BACAAJA, JAKARTA – Nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendadak ikut meramaikan spekulasi politik soal posisi Wakil Presiden. Rumor yang menyebut Ketua Harian Partai Gerindra itu berpeluang menggantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres langsung dibantah keras.
Dasco justru melihat kemunculan kabar tersebut sebagai sesuatu yang mencurigakan. Dia menduga ada skenario untuk menggeser perhatian publik dari persoalan yang jauh lebih serius, yakni dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Melalui akun Instagram pribadinya, @sufmi_dasco, Kamis (5/11/2026), Dasco memastikan informasi mengenai dirinya bakal menjadi cawapres merupakan hoaks. Dia bahkan secara terbuka menyebut kabar tersebut sebagai upaya pengalihan isu.
“Ada Upaya Pengalihan Isu, Saya Pastikan Itu Hoax!!” demikian pernyataan Dasco dalam unggahannya.
Pernyataan senada juga disampaikan melalui akun X @bang_dasco. Dia menduga rumor pencalonan dirinya sengaja dimunculkan ketika kasus dugaan penyadapan ilegal sedang menjadi perhatian masyarakat.
“Ada upaya Pengalihan isu dari Hot isu Penyadapan Ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres,” tulisnya.
Nama Dasco Muncul di Tengah Polemik Gibran
Spekulasi mengenai Dasco sebagai calon pengganti Gibran tidak muncul begitu saja. Rumor tersebut berkembang ketika posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah menjadi sorotan akibat putusan Mahkamah Agung (MA).
MA sebelumnya mengeluarkan Putusan Nomor 742 K/TUN/2026 yang diputus pada 30 Oktober 2026. Dalam putusan tersebut, MA mengabulkan kasasi penggugat dan menyatakan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA milik Gibran tidak sah serta batal demi hukum.
Putusan itu kemudian memantik perdebatan mengenai dampaknya terhadap kedudukan Gibran sebagai Wakil Presiden. Sejumlah pihak bahkan mendorong agar persoalan tersebut ditindaklanjuti melalui mekanisme ketatanegaraan.
Situasi inilah yang membuat berbagai spekulasi politik bermunculan, termasuk soal siapa figur yang berpotensi menggantikan Gibran jika terjadi perubahan dalam posisi Wakil Presiden.
Nama Dasco kemudian ikut terseret dalam perbincangan tersebut. Namun, dia tegas membantah kabar pencalonan dirinya dan menilai isu itu sengaja digulirkan untuk mengalihkan perhatian.
Dugaan Penyadapan Ilegal Jadi Sorotan
Di sisi lain, kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap komunikasi Presiden Prabowo Subianto masih menjadi perhatian publik. Perkara ini mencuat setelah Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyalahgunaan Lawful Interception Management System (LIMS), teknologi yang seharusnya digunakan untuk kepentingan penyadapan resmi.
Pengusutan kasus tersebut juga menyeret sejumlah pihak. Bareskrim telah menetapkan tiga tersangka berinisial LSP, ASN, dan EH dalam perkara dugaan penyadapan nomor telepon Presiden.
Persoalan ini menjadi sensitif karena penyadapan diduga tidak hanya menyasar nomor Kepala Negara, tetapi juga sejumlah pejabat negara, tokoh politik, kalangan media, hingga pengusaha.
Dasco pun menilai perhatian publik terhadap dugaan penyadapan ilegal seharusnya tidak tenggelam oleh rumor pencalonan cawapres. Melalui pernyataannya, dia mengingatkan adanya dugaan pengalihan isu di tengah dua polemik politik yang sama-sama menyedot perhatian masyarakat. (*)

