. Jadi orang belanjanya tidak hanya fokus ke bendera,” katanya.

Meski begitu, dua pedagang ini belum mau menyerah.

Mereka percaya, euforia Hari Kemerdekaan biasanya baru benar-benar terasa saat pertengahan Agustus. Saat itulah harapan mereka kembali hidup.

Sebab bagi para pedagang musiman seperti Somantri dan Hajat, bulan Agustus bukan sekadar soal merah putih yang berkibar.

Ini juga tentang perjuangan mencari nafkah.

Dan mereka masih yakin, semangat kemerdekaan bisa membawa pembeli kembali datang ke lapak-lapak sederhana di pinggir jalan.

“Namanya jualan ada pasang surut. Yang penting tetap usaha. Mudah-mudahan nanti makin ramai,” tutup Somantri.

You Might Also Like

Anggota DPR RI dari Golkar Eks Bupati Karanganyar Disebut Nikmati Duit Proyek Masjid Agung

Jalan Prof Hamka-Ngaliyan Sudah Mulus, tapi Warga Masih Khawatir Soal Silayur

Skandal Whoosh Warisan Era Jokowi, KPK Cium Korupsi Tanah Negara

FX Rudy Siap Jadi Plt Ketua PDIP Jateng: “Kalau Disuruh Bu Mega, Ya Jalan Terus!”

Arah Baru MBG Dipertegas, Anak Kurang Gizi Diprioritaskan

TAGGED:bendera merah putihheadlinelapak benderapedagang bendera
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Baru 30 Menit, Ludes! Makan Gratis Darul Hisan Diserbu Warga Semarang Tiap Pagi
Next Article SIDANG KORUPSI--Kades dan warga Pati menjadi saksi sidang korupsi terdakwa Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (3/8/2026). (bae) Endus Permainan Politik? Kuasa Hukum Sudewo Ungkit Penyidik KPK Diduga Kerabat Mantan Bupati Haryanto

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

BAHAS BENCANA: Pejabat BPBD Kota Semarang dan berbagai pihak sedang koordinasi lintas sektor membahas antisipasi bencana. (ist)

Masuk Musim Hujan, BPBD Semarang Siap Antisipasi Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PIMPINAN DPRD JATENG - Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh.
Info

21.542 Keluarga di Jateng Gak Punya Jamban Layak, M Saleh: Pemda Harus Gerak Cepat

Mei 12, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi.
Info

Sengketa Sriwedari, Wali Kota Solo Ungkap Fakta Mengejutkan: Ibu Saya Ahli Waris, tapi . . .

September 19, 2026
Info

Lulus Diklat, Manajer Kopdes Langsung Turun Lapangan

Agustus 1, 2026
Daerah

ASN, Ingat Ya! Liburan Nggak Boleh Pakai Mobil Dinas

Desember 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Curhat Getir Pedagang Bendera di Awal Agustus, Lapak Sepi Pembeli Perkara Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?