Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengamat Sorot Dugaan Intimidasi Polisi Bersenjata Terhadap Santri Putri di Sukoharjo
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pengamat Sorot Dugaan Intimidasi Polisi Bersenjata Terhadap Santri Putri di Sukoharjo

R. Izra
Last updated: November 5, 2026 10:18 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
TKP PENGGELEDAHAN - Polisi memasang police line di Ponpes Putri Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, yang menjadi lokasi penggeledahan.
TKP PENGGELEDAHAN - Polisi memasang police line di Ponpes Putri Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, yang menjadi lokasi penggeledahan.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Mojolaban, Sukoharjo, menuai sorotan. Bukan hanya soal prosedur penegakan hukum, tetapi juga dugaan intimidasi terhadap santriwati dan perlakuan aparat terhadap anak di bawah umur.

Koordinator Pusat Kajian Militer dan Kepolisian (Puskampol) Indonesia, Andy Suryadi, menilai dugaan penggunaan kekuatan berlebihan atau excessive force dalam operasi tersebut harus diusut secara menyeluruh.

Dosen Sejarah Militer dan Kepolisian FISIP Unnes itu menegaskan, keberhasilan operasi tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran. Cara aparat memperlakukan orang-orang di lokasi juga harus dievaluasi.

Apalagi, di antara penghuni pondok pesantren terdapat santriwati dan anak-anak yang bukan tersangka.

“Yang ini tentunya merupakan bagian dari sesuatu yang disebut sebagai excessive force, penggunaan kekuatan yang berlebihan,” kata Andy kepada BacaAja.co melalui telepon, Selasa (3/11/2026).

Andy meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menelusuri laporan dugaan intimidasi hingga tindakan kekerasan dalam penggerebekan tersebut.

Pemeriksaan juga dinilai perlu melibatkan Komnas HAM. Tujuannya, memastikan dugaan pelanggaran hak perempuan dan anak tidak diabaikan.

Sorotan lain tertuju pada pemeriksaan sejumlah santriwati yang disebut dibawa ke kantor polisi dan dimintai keterangan selama berjam-jam.

Andy mempertanyakan prosedur pemeriksaan tersebut, terutama jika benar dilakukan tanpa pendampingan wali maupun pengacara.

“Padahal ini masih anak-anak. Mereka kan hanya saksi, bukan tersangka,” ujarnya.

Menurut Andy, status sebagai saksi dan usia anak harus menjadi pertimbangan aparat dalam melakukan pemeriksaan. Jangan sampai mereka yang tidak berstatus tersangka justru kehilangan hak-haknya.

Pimpinan aparat juga harus bertanggung jawab

Andy menegaskan, dugaan pelanggaran dalam operasi tersebut tidak cukup hanya dibebankan kepada petugas di lapangan.

Pimpinan yang mengendalikan operasi juga harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan anggotanya.

“Para petugas yang ada di lapangan, terutama pimpinannya, harus bertanggung jawab atas aktivitas seperti itu,” tegasnya.

Ia meminta Propam tidak berhenti pada pemeriksaan formalitas. Prosesnya harus mengungkap apakah terjadi pelanggaran, siapa pihak yang bertanggung jawab, serta bagaimana tingkat kesalahannya.

Hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Harus ada mekanisme pengungkapan yang sesuai dengan tingkat kesalahannya. Ini juga dibuka ke publik sehingga mereka kemudian tidak bertanya-tanya,” katanya.

Bagi Andy, transparansi dan ketegasan dalam menindak pelanggaran internal menjadi bagian penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

Ia mengingatkan, kewenangan aparat dalam penegakan hukum tetap harus dibatasi prinsip kemanusiaan dan standar operasional yang berlaku.

“Harus berhati-hati dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip asas manusia. Jangan berlebihan, apalagi sampai arogan,” pungkasnya. (dul)

You Might Also Like

Naikkan IPM 2025, Jateng Andalkan Dokter Keliling dan Sekolah Rakyat

Jalan Kawasan Industri Candi Rusak Parah, Warga: Berlubang Seperti Kolam Ikan

PSIS Tatap Musim Baru, Arhan sampai Fortes Masuk Radar

Harga Plastik Bikin Pusing Distributor Karung, Padahal Permintaan Lagi Tinggi

Dampak KDMP! Dana Desa di Jateng Susut Parah, Sekitar 70 Persen

TAGGED:andy suryadihamalatul quranintimidasi santri putripuskampol indonesiasukoharjo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), gak lagi pensiun dari politik dan jadi rakyat biasa. Ia kini ngaku siap mati-matian keliling Indonesia demi menangkan PSI. Jokowi Tiba di PN Jakarta Timur, Siap Tunjukkan Ijazah?
Next Article Ilustrasi petani gagal panen karena sawahnya kebanjiran. Asuransi Rp6 Juta per Hektare untuk Petani Padi di Jateng, Skema Antisipasi Gagal Panen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi petani gagal panen karena sawahnya kebanjiran.

Asuransi Rp6 Juta per Hektare untuk Petani Padi di Jateng, Skema Antisipasi Gagal Panen

TKP PENGGELEDAHAN - Polisi memasang police line di Ponpes Putri Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, yang menjadi lokasi penggeledahan.

Pengamat Sorot Dugaan Intimidasi Polisi Bersenjata Terhadap Santri Putri di Sukoharjo

Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), gak lagi pensiun dari politik dan jadi rakyat biasa. Ia kini ngaku siap mati-matian keliling Indonesia demi menangkan PSI.

Jokowi Tiba di PN Jakarta Timur, Siap Tunjukkan Ijazah?

Medik Veteriner Madya Distanak Jateng, drh. Anang Yusuf. (dul)

Ambil 330 Sampel Susu dan Darah, Distanak Jateng Perketat Pengawasan Ternak

Dasco Diseret Isu Cawapres, Sebut Ada Pengalihan Isu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

AMANKAN PELAKU--Petugas mengamankan pengunjung sidang terduga pelaku penyerahan sabu-sabu di area pengadilan. (bae)
Info

Pelaku Salam Tempel Sabu di PN Semarang Ditangkap, Kejaksaan: Jangan Coba-coba Bantu Tahanan

Agustus 19, 2026
Daerah

Luthfi: Banjir Demak Nggak Cuma Soal Tanggul Jebol

April 4, 2026
Politik

Fakta Kasus Wahyudin Moridu, KPK Turun Tangan, Penyebar Video Ternyata Selingkuhannya

September 22, 2025
Daerah

Duit Seret, Semangat Tetep Ngegas

Oktober 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengamat Sorot Dugaan Intimidasi Polisi Bersenjata Terhadap Santri Putri di Sukoharjo
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?