BACAAJA, SEMARANG- Masih ada saja pengendara yang cari akal biar lolos dari kamera ETLE alias tilang elektronik. Modusnya macam-macam, mulai dari plat nomor ditutup, dilipat, sampai dimodifikasi supaya tidak terbaca saat melintas di jalan.
Nah, ulah seperti itu sekarang jadi perhatian khusus Polda Jateng menjelang Operasi Patuh Candi 2026 yang bakal digelar selama 14 hari di seluruh Jawa Tengah.
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra mengatakan, pelanggaran yang sengaja menghambat kerja ETLE akan menjadi salah satu sasaran operasi.
“Salah satu perhatian kami saat ini adalah maraknya penggunaan penutup, pelipatan maupun modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang bertujuan menghindari tangkapan kamera ETLE,” jelasnya, Selasa (2/7/2026).
Tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya tertib berlalu lintas. Menurut Pratama, Operasi Patuh Candi bukan cuma soal tilang. Polisi juga ingin membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin saat berkendara.
Mobilitas Tinggi
Meski begitu, penindakan tetap bakal dilakukan. Bahkan sebagian besar bakal mengandalkan sistem ETLE. Sisanya lewat tilang manual untuk pelanggaran tertentu dan teguran kepada pengendara.
Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latief Usman mengatakan, operasi ini digelar karena mobilitas kendaraan di Jateng sangat tinggi. Karena itu, budaya tertib berlalu lintas perlu terus didorong. “Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kita mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan represif secara humanis,” imbuhnya.
Baca juga: Operasi Keselamatan Candi 2026: Polrestabes Semarang Fokus Tertibkan Balap Liar
Polda Jateng pun mengingatkan bahwa keselamatan di jalan bukan cuma urusan polisi. Pengendara juga harus ikut bertanggung jawab dengan mematuhi aturan, termasuk tidak bermain-main dengan plat nomor kendaraan demi menghindari kamera ETLE.
Dulu orang menutup plat nomor karena takut ketahuan. Sekarang kamera bisa bekerja tanpa lelah selama 24 jam. Yang sering lupa bukan kameranya, melainkan pengendara yang mengira kreativitas mengakali aturan lebih canggih daripada teknologi yang mengawasinya. (bae)

