Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bikin Geram! Orang Tua Kritik SPPG, Siswa di Lampung Tak Dikasih Jatah MBG Seminggu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bikin Geram! Orang Tua Kritik SPPG, Siswa di Lampung Tak Dikasih Jatah MBG Seminggu

R. Izra
Last updated: Januari 24, 2026 5:21 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, PESAWARAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya melindungi anak sekolah justru diduga berubah menjadi alat pembungkaman kritik.

Di Pesawaran, Lampung, dua anak dilaporkan kehilangan jatah makan selama tiga hari, bahkan seminggu.

Bukan karena data bermasalah, melainkan setelah orang tua mereka mengkritik buruknya layanan MBG di media sosial.

Bacaaja: Pendidikan Kalah Sama Makan Siang? Guru Honorer Curhat Sulitnya jadi PPPK saat SPPG Diprioritaskan
Bacaaja: Korban Keracunan MBG di Majene Merata: Mulai Ibu Hamil, Balita, hingga Siswa Sekolah

Dua siswa itu adalah kakak beradik dari Desa Trimulyo. Jatah makan mereka dihentikan oleh dapur SPPG MBG setempat.

Kritik orang tua berujung pada hukuman kolektif, dan yang jadi korban justru anak-anak.

Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir, menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk abuse of power. Bantuan negara dipakai sebagai alat tekan terhadap warga yang bersuara.

“Kalau merasa dirugikan oleh kritik, tempuh jalur hukum. Jangan anaknya yang dikorbankan. Ini kejam dan melanggar rasa keadilan,” tegas Nasir.

Dalam inspeksi DPRD, ditemukan pula menu MBG tidak layak konsumsi, termasuk buah busuk yang tetap dibagikan ke siswa. DPRD menilai ada diskriminasi terbuka terhadap dua anak tersebut akibat kritik orang tua mereka.

Ancaman terhadap kebebasan bersuara

Kasus ini menyorot masalah yang lebih besar: ketika kritik dibalas dengan pemutusan bantuan, maka pesan yang disampaikan ke publik jelas—diam atau terima konsekuensinya.

DPRD menyebut ada indikasi intimidasi terhadap orang tua, serta penyalahgunaan tafsir hukum untuk menakut-nakuti warga. Jika benar, ini bukan lagi soal dapur MBG, tapi ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi.

“Bantuan sosial tidak boleh bersyarat pada loyalitas atau pujian,” ujar Nasir.

Negara tak boleh sensitif kritik

Penanggung jawab SPPG MBG Desa Trimulyo, Dewi Ratih, menyatakan jatah MBG kedua anak tersebut disetop satu minggu. Ia berkilah, keputusan tersebut saran dari pusat.

“Saya meminta maaf kepada semua pihak atas polemik yang terjadi di sini. Ke depan kami akan mengevaluasi program ini, memperbaiki diri, serta menerima saran dan kritik dari pihak mana pun,” katanya.

Namun DPRD tetap meminta dapur MBG Trimulyo ditutup dan diganti, serta berencana membawa kasus ini ke tingkat lebih tinggi.

Kasus Pesawaran jadi alarm keras: ketika negara alergi kritik, anak-anak yang paling dulu jadi korban. Padahal bantuan publik bukan hadiah kekuasaan, melainkan hak warga dan kritik adalah bagian sah dari demokrasi. (*)

You Might Also Like

Sambut Samba di Tengah: PSIS Akhirnya Punya Denilson

Pemprov: Jumat Boleh WFH, Kecuali Eselon 1 dan 2

Kelakuan Gokil AKBP Basuki: Lari Sambil Ketawa setelah ‘Hanya’ Dintuntut 5 Tahun Penjara

10 Pengemudi Profesional Indonesia Diberangkatkan ke Jepang, LPK Hiro: Peluang Kerja Menjanjikan

4 Kandidat Driver Bus Profesional JIDS LPK Hiro-LPK Kamisora Disambut Langsung Sacho Osaka Bus Jepang

TAGGED:alat bungkam kritikheadlinejatah mbgkritiklampungMBGorang tuapesawaransppg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Masuk SIPSS Nggak Bisa Pakai Jalan Pintas
Next Article Ilustrasi jambret beraksi dengan mengendarai sepeda motor. Nolong Istri yang Dijambret, Pria Sleman Malah Jadi Tersangka: Keadilan Lagi Error?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Banyak Utang, Eks Kepala Gudang Jual Susu Cimory Kedaluwarsa

Juni 8, 2026
Info

Proyek Tanggul Laut Semarang Udah Jalan, Mengapa Walhi Konsisten Mengkritik?

Maret 9, 2026
Para narapidana tampil pede dalam fashion show di aula Lapas Perempuan Semarang, Kamis (11/9/2025).
Hukum

Kala Napi Perempuan Lenggak-Lenggok di Runway Balik Jeruji

September 11, 2025
Daerah

Cek Kesehatan Gratis Dukung Generasi Emas 2045

Agustus 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bikin Geram! Orang Tua Kritik SPPG, Siswa di Lampung Tak Dikasih Jatah MBG Seminggu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?