BACAAJA, SEMARANG- Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI tak hanya dipenuhi pakaian dan atraksi budaya. Dari Kepulauan Riau, ada satu pesan yang ikut berjalan bersama rombongan: tentang bahasa Melayu yang menjadi bagian penting dari perjalanan bahasa Indonesia.
Pesan itu ditampilkan melalui konsep Tugu Bahasa yang dibawa kafilah Kepulauan Riau dalam pawai dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Sebanyak 121 orang tergabung dalam kafilah Kepri. Mereka mengisi seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan dalam MTQ Nasional XXXI. Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Sofyan Sulaiman mengatakan, konsep tersebut ingin mengenalkan kembali akar bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia saat ini.
Baca juga: Pembukaan MTQ Nasional 2026 Diminta Tonjolkan Kearifan Lokal
“Kami dalam pawai karnaval ini menunjukkan Tugu Bahasa, bahasa sebagai salah satu budaya nasional. Bahasa Melayu, bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa Melayu,” ujarnya saat di temui bacaaja.co paska pawai, Sabtu (12/9/2026).
Bagi Sofyan, pawai menjadi bagian menarik dari pelaksanaan MTQ XXXI karena para kafilah tidak hanya datang untuk bertanding. Mereka juga mendapat kesempatan memperlihatkan kekayaan budaya masing-masing secara langsung kepada masyarakat.
Antusiasme warga Semarang yang memadati jalur pawai pun menjadi pengalaman tersendiri bagi kafilah Kepri. Rombongan dari berbagai daerah disambut meriah sejak perjalanan hingga tiba di kompleks Gubernuran Jateng.
Kekayaan Budaya
Kehadiran mereka juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya Indonesia tak berhenti pada kesenian atau pakaian adat. Bahasa pun menjadi bagian dari identitas yang ikut dibawa dalam sebuah perhelatan nasional.
Dengan 121 anggota yang mengisi seluruh cabang dan golongan, kafilah Kepri kini bersiap memasuki arena kompetisi. Mereka membawa persiapan yang telah dilakukan dari daerah dan bertekad memberikan penampilan terbaik.
“Insyaallah bersiap untuk berkompetisi dengan baik, dengan sportif sehingga semua usaha-usaha yang telah dilakukan oleh kafilah Kepri dalam berangkat untuk memaksimalkan dan ingin menampilkan yang terbaik kepada seluruh peserta yang mewakili kafilah Kepri,” katanya.
Baca juga: Wali Kota Semarang Lepas Pawai Taaruf MTQ Nasional dengan Kibaran Bendera
Dari pawai di jalanan Semarang, Kepri tak sekadar ikut berjalan. Mereka membawa cerita tentang bahasa, budaya, sekaligus identitas daerah untuk bertemu dengan keragaman Indonesia lainnya dalam satu perhelatan MTQ.
Kalau kafilah lain membawa budaya lewat pakaian dan atraksi, Kepri datang membawa sesuatu yang setiap hari dipakai semua orang: bahasa. Jadi, sebelum sibuk bertanya “kamu dari mana?”, mungkin kita perlu ingat dulu bahasa kita berasal dari cerita yang panjang. (dul)

