BACAAJA, BROMO – Suasana tenang di kawasan wisata Gunung Bromo mendadak berubah heboh setelah seekor kuda wisata menabrak mobil Toyota Kijang Innova Reborn yang sedang berhenti di tepi jalan. Insiden itu terekam kamera dan videonya ramai beredar di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di jalur menuju Seruni Point, dekat kawasan Hotel Cemara Indah, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Dalam video yang beredar, seekor kuda berwarna cokelat terlihat berlari cukup kencang dari arah bawah menuju jalan menanjak yang biasa dilalui wisatawan.
Awalnya tidak ada yang tampak janggal. Namun sesaat menjelang memasuki tikungan, kuda tersebut mendadak bergerak keluar jalur dan kehilangan arah.
Di saat bersamaan, sebuah Toyota Kijang Innova Reborn berwarna silver sedang berhenti di sisi jalan. Jarak yang terlalu dekat membuat benturan tak bisa dihindari.
Kuda itu menghantam bagian depan kiri kendaraan dengan cukup keras hingga mobil terlihat sedikit terdorong ke belakang.
Suara benturan dan kepanikan yang terjadi membuat sejumlah orang di sekitar lokasi langsung menoleh ke arah kejadian.
Penunggang kuda yang berada di atas pelana ikut terjatuh akibat benturan mendadak tersebut.
Sementara kudanya sempat tersungkur di badan jalan sebelum akhirnya kembali berdiri beberapa saat kemudian.
Meski tidak sampai menyebabkan kecelakaan beruntun, insiden tersebut cukup menyita perhatian wisatawan yang berada di sekitar lokasi.
Bagian depan kiri mobil mengalami kerusakan. Bemper terlihat bergeser dan renggang dari dudukan aslinya akibat hantaman yang diterima.
Tak lama setelah kejadian, pengemudi kendaraan tampak memundurkan mobilnya menjauh dari titik benturan.
Video singkat insiden itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memancing beragam komentar dari warganet.
Banyak yang mengaku terkejut karena biasanya kendaraanlah yang menabrak hewan, sementara dalam kejadian ini justru seekor kuda yang menghantam mobil.
Kepala Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sunaryono, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, lokasi kejadian memang berada di jalan menuju Seruni Point yang menjadi salah satu jalur favorit wisatawan saat berkunjung ke Bromo.
Ia menjelaskan bahwa sebagian kuda wisata memiliki karakter yang cukup sensitif terhadap kondisi di sekitarnya.
Ada kuda yang mudah terkejut ketika mendengar suara tertentu atau melihat benda asing yang bergerak tiba-tiba.
Bunyi kendaraan, plastik yang tertiup angin, maupun gangguan lain terkadang bisa memicu reaksi spontan dari hewan tersebut.
Karena itu, pengendalian kuda wisata membutuhkan pemahaman terhadap karakter masing-masing hewan.
Selain faktor kuda yang mudah kaget, terdapat dugaan bahwa penunggang belum sepenuhnya mengenali perilaku kuda yang dikendarainya.
Informasi yang diterima pihak desa menyebutkan penunggang tersebut belum terlalu terbiasa mengendalikan kuda itu.
Kondisi tersebut diduga membuat respons saat kuda mulai bergerak tidak terkendali menjadi kurang maksimal.
Akibatnya, hewan tersebut terus melaju hingga akhirnya keluar jalur dan menabrak kendaraan yang sedang berhenti.
Sunaryono juga menyinggung bahwa setiap kuda memiliki karakter berbeda sehingga perlakuannya pun tidak bisa disamakan.
Ada kuda yang tenang saat berada di tengah keramaian wisatawan, namun ada pula yang lebih sensitif terhadap perubahan suasana di sekitarnya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai besaran kerugian yang dialami pemilik kendaraan akibat insiden tersebut.
Kondisi terbaru penunggang kuda setelah terjatuh juga belum diumumkan secara rinci oleh pihak terkait.
Meski tidak menimbulkan korban serius yang dilaporkan ke publik, kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata berkuda tetap memiliki risiko yang perlu diantisipasi.
Ramainya video yang beredar membuat insiden di tikungan menuju Seruni Point itu menjadi salah satu perbincangan hangat di media sosial dalam beberapa hari terakhir. (*)

