BACAAJA, SEMARANG – Deteksi penyakit hewan tak cukup menunggu ternak jatuh sakit. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah memperkuat pengawasan melalui layanan kesehatan hewan keliling atau Healing, termasuk pemeriksaan ratusan sampel untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Salah satu kegiatan dilakukan di kawasan peternakan sapi perah Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Pada 20 dan 28 Juli 2026, petugas mengambil 330 sampel susu dan darah untuk mendukung pengawasan kesehatan ternak.
Medik Veteriner Madya Distanak Jateng, drh. Anang Yusuf, mengatakan HeaLing tidak hanya bergerak ketika muncul laporan penyakit. Program tersebut juga dirancang untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan dan surveilans.
“Jadi HeaLing ini bukan hanya datang ketika ada laporan penyakit. Kita juga melakukan kegiatan preventif, seperti vaksinasi, pemeriksaan, pengambilan sampel, dan edukasi kepada peternak,” kata Anang saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026).
Selain di Batang, surveilans bruselosis dilakukan terhadap 100 ekor hewan di Ngablak, Kabupaten Magelang, pada 18 Juni dan 100 ekor di Getasan pada 9 Juli 2026.
Pada 24 Juni 2026, HeaLing di wilayah Reban juga menjangkau 330 ekor hewan. Sementara di Salatiga, petugas melakukan pemeriksaan gangguan reproduksi terhadap 30 ekor hewan pada 5 Juni 2026.
Sejak Februari hingga Oktober 2026, HeaLing telah melaksanakan 34 kegiatan di 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Anang menjelaskan, pelayanan dilakukan melalui dua pola. Pertama, kegiatan preventif terjadwal, seperti vaksinasi, pemberian obat cacing, penyemprotan disinfektan, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi peternak.
Kedua, pelayanan responsif ketika masyarakat melaporkan dugaan penyakit hewan.
“Kalau ada laporan dari masyarakat, tim bisa bergerak untuk melakukan pemeriksaan. Kami juga bisa berkoordinasi dengan laboratorium untuk membantu memastikan penyakit yang ditemukan,” ujarnya.
Dalam penanganan dugaan penyakit di Kabupaten Kebumen, tim Distanak Jateng bersama petugas laboratorium kesehatan hewan turut melakukan pemeriksaan dan pengujian sampel.
Menurut Anang, dukungan laboratorium penting untuk memastikan penyakit yang ditemukan, terutama karena kemampuan pemeriksaan setiap daerah tidak selalu sama.
HeaLing juga dilengkapi fasilitas ultrasonografi (USG) untuk mendukung pelayanan reproduksi ternak, termasuk mendeteksi kebuntingan dan gangguan reproduksi.
Dengan pemeriksaan, surveilans, dan layanan langsung ke peternak, Distanak Jateng berupaya memperkuat deteksi penyakit sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. (dul)

