Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Sekadar Pawai, Kepri Bawa Tugu Bahasa ke MTQ Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Bukan Sekadar Pawai, Kepri Bawa Tugu Bahasa ke MTQ Semarang

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI biasanya identik dengan pakaian adat, musik, dan atraksi budaya. Tapi Kepulauan Riau datang membawa sesuatu yang sedikit berbeda: Tugu Bahasa. Pesannya sederhana, tapi penting. Bahasa Melayu punya jejak panjang dalam perjalanan lahirnya bahasa Indonesia.

T. Budianto
Last updated: September 13, 2026 4:23 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KAFILAH KEPRI: Mengusung konsep Tugu Bahasa yang dibawa kafilah Kepulauan Riau ambil bagian dalam pawai MTQ di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA,  SEMARANG- Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI tak hanya dipenuhi pakaian dan atraksi budaya. Dari Kepulauan Riau, ada satu pesan yang ikut berjalan bersama rombongan: tentang bahasa Melayu yang menjadi bagian penting dari perjalanan bahasa Indonesia.

Pesan itu ditampilkan melalui konsep Tugu Bahasa yang dibawa kafilah Kepulauan Riau dalam pawai dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 121 orang tergabung dalam kafilah Kepri. Mereka mengisi seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan dalam MTQ Nasional XXXI. Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Sofyan Sulaiman mengatakan, konsep tersebut ingin mengenalkan kembali akar bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia saat ini.

Baca juga: Pembukaan MTQ Nasional 2026 Diminta Tonjolkan Kearifan Lokal

“Kami dalam pawai karnaval ini menunjukkan Tugu Bahasa, bahasa sebagai salah satu budaya nasional. Bahasa Melayu, bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa Melayu,” ujarnya saat di temui bacaaja.co paska pawai, Sabtu (12/9/2026).

Bagi Sofyan, pawai menjadi bagian menarik dari pelaksanaan MTQ XXXI karena para kafilah tidak hanya datang untuk bertanding. Mereka juga mendapat kesempatan memperlihatkan kekayaan budaya masing-masing secara langsung kepada masyarakat.

Antusiasme warga Semarang yang memadati jalur pawai pun menjadi pengalaman tersendiri bagi kafilah Kepri. Rombongan dari berbagai daerah disambut meriah sejak perjalanan hingga tiba di kompleks Gubernuran Jateng.

Kekayaan Budaya

Kehadiran mereka juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya Indonesia tak berhenti pada kesenian atau pakaian adat. Bahasa pun menjadi bagian dari identitas yang ikut dibawa dalam sebuah perhelatan nasional.

Dengan 121 anggota yang mengisi seluruh cabang dan golongan, kafilah Kepri kini bersiap memasuki arena kompetisi. Mereka membawa persiapan yang telah dilakukan dari daerah dan bertekad memberikan penampilan terbaik.

“Insyaallah bersiap untuk berkompetisi dengan baik, dengan sportif sehingga semua usaha-usaha yang telah dilakukan oleh kafilah Kepri dalam berangkat untuk memaksimalkan dan ingin menampilkan yang terbaik kepada seluruh peserta yang mewakili kafilah Kepri,” katanya.

Baca juga: Wali Kota Semarang Lepas Pawai Taaruf MTQ Nasional dengan Kibaran Bendera

Dari pawai di jalanan Semarang, Kepri tak sekadar ikut berjalan. Mereka membawa cerita tentang bahasa, budaya, sekaligus identitas daerah untuk bertemu dengan keragaman Indonesia lainnya dalam satu perhelatan MTQ.

Kalau kafilah lain membawa budaya lewat pakaian dan atraksi, Kepri datang membawa sesuatu yang setiap hari dipakai semua orang: bahasa. Jadi, sebelum sibuk bertanya “kamu dari mana?”, mungkin kita perlu ingat dulu bahasa kita berasal dari cerita yang panjang. (dul)

You Might Also Like

Mantan Kaprodi Anestesi Undip Dituntut Tiga Tahun Bui Gara-Gara “Iuran Siluman”

Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan

Prestasi Aman, Regenerasi Jadi Fokus

Kapal Keruk Buat Bencana Kena Bea Cukai Rp30 M, Purbaya: Gak Masuk Akal!

PSIS Nunggu “Bantuan” PSS Buat Selamat

TAGGED:agustina wilujengahmad luthfiheadlinemtq nasional 2026pemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengamat Soroti Wacana Kades Menjabat Tanpa Batas, Tak Rasional
Next Article MTQ Bukan Cuma Soal Ayat, 10 Ribu Lebih Warga Lintas Agama Ikut Bernyanyi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Seharian Berhijab atau Helm, Kok Ketombe Muncul?

Mau Anak Jago Cari Solusi, Ini Trik dari Psikolog

MTQ di Semarang Bukan Cuma Soal Lomba, UMKM Ikut Cari Pasar

Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan, Siapa bakal Jadi Tersangka?

Menag Dorong Indonesia Jadi Rujukan Penjurian MTQ Dunia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan

Juni 30, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar Ungguli Joko Tingkir

Januari 24, 2026
Pendidikan

Atasi Blank Spot Pendidikan, Pemkot Semarang Dorong Tiga SMA Negeri Baru

Juli 14, 2025
Info

Luthfi Tepati Janji, Beri Bantuan untuk Mahasiswa Korban Banjir Sumatera

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Sekadar Pawai, Kepri Bawa Tugu Bahasa ke MTQ Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?