Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Apakah Aliran Dana Korupsi Bakal Diselidiki Sampai ke Bobby Nasution? Ini Kata KPK
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Apakah Aliran Dana Korupsi Bakal Diselidiki Sampai ke Bobby Nasution? Ini Kata KPK

Asep menegaskan, siapa pun yang diduga terlibat akan dimintai keterangan, termasuk jika terdapat indikasi uang suap diterima oleh Bobby Nasution, baik langsung maupun melalui perantara.

Nugroho P.
Last updated: Juni 29, 2025 12:17 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Gu
Bobby Nasution
SHARE

NARAKITA, JAKARTA – Kabar mengenai keterlibatan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan mulai menjadi sorotan publik. Hal ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Mandailing Natal.

Kasus tersebut berkaitan dengan pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Provinsi Sumut serta Satker Pembangunan Jalan Nasional Wilayah I Sumut. Para tersangka diduga menerima suap dari dua pihak swasta terkait pemenangan proyek.

Salah satu nama yang menarik perhatian publik adalah Topan Obaja Putra Ginting, Kepala Dinas PUPR Sumut. Diketahui, Topan pernah menjabat sebagai Plt Sekretaris Daerah Kota Medan ketika Bobby menjabat sebagai wali kota.

Kedekatan itulah yang memunculkan pertanyaan, apakah ada aliran dana suap yang mengarah ke Bobby? Plh Direktur Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjawab bahwa pihaknya akan mendalami semua kemungkinan, termasuk dugaan aliran dana ke Gubernur Sumut.

“Tentu kami lakukan upaya follow the money, untuk melihat ke mana saja uang itu mengalir,” ujar Asep saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

Asep menegaskan, siapa pun yang diduga terlibat akan dimintai keterangan, termasuk jika terdapat indikasi uang suap diterima oleh Bobby Nasution, baik langsung maupun melalui perantara.

“Kami bekerjasama dengan PPATK untuk melacak aliran uang. Jika ada jejak uang yang menuju ke pejabat mana pun, termasuk Gubernur, kami akan panggil dan minta klarifikasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Asep mengatakan bahwa panggilan tidak hanya akan dilakukan jika ditemukan aliran uang, tapi juga apabila terdapat indikasi perintah dari atasan untuk mengarahkan proyek kepada pihak tertentu.

“Kalau ada perintah, walaupun belum ada aliran uang, kami tetap akan minta keterangan. Itu bagian dari proses hukum,” tegasnya.

Menariknya, Asep mengungkapkan bahwa Bobby sempat datang ke KPK pada April 2025 lalu untuk mendiskusikan kerja sama dalam upaya pencegahan korupsi di Sumut. Namun saat itu, tidak ada pembicaraan khusus soal proyek jalan yang kini menjadi sorotan.

“Kedatangan beliau lebih ke program pencegahan, bukan membahas kasus tertentu,” ujar Asep tanpa merinci lebih jauh.

Sejauh ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Topan Obaja Putra Ginting, Rasuli Efendi Siregar, Heliyanto, M. Akhirun Efendi Siregar, dan M. Rayhan Dulasmi Pilang.

KPK menyebut Topan, Rasuli, dan Heliyanto menerima suap dari dua direktur swasta, yakni Akhirun dan Rayhan. Uang yang diberikan disebut sebagai bentuk komitmen fee agar proyek-proyek jalan jatuh ke tangan perusahaan milik mereka.

Penyidik KPK juga menyita uang tunai sebesar Rp231 juta dalam OTT tersebut. Nominal itu diyakini sebagai bagian dari total suap sebesar Rp2 miliar yang sudah dijanjikan.

Kasus ini masih dalam tahap awal pengusutan. Namun, KPK menegaskan akan menelusuri seluruh jaringan dan hubungan antarpelaku, termasuk hubungan personal yang bisa membuka jalan terjadinya praktik suap.

