Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bayang PHK Seribu Orang, Pabrik Plywood Jombang Makin Terjepit
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bayang PHK Seribu Orang, Pabrik Plywood Jombang Makin Terjepit

Rencana tersebut langsung memicu kegelisahan di kalangan karyawan. Banyak pekerja yang selama bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari perusahaan plywood itu kini dihantui ketidakpastian nasib.

Nugroho P.
Last updated: Juni 16, 2026 8:22 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi pabrik Plywood.
SHARE

BACAAJA, JOMBANG – Kabar kurang sedap datang dari sektor industri di Jombang. Sekitar seribu pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) terancam kehilangan pekerjaan setelah perusahaan mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja dalam skala besar.

Rencana tersebut langsung memicu kegelisahan di kalangan karyawan. Banyak pekerja yang selama bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari perusahaan plywood itu kini dihantui ketidakpastian nasib.

Persoalan ini menjadi pembahasan serius dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar DPRD Jombang bersama pihak perusahaan dan perwakilan serikat pekerja pada Senin, 15 Juni 2026.

Manajemen PT SGS menjelaskan bahwa langkah pengurangan tenaga kerja bukan keputusan yang diambil secara mendadak. Kondisi bisnis yang terus melemah disebut menjadi alasan utama di balik kebijakan tersebut.

HR Manager PT SGS Jombang, Taufik Rizal Sutisna, mengatakan sekitar 60 persen pekerja berpotensi terdampak dalam gelombang PHK kali ini.

Meski jumlahnya besar, pihak perusahaan menyebut angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan beberapa unit usaha lain dalam grup yang mengalami pengurangan tenaga kerja hingga mencapai 80 persen.

Menurut manajemen, keputusan PHK bukan hanya berat bagi pekerja, tetapi juga bagi perusahaan yang harus menyiapkan dana kompensasi dalam jumlah besar.

Di balik rencana tersebut, perusahaan mengaku sudah lebih dulu melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan operasional tanpa harus memangkas jumlah karyawan secara masif.

Bahkan sejak akhir 2025, perusahaan telah dua kali melakukan pengurangan tenaga kerja sebagai langkah penyelamatan usaha.

Gelombang pertama dilakukan pada penghujung tahun lalu, kemudian disusul pengurangan tenaga kerja berikutnya menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Namun langkah tersebut ternyata belum mampu memperbaiki kondisi keuangan perusahaan secara signifikan.

Manajemen menilai akar persoalan berasal dari melemahnya permintaan pasar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Situasi ekonomi global yang belum stabil ikut memberi tekanan pada industri berbasis ekspor seperti plywood.

Ketegangan geopolitik di sejumlah negara dan perang dagang yang masih berlangsung disebut berdampak langsung terhadap pasar internasional.

Amerika Serikat yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama ekspor produk perusahaan juga mengalami perlambatan sektor properti.

Ketika pembangunan properti melambat, kebutuhan material berbahan kayu ikut menurun. Dampaknya terasa hingga ke pabrik-pabrik pengolahan kayu di Indonesia.

Penurunan permintaan tersebut membuat produksi tidak lagi berjalan seoptimal beberapa tahun sebelumnya.

Perusahaan mengaku terus mencatat kerugian dalam beberapa periode terakhir. Salah satu kerugian terbesar disebut terjadi pada tahun 2022.

Dalam pemaparannya, manajemen menyebut kerugian perusahaan secara keseluruhan bisa mencapai sekitar Rp100 miliar setiap tahun.

Beban terbesar berasal dari biaya bahan baku dan ongkos produksi yang tetap tinggi meski volume penjualan menurun.

Di sisi lain, perusahaan juga harus menjaga operasional agar tetap berjalan dan memenuhi berbagai kewajiban kepada pekerja.

Manajemen mengungkapkan bahwa kebutuhan dana pesangon dan hak-hak karyawan diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar jika PHK terhadap hampir seribu pekerja benar-benar dilaksanakan.

Karena itu, perusahaan mengaku sempat menunda penyampaian informasi secara terbuka sambil menghitung kesiapan pembiayaan kompensasi.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa PHK dipilih sebagai opsi terakhir setelah berbagai langkah efisiensi dinilai belum cukup menyelamatkan kondisi usaha.

Menurut mereka, tanpa penghematan yang signifikan, keberlangsungan operasional perusahaan justru bisa terancam lebih besar.

Meski begitu, alasan tersebut belum mampu meredakan kekhawatiran para pekerja yang terdampak.

Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ) secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana PHK massal tersebut.

Ketua SBPJ, Hadi Purnomo, meminta perusahaan menghentikan sementara proses PHK dan membuka ruang dialog lebih lanjut dengan manajemen pusat.

Menurut serikat pekerja, masih ada peluang mencari solusi lain sebelum keputusan pengurangan tenaga kerja dijalankan.

Mereka juga menyoroti adanya pekerja yang telah menandatangani dokumen PHK karena khawatir kehilangan hak pesangon jika menolak.

Padahal, menurut serikat, pesangon merupakan hak normatif yang wajib diberikan perusahaan sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, muncul pula pertanyaan terkait laporan adanya pekerja outsourcing yang disebut mengisi posisi yang sebelumnya ditempati karyawan tetap.

Informasi tersebut menjadi salah satu poin yang dipersoalkan serikat pekerja karena dinilai menimbulkan tanda tanya di tengah rencana PHK besar-besaran.

Di tengah tarik ulur kepentingan perusahaan dan pekerja, nasib hampir seribu karyawan kini masih menunggu kepastian. Banyak keluarga berharap ada jalan tengah yang bisa ditemukan agar badai PHK tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap kehidupan para pekerja dapat diminimalkan. (*)

You Might Also Like

Jaksa: Eksepsi Nadiem Nggak Masuk Akal

Pemprov Petakan Ulang Status RSUD

Gerhana Bulan Total: Estetik Buat Kita, Neraka Logika Buat Flat Earther

Pemprov Jateng Buka Hotline Aduan Menu MBG, Lapor Kalau Nemu Masalah!

Camat Margorejo Kelabakan Dicecar KPK soal Mahar Perangkat Desa

TAGGED:1.000 Buruh di PHKburuhPHk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Berani Lewat Jalur Tikus, Belasan Pendaki Semeru Kena Razia 4 Buron
Next Article Tikungan Bromo Bikin Heboh, Kuda Lepas Hantam Kijang Innova

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Prabowo Absen di Acara Zikir dan Doa Kebangsaan, Ada Apa?

Ratusan Hakim Langgar Kode Etik, Perlu Mutasi Besar-besaran

Tukin TNI Naik, Fiskal Negara Dipastikan Tetap Terkendali

Febrie Ardiansyah saat masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Tim 9 Sasar Rumah Febrie, Berkas Penting Ikut Disita

Fahri Dorong Sidang Etik Khusus Pejabat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Jateng Tawarkan 15 Proyek Strategis di CJIBF 2025, Dorong Investasi Hijau dan Hilirisasi

Juli 29, 2025
Politik

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

Juli 22, 2026
Femega Dian, calon Ketua PAC PDIP Semarang Tengah saat berada di Panti Marhaen untuk kuti seleksi wawancara, Sabtu (2/5/2026). (bae)
Info

Kader Muda Berkarya, Antusias Masuk Arena Politik Perebutan Ketua PAC PDIP di Jateng

Mei 4, 2026
Info

Perbaikan Jalan Kaligawe Semarang Dikebut

Februari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bayang PHK Seribu Orang, Pabrik Plywood Jombang Makin Terjepit
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?