Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bisnis Depo Peti Kemas Tanjung Emas Makin Gemuk, KPPU Cium Dominasi Tiga Pemain Besar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Bisnis Depo Peti Kemas Tanjung Emas Makin Gemuk, KPPU Cium Dominasi Tiga Pemain Besar

T. Budianto
Last updated: November 6, 2026 9:50 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
FORUM ADVOKASI: Plt Kadishub Jateng, Agung Pramono dan Kakanwil VII KPPU, M Hendry Setyawan menjadi pembicara dalam Forum Advokasi bertajuk “Persaingan Usaha pada Industri Depo Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang” yang digelar oleh Kantor Wilayah VII KPPU di Semarang, Kamis (5/11/2026). (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Di pelabuhan, kontainer boleh datang dan pergi silih berganti. Bisnisnya pun terus tumbuh. Tapi, kalau yang menikmati kue ekonominya hanya segelintir pemain, tentu ada yang perlu diperiksa. Inilah yang sedang disorot Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

KPPU menemukan konsentrasi pasar yang cukup tinggi dalam industri depo peti kemas. Tiga perusahaan tercatat mendominasi pangsa pasar, sementara belasan perusahaan lainnya harus berbagi ruang dalam persaingan bisnis yang sama.

Temuan tersebut dibahas Kantor Wilayah VII KPPU dalam Forum Advokasi bertajuk “Persaingan Usaha pada Industri Depo Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang”, Kamis (5/11/2026).

Kepala Kanwil VII KPPU, M Hendry Setyawan mengatakan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah praktik monopoli sekaligus membangun iklim persaingan usaha yang sehat di sektor kepelabuhanan.

Baca juga: Bongkar Dugaan Korupsi Pelabuhan, Eks-Bos HRD JICT Tewas Dibunuh

Berdasarkan kajian KPPU, saat ini terdapat 14 perusahaan depo peti kemas di Tanjung Emas. Rinciannya, 10 perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan empat perusahaan penanaman modal asing (PMA). Ekosistem bisnis ini juga melibatkan 24 perusahaan pelayaran.

Namun, banyaknya pemain ternyata belum menjamin persaingan berjalan seimbang. Data 2021-2025 menunjukkan tiga perusahaan menguasai sebagian besar pasar. Indikator Concentration Ratio 4 (CR4) bahkan mencatat angka di atas 70 persen. Kondisi ini masuk kategori tight oligopoly alias pasar dengan tingkat konsentrasi tinggi.

Kabid Kajian dan Advokasi KPPU Kanwil VII, Maryunani Sinta Hapsari mengungkapkan, salah satu persoalan yang perlu segera dibereskan adalah belum adanya pedoman penetapan jenis, struktur, dan golongan tarif jasa depo peti kemas.

Amanat Peraturan

Padahal, ketentuan tersebut sudah diamanatkan dalam Pasal 131 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2021. “Kekosongan hukum ini bisa membuka celah bagi perilaku persaingan usaha tidak sehat. Karena itu, kami mendorong agar pedoman tersebut segera dirumuskan dan diterapkan,” katanya.

KPPU juga menyoroti perang insentif antardepo untuk mendapatkan pelanggan dari perusahaan pelayaran. Bentuknya beragam, mulai dari rabat atau refund, penyimpanan kontainer gratis (free storage), pemindahan kontainer gratis (free LOLO reposition), sampai pencucian kontainer tanpa biaya (free cleaning).

Masalahnya, besaran insentif berbeda-beda. Depo yang punya hubungan afiliasi atau kerja sama khusus dengan grup pelayaran tertentu berpotensi lebih mudah mendapatkan volume pekerjaan. Sementara depo independen harus berjuang lebih keras menjaga utilisasi dan margin bisnis.

Baca juga: Gubernur Jateng Luthfi Minta Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Dikebut

Meski demikian, Maryunani mengingatkan bahwa pemberian rabat tidak otomatis menjadi pelanggaran. KPPU tetap harus melakukan penyelidikan untuk membuktikan ada tidaknya praktik penetapan harga maupun penyalahgunaan posisi dominan.