Dugaan bahwa Topan memiliki kedekatan dengan Bobby menjadi salah satu titik perhatian publik dan media. Hal ini disebutkan secara eksplisit oleh wartawan dalam sesi tanya jawab dengan KPK.

Asep pun tidak menampik adanya hubungan kerja antara Topan dan Bobby semasa di Pemkot Medan. Namun, ia menyatakan bahwa kedekatan secara pribadi tidak serta-merta menjadi dasar hukum, kecuali jika ada bukti perintah atau penerimaan uang.

“Kalau hanya karena kedekatan, itu belum cukup. Tapi kalau ada bukti transaksional atau instruksi, tentu jadi dasar hukum,” jelas Asep.

KPK memastikan penyidikan tidak akan tebang pilih. Siapa pun yang terindikasi terlibat, akan diminta bertanggung jawab, tanpa melihat posisi atau jabatan.

Sementara itu, publik menanti kejelasan dari proses hukum ini. Sejauh mana penyidikan akan mengungkap fakta-fakta baru, termasuk apakah ada pihak yang selama ini berada di luar sorotan namun ikut bermain di balik layar.

Dengan komitmen pada prinsip transparansi dan akuntabilitas, KPK diharapkan mampu menjawab pertanyaan publik: apakah aliran dana suap ini benar-benar berakhir sampai ke puncak pemerintahan daerah? Waktu dan proses hukum akan membuktikannya. (*)

You Might Also Like

Cerita Ayu dan Ana Merias Mereka yang Tak Lagi Bernapas

Awas Sekali Klik Bisa Habis!! Begini Cara Penjahat Siber Bobol M-Banking Tanpa Sentuh Dompet

Dua Tragedi Tol Maut Renggut 7 Nyawa di Jateng

Jutaan Penerima Bantuan Iuran JKN di Jateng Berstatus Non-Aktif, Benarkah Tanda Kemiskinan Turun?

Jokowi Masuk Bursa Calon Ketua Umum PPP, Irfan Pulungan: Sebuah Anugerah . . .

TAGGED:aliran dana korupsibobby nasutionKPKOTT KPK Mandailing Natal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sering Dikonsumsi, Taukah Anda Manfaat Bawang Putih yang Ajaib Ini?
Next Article Ilustrasi Negara Tuvalu di kawasan Pasifik yang terancam tenggelam karena perubahan iklim. (AI) Tuvalu Terancam Tenggelam karena Perubahan Iklim, Warga Difasilitasi Migrasi ke Australia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEINDAHAN ALAM PAPUA - Keindahan sungai biru di Papua. (Indonesia.gi.id)

Polemik ‘Pesta Babi’ Bikin Narasi ‘Papua Bukan Tanah Kosong’ Viral Lagi

TEKEN KERJA SAMA--Prosesi penandatanganan oleh Kadaop 4 Semarang dan Kadaop lain dalam rangka pengamanan aset, Selasa (12/5/2206). (ist)

Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN

LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa

Orang Jawa Itu Manusia Kerja Sekaligus Manusia Doa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana

Januari 2, 2026
Mantan Sekjen MPR RI 2016-2023, Ma'ruf Cahyono.
Unik

KPK Tetapkan Putra Banyumas Eks-Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Jadi Tersangka Korupsi

Juli 3, 2025
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengirim surat resmi ke Sekjen PBB Antonio Guterres di New York, mendesak badan dunia itu segera bertindak menghentikan bencana kemanusiaan di Jalur Gaza.
Unik

Puan Maharani Kirim Surat ke Sekjen PBB: “Stop Drama Berdarah di Gaza!”

Agustus 15, 2025
Unik

Banjir Ganas di Pakistan: Ratusan Nyawa Melayang, 200 Orang Masih Hilang

Agustus 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Apakah Aliran Dana Korupsi Bakal Diselidiki Sampai ke Bobby Nasution? Ini Kata KPK
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?