BACAAJA, SEMARANG– Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu sekaligus Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin, resmi menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip). Kolaborasi ini diarahkan buat memperkuat layanan kesehatan mental di Posyandu dan satuan PAUD di Jateng.
Di hadapan Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof Dian Ratna Sawitri, Nawal memaparkan sejumlah program unggulan sekaligus peluang kerja sama. Fokusnya jelas: Posyandu makin relevan, PAUD makin berkualitas, dan kesehatan mental nggak lagi jadi isu pinggiran.
Menurut Nawal, keterlibatan akademisi jadi kunci. Program TP Posyandu dan Bunda PAUD butuh fondasi ilmiah yang kuat, apalagi kalau sudah bicara soal kesehatan mental anak, perempuan, hingga kelompok rentan.
Kerja sama ini juga jadi kelanjutan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang sebelumnya telah diteken Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Rektor Undip, terkait program pembangunan di Jateng.
Baca juga: Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan
“Hari ini kita diskusi dan penjajakan kerja sama dengan Fakultas Psikologi Undip. Fokusnya pengembangan program di Bunda PAUD dan Posyandu,” kata Nawal usai audiensi di Fakultas Psikologi Undip, Kampus Tembalang, Jumat (23/1/2025).
Dalam paparannya, Nawal menjelaskan peluang kolaborasi di Posyandu meliputi penguatan kapasitas kader, penyuluhan dan rehabilitasi trauma pascabencana, hingga layanan konseling atau pemulihan psikologis bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas korban kekerasan.
Sementara di sektor PAUD, Fakultas Psikologi Undip diharapkan berperan dalam peningkatan kapasitas guru terkait tumbuh kembang dan kesehatan mental anak, penyuluhan parenting bagi orang tua, hingga pendampingan psikologis bagi anak PAUD korban perundungan atau bullying.
Standar Pelayanan
Menurut Nawal, isu kesehatan mental anak makin relevan dengan kondisi saat ini. Sekaligus sejalan dengan pengembangan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang kini tak cuma fokus kesehatan, tapi juga pendidikan, sosial, hingga ketertiban umum.
“Kita butuh modul, peningkatan kapasitas, dan di Posyandu nantinya paling tidak bisa menghadirkan layanan kesehatan mental,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng itu.
Hasil audiensi ini rencananya bakal ditindaklanjuti lewat asesmen dan diskusi lanjutan, hingga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pokja Bunda PAUD dan TP Posyandu Jateng dengan Fakultas Psikologi Undip. “Nanti kami asesmen dulu secara konkret, lalu diskusi lanjutan sampai penandatanganan PKS,” jelas Nawal.
Baca juga: Semarang Dukung PAUD Emas, Siapkan Bocil Jadi Generasi 2045
Di sisi lain, Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof Dian Ratna Sawitri menyatakan kesiapan penuh pihaknya. Ia berharap kerja sama ini bisa berjalan erat, terutama di bidang psikologi keluarga, kesehatan mental, psikologi perkembangan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
Undip juga siap menerjunkan SDM profesional untuk pengembangan kapasitas guru PAUD dan kader Posyandu, pendampingan anak berkebutuhan khusus, pemulihan kesehatan mental di daerah bencana, hingga layanan day care.
Kalau kolaborasi ini jalan mulus, Posyandu bukan cuma tempat nunggu antrean balita, tapi juga ruang aman buat ngobrol, curhat, dan merawat kesehatan mental sejak usia dini. Karena ternyata, tumbuh sehat itu bukan cuma soal tinggi badan, tapi juga soal isi pikiran. (tebe)