“Potensi pelanggarannya memang ada. Namun, untuk memastikan apakah benar terjadi pelanggaran, harus melalui proses penyelidikan terlebih dahulu,” jelasnya.

Di sisi lain, bisnis depo peti kemas sebenarnya punya prospek yang menggiurkan. Arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Semarang tumbuh 15 persen, dari 781.841 TEUs pada 2023 menjadi 895.904 TEUs pada 2024.

Artinya, pasar terus berkembang dan peluang bisnis masih terbuka lebar. KPPU berharap pertumbuhan tersebut tidak justru membuat persaingan semakin terkunci di tangan pemain besar. Karena itu, KPPU mendorong Kementerian Perhubungan segera menerbitkan pedoman tarif sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan.

Sebab, dalam bisnis logistik, kontainer memang boleh ditumpuk tinggi-tinggi. Namun, jangan sampai kesempatan berusaha justru ditumpuk hanya untuk segelintir perusahaan. Kalau pasar sudah punya pemain langganan, jangan sampai perusahaan lain cuma kebagian peran sebagai penonton di pinggir pelabuhan. (tebe)

You Might Also Like

Bocoran Soal Gaji ASN, Menkeu Sepertinya Masih Injak Rem Awal 2026

Anak Buah Cak Imin Bilang MBG Gak Butuh Ahli Gizi: Pembuat Kebijakan Itu Saya!

Perang Mental di Batakan

Bikin Geram! Orang Tua Kritik SPPG, Siswa di Lampung Tak Dikasih Jatah MBG Seminggu

Seratus Ojol Perempuan Semarang Dapat Sembako dan Cek Kesehatan

TAGGED:headlinekppu diy-jatengpelabuhan tanjung emas semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SAMBUTAN WISUDA: Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. dr. Suparjo, M.P. memberi sambutan dalam Wisuda ke-94 di MAJT, Rabu (4/11/2026). (bae) Prodi Baru Untag Semarang: Pendidikan Arsitektur hingga Doktor Ilmu Manajemen
Next Article Ilustrasi pengangguran yang sedang mencari pekerjaan. BPS: Kerja 1 Jam per Minggu Bukan Kategori Pengangguran

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi pengangguran yang sedang mencari pekerjaan.

BPS: Kerja 1 Jam per Minggu Bukan Kategori Pengangguran

Bisnis Depo Peti Kemas Tanjung Emas Makin Gemuk, KPPU Cium Dominasi Tiga Pemain Besar

SAMBUTAN WISUDA: Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. dr. Suparjo, M.P. memberi sambutan dalam Wisuda ke-94 di MAJT, Rabu (4/11/2026). (bae)

Prodi Baru Untag Semarang: Pendidikan Arsitektur hingga Doktor Ilmu Manajemen

Ijazah Sudah Siap, Pekerjaan Belum Ketemu: Salah Siapa?

TERSANGKA BARU - Mantan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri, Irjen Pol Slamet Uliandi, tersangka baru kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Baru Penyadapan Prabowo, Mantan Kadiv Teknologi Informasi Polri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut, kemeriahan Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, menjadi bukti kesolidan antaretnis di Solo kian mantap.
Info

Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, Respati: Kerukunan Etnis di Solo Makin Solid

Februari 6, 2026
DEMO BURUH: Ratusan buruh Sritex demo di depan kantor Gubernur Jateng, beberapa waktu lalu.(bae)
Ekonomi

Lagi Ngeri, 126 Ribu Pekerja Kena PHK!

November 11, 2025
Info

H+1 Lebaran, Arus Lalin ke Timur Masih Padat

Maret 23, 2026
Ilustrasi Bus Haryanto alami kecelakaan.
Info

Kronologi Kecelakaan di Tol Tembalang, Bus Haryanto Diduga Potong Jalur Truk Trailer

Mei 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bisnis Depo Peti Kemas Tanjung Emas Makin Gemuk, KPPU Cium Dominasi Tiga Pemain Besar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?