BACAAJA, SUBANG– Isu soal kualitas beras bantuan yang sempat viral di medsos bulan Agustus lalu akhirnya ditanggapi serius sama DPR RI. Lewat Panitia Kerja (Panja) Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV, DPR memastikan bahwa pemerintah gak tinggal diam soal beras SPHP yang dianggap jelek.
Pimpinan Panja, Alex Indra Lukman, langsung turun ke lapangan dan menyambangi Gudang Bulog Subang, Jawa Barat, Senin (8/9/2025). Dalam kunjungan itu, ia memastikan bahwa pemerintah punya mekanisme resmi buat menukar beras bantuan yang gak layak konsumsi.
“Kalau ada beras yang jelek, bisa dikembalikan atau ditukar. Itu mekanisme resmi yang disiapkan supaya masyarakat tetap dapat beras sesuai standar,” jelas Alex.
Alex juga gak menampik bahwa ada risiko penurunan mutu, terutama kalau berasnya kelamaan disimpan. Tapi ia menegaskan, pemerintah siap mengganti beras yang kualitasnya di bawah standar. So, kalau kamu dapet bantuan tapi berasnya bau atau warnanya aneh, jangan diem aja. Laporkan!
“Jangan ragu buat lapor. Setiap beras yang gak layak akan diganti,” tambahnya.
Gak cuma itu, transparansi pemerintah dalam menangani isu ini juga dinilai penting buat jaga kepercayaan publik. Komisi IV DPR bakal terus ngawasin penyaluran bantuan supaya bukan cuma jadi formalitas, tapi beneran sampai ke rakyat dengan kualitas oke.
Sementara itu, anggota Panja lainnya, Khalid, juga buka suara. Ia menyoroti perbedaan standar beras lokal dan impor yang bikin masyarakat salah persepsi. Beras premium lokal bisa pecah sampai 15%, sedangkan beras impor kadang cuma pecah 5%—jadi kelihatan lebih kinclong aja, padahal bukan berarti lebih bagus.
“Beras lokal kita gak kalah kualitas, cuma tampilannya beda. Ini soal regulasi standar mutu yang perlu diperjelas,” kata Khalid.
Khalid juga tegas bilang bahwa masyarakat punya hak dapet beras bagus, apalagi itu bantuan dari negara. Ia ingin hasil temuan Panja jadi rekomendasi resmi ke pemerintah, terutama soal standar mutu yang perlu ditingkatkan.
“Standar mutu harus dijaga. Jangan sampai masyarakat merasa dirugikan,” pungkasnya.
So, gaes, kalau kamu nemu beras bantuan yang kualitasnya bikin garuk-garuk kepala, jangan cuma story-in, tapi lapor juga! Pemerintah udah siap tanggung jawab, tinggal kita-nya aja yang gak boleh cuek.(*)


