Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hujan Mulai Turun, Distanak Jateng Siapkan Jurus agar Petani Gak Boncos
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Hujan Mulai Turun, Distanak Jateng Siapkan Jurus agar Petani Gak Boncos

R. Izra
Last updated: November 5, 2026 2:53 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kepala Distanak Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares (Frans), saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026). (dul)
Kepala Distanak Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares (Frans), saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Jawa Tengah (Jateng) mulai dilanda hujan. Biasanya, datangnya musim hujan jadi penanda bagi petani untuk mulai menanam padi.

Namun, hujan juga menyisakan ancaman. Potensi banjir dan ancaman munculnya banyak hanya bisa bikin petani rugi hingga gagal panen total.

Mengantisipasi hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai nyiapin sejumlah langkah perlindungan bagi petani.

Mulai dari memantau kondisi cuaca, menyiapkan alat mesin pertanian (alsintan), hingga memberikan perlindungan lewat asuransi pertanian.

Bacaaja: Ambil 330 Sampel Susu dan Darah, Distanak Jateng Perketat Pengawasan Ternak
Bacaaja: Asuransi Rp6 Juta per Hektare untuk Petani Padi di Jateng, Skema Antisipasi Gagal Panen

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Kementerian Pertanian.

Koordinasi ini dilakukan untuk memetakan wilayah yang berpotensi terdampak banjir, perubahan cuaca ekstrem, hingga serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Sejumlah daerah menjadi perhatian khusus. Di antaranya Demak, Grobogan, Kudus, Karanganyar, dan Pati. Sementara di kawasan Pantura barat, pemantauan mencakup Pekalongan, Pemalang, Tegal, hingga Brebes.

“Selain kita berkoordinasi dengan BMKG, kita juga dengan Kementerian Pertanian ada balai yang khusus memantau. Sehingga menginformasikan setiap daerah ini akan hujan di sini, akan kering di sini, dan potensi hama atau penyakit yang akan muncul,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Nggak cuma memantau cuaca, Distannak Jateng juga menyiagakan Brigade Alsintan di lima wilayah.

Fasilitas ini bisa dipinjam oleh kelompok tani untuk mempercepat pengolahan lahan dan proses penanaman padi selama November.

Harapannya, petani bisa lebih siap menghadapi musim tanam tanpa terkendala keterbatasan alat.

Selain itu, Pemprov Jateng juga memperkuat perlindungan petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Program ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko kerugian ketika sawah mengalami gagal panen atau puso akibat bencana.

Pada periode 2025-2026, sekitar 1.200 hektare sawah yang mengalami puso telah menerima klaim asuransi. Besarannya mencapai Rp6 juta per hektare.

Defrancisco berharap bantuan tersebut bisa membantu petani memulihkan modal untuk kembali menanam. Dengan begitu, usaha pertanian tetap berjalan meski ancaman cuaca ekstrem masih membayangi. (*)

You Might Also Like

Jateng Terancam Kemarau Panjang, M Saleh Wanti-wanti Soal Air dan Pangan

Pemprov Dorong MES Jateng Gerakkan UMKM

Mau Perang Atau Jadi Kartel? Hampir Seribu Senjata Api Ditemukan di Sekolah Jakarta, Ada Sabu dan Ganja Juga

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Gubug Masih Diselidiki

Dulu Bilang KDMP Tak Bebani Keuangan Negara, Sekarang Purbaya Akui Utang Kopdes Dibayar APBN

TAGGED:antisipasi gagal panendistanak jatenggagal panenpetani jatengpetani padi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PAMER IJAZAH - Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan ijazah miliknya, dari mulai ijazah SD hingga sarjana, dalam persidangan di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Detik-detik Jokowi Pamer Ijazah SD-S1 di Ruang Sidang, Roy Suryo Tertawa
Next Article Tiga Legenda Wayang Berebut Perhatian Warga di Simpang Lima

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Semarang Sabet Juara 1 Nasional Transformasi Digital! Agustina: Harus Bikin Warga Terlayani

Mata Air Muria Banyak yang Kering, Pemprov Bangun Rorak Sambil Pulihkan Hutan

Ngawi Siaga Bencana! Wabup Ingatkan Warga Jangan Cuma Andalkan Petugas

Bayar Pajak No Debat! Ngawi Punya Jurus Baru Genjot PAD

Tiga Legenda Wayang Berebut Perhatian Warga di Simpang Lima

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Didampingi Mahasiswa SCU, UMKM di Semarang Kewalahan Terima Order

Juli 1, 2026
TERBAKAR - KM Mutiara Sentosa 2 jurusan Surabaya-Makassar terbakar di tengah Perairan Sumenep, Minggu (3//8/2026). (ist)
Info

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2 Jurusan Surabaya-Makassar Terbakar: 5 Penumpang Tewas, 41 Hilang

Agustus 3, 2026
Pendidikan

Sekolah Rakyat Dikritik, Mensos Bilang Siap Berbenah

Juli 26, 2026
Hukum

Aduh! Cuma Gara-Gara Senggolan, Sopir Taksi Online Ditodong Oknum Tentara

Maret 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hujan Mulai Turun, Distanak Jateng Siapkan Jurus agar Petani Gak Boncos
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?