BACAAJA, SEMARANG – Penggeledahan aparat kepolisian di sebuah pondok pesantren (ponpes) khusus putri di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, menuai kritik dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Tengah.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, DR H M Shidqon Prabowo, menilai tindakan penggeledahan tersebut tidak proporsional. Terlebih, ponpes yang menjadi lokasi penggeledahan dihuni santriwati, termasuk yang masih di bawah umur.
“Kami menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Ponpes yang berisi para santriwati. Ini jelas mengarah pada tindakan tidak profesional dan tidak proporsional oleh aparat,” ungkap Shidqon, Senin (2/11/2026).
Bacaaja: Komnas HAM Bongkar Kejanggalan Penggerebekan Pesantren Sukoharjo
Bacaaja: Gus Yasin Respons Polemik Penggeledehan Ponpes Putri di Sukoharjo: Anak-anak Kami Dampingi
Ia juga menyoroti waktu penggeledahan yang dilakukan pada dini hari. Menurutnya, aparat semestinya mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dalam menjalankan tugas.
“Mestinya aparat bisa menggunakan cara-cara yang lebih humanis, bukan melalui cara yang menurut kami kurang tepat. Terlebih tidak ditemukan adanya barang bukti terkait tindakan kriminal sebagaimana kasus yang tengah disidik,” tandasnya.
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan kasus pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Di sisi lain, Shidqon juga mengkritik respons kepolisian terhadap potensi kekerasan yang berujung pada pembakaran warung tersebut. Ia meminta aparat lebih cepat menindaklanjuti aduan masyarakat agar persoalan tidak berkembang menjadi aksi main hakim sendiri.
“Kedepan, kami meminta aparat bisa lebih responsif mengantisipasi adanya potensi tindakan kriminal. Aduan sekecil apapun dari masyarakat harusnya ditanggapi dengan cepat dan dicarikan solusinya. Sehingga tidak sampai ada tindakan main hakim sendiri,” tegasnya.
Shidqon turut mengimbau kader GP Ansor dan Banser di seluruh Jawa Tengah agar aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan PW GP Ansor serta Satkorwil Banser terkait kondisi di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan dukungan terhadap upaya amar ma’ruf nahi munkar tetap harus dilakukan dengan cara yang tepat dan mengutamakan kemaslahatan bersama.
“Kita mendukung penuh kegiatan Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Jawa Tengah. Namun harus menggunakan cara yang tepat demi kemaslahatan bersama,” tegas Gus Shidqon. (dul)

