BACAAJA, BEKASI – Kasus yang menjerat Ade Kuswara Kunang bukan cerita dadakan. Bekasi punya jejak panjang soal kepala daerah yang berakhir berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Terbaru, KPK kembali mengamankan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Penangkapan ini langsung memantik ingatan publik pada deretan kasus sebelumnya.
Ade Kuswara saat ini masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK bersama sembilan orang lain. Detail perkara belum diumumkan ke publik.
Rentetan ini menegaskan bahwa Ade Kuswara bukan satu-satunya. Sejarah mencatat, Bekasi beberapa kali masuk daftar daerah dengan kepala daerah terseret kasus korupsi.
Neneng Hassanah Yasin
Nama Neneng Hassanah Yasin jadi salah satu yang paling diingat. Mantan Bupati Bekasi ini ditangkap KPK pada 2018 lewat OTT terkait suap perizinan proyek Meikarta.
Kasus tersebut membuka praktik kotor di balik proyek raksasa. Neneng akhirnya divonis enam tahun penjara dan dicabut hak politiknya.
Mochtar Mohamad
Sebelum itu, Kota Bekasi diguncang kasus Mochtar Mohamad. Mantan Wali Kota Bekasi ini terseret perkara korupsi dan suap yang berkaitan dengan anggaran daerah.
Meski sempat lolos lewat vonis bebas, Mahkamah Agung membalik putusan. Hukuman penjara pun dijatuhkan, menutup babak kekuasaannya.
Rahmat Effendi (Bang Pepen)
Nama Rahmat Effendi atau Bang Pepen juga tak bisa dilewatkan. Mantan Wali Kota Bekasi ini ditangkap KPK pada 2022 dalam kasus suap, pengadaan, hingga lelang jabatan.
Vonisnya tergolong berat. Hukuman belasan tahun penjara dan pencabutan hak politik mengakhiri karier panjangnya di pemerintahan.
Ade Kuswara Kunang
Kini giliran Ade Kuswara Kunang. Bupati termuda dalam sejarah Bekasi ini ditangkap KPK pada Desember 2025.
Kasus yang menjeratnya masih dalam proses pendalaman. Namun namanya sudah terlanjur masuk daftar panjang kepala daerah Bekasi yang tersandung hukum.
Berulangnya kasus serupa membuat publik kembali menaruh sorotan tajam. Bekasi seolah terus diuji soal integritas kekuasaan.
KPK masih bekerja, proses hukum terus berjalan. Satu hal yang pasti, sejarah ini menjadi pengingat bahwa jabatan tinggi selalu datang bersama risiko dan tanggung jawab besar. (*)


