Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ihram Bukan Gaya, Ini Aturan Penting yang Sering Disalahpahami
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ihram Bukan Gaya, Ini Aturan Penting yang Sering Disalahpahami

Dalam praktiknya, aturan ihram bagi laki-laki memang cukup tegas. Salah satu yang paling utama adalah larangan memakai pakaian berjahit yang mengikuti bentuk tubuh, termasuk celana dalam.

Nugroho P.
Last updated: April 22, 2026 8:03 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi baju ihram.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bayangkan suasana panas di Mekkah, lautan manusia bergerak mengelilingi Ka’bah, dan di tengah momen sakral itu muncul satu pertanyaan sederhana tapi bikin gelisah: boleh nggak sih pakai celana dalam saat ihram? Pertanyaan ini kelihatannya sepele, tapi nyatanya sering bikin jemaah pria, terutama yang baru pertama kali umrah atau haji, jadi overthinking.

Kondisi ini wajar, apalagi buat yang belum terbiasa memakai dua lembar kain ihram tanpa jahitan. Rasa khawatir soal kenyamanan, apalagi di area sensitif, sering muncul tiba-tiba dan bikin fokus ibadah jadi buyar.

Padahal, kalau tidak dipahami dengan benar, kesalahan kecil seperti ini bisa berdampak besar. Ibadah bisa jadi kurang sempurna, bahkan berpotensi kena denda yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.

Dalam praktiknya, aturan ihram bagi laki-laki memang cukup tegas. Salah satu yang paling utama adalah larangan memakai pakaian berjahit yang mengikuti bentuk tubuh, termasuk celana dalam.

Hal ini bukan sekadar tradisi, tapi punya dasar kuat dalam ajaran Islam. Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, Rasulullah SAW secara jelas melarang penggunaan pakaian tertentu saat ihram.

Larangan tersebut mencakup baju, celana, penutup kepala, hingga pakaian lain yang dijahit mengikuti bentuk tubuh. Tujuannya bukan untuk mempersulit, tapi justru menyederhanakan.

Ihram mengajarkan kesetaraan. Semua orang, tanpa melihat status sosial, jabatan, atau latar belakang, tampil sama di hadapan Allah SWT.

Dengan melepas pakaian sehari-hari dan menggantinya dengan kain sederhana, ada pesan kuat tentang kerendahan hati dan kepasrahan total dalam ibadah.

Meski begitu, di lapangan banyak jemaah yang masih ragu. Rasa tidak nyaman sering jadi alasan utama kenapa aturan ini dipertanyakan.

Beberapa bahkan tergoda untuk tetap memakai celana dalam demi alasan praktis. Padahal, jika dilakukan dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan, ada konsekuensi yang harus ditanggung.

Dalam ilmu fikih, pelanggaran ini masuk kategori larangan ihram. Konsekuensinya bukan sekadar teguran, tapi juga kewajiban membayar dam.

Dam sendiri bisa berupa menyembelih kambing, memberi makan fakir miskin, atau berpuasa selama beberapa hari, tergantung kondisi dan pilihan yang diambil.

Artinya, keputusan kecil soal pakaian bisa berdampak pada kewajiban tambahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Namun, Islam juga tidak menutup mata terhadap kondisi tertentu. Jika ada alasan medis yang benar-benar mendesak, ada keringanan yang bisa dipertimbangkan.

Meski begitu, tetap ada aturan yang harus diikuti. Jadi bukan berarti bebas sepenuhnya tanpa konsekuensi.

Di sisi lain, rasa tidak nyaman sebenarnya bisa diatasi dengan beberapa cara sederhana tanpa harus melanggar aturan ihram.

Salah satu yang paling penting adalah memastikan kain ihram terpasang dengan benar dan kuat. Di sinilah fungsi sabuk ihram jadi krusial.

Sabuk ini membantu menjaga kain tetap di posisi, sehingga tidak mudah bergeser saat berjalan atau saat berdesakan dengan jemaah lain.

Selain itu, menjaga kondisi kulit juga penting. Gesekan di area paha sering jadi sumber masalah saat berjalan jauh.

Solusinya, gunakan pelembap tanpa aroma untuk mengurangi risiko lecet. Ini aman selama tidak mengandung wewangian yang dilarang saat ihram.

Teknik melilit kain juga punya peran besar. Lipatan yang tepat bisa membantu sirkulasi udara dan membuat gerakan jadi lebih leluasa.

Dengan teknik yang benar, kain tidak akan terlalu menempel ke kulit, sehingga rasa gerah bisa diminimalkan.

Persiapan seperti ini mungkin terdengar sepele, tapi dampaknya besar terhadap kenyamanan selama ibadah berlangsung.

Karena pada akhirnya, tujuan utama ihram bukan sekadar mengikuti aturan, tapi juga menjaga kekhusyukan dalam beribadah.

Ketika tubuh terasa nyaman, pikiran jadi lebih tenang. Dan saat pikiran tenang, ibadah bisa dijalani dengan lebih fokus.

Jadi, jawaban dari pertanyaan yang sering muncul itu sebenarnya sudah jelas. Memakai celana dalam saat ihram bagi laki-laki memang tidak diperbolehkan.

Daripada mengambil risiko melanggar aturan, lebih baik mempersiapkan diri dengan benar sejak awal.

Dengan begitu, perjalanan ke tanah suci bukan hanya jadi pengalaman spiritual, tapi juga berjalan lancar tanpa beban pikiran.

Pada akhirnya, memahami aturan ihram dengan benar adalah bagian dari menghormati ibadah itu sendiri, bukan sekadar mengikuti kewajiban. (*)

You Might Also Like

Jalur KA Bumiayu Sudah Normal Lagi, Gerbong Kereta Bangunkarta Anjlok Dievakuasi

Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat

Sudah Berlaku! Seks di Luar Nikah dan Living Together Bisa Bikin Masuk Penjara

Forsan Jateng Mau Bikin Pesantren Makin Aman

Rotasi Hangat PBNU Kian Ramai di Tengah Arah Baru Organisasi. Gus Ipul Kena Geser

TAGGED:baju ihramihram
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KDMP Beromzet Sebulan Rp60 Juta, Ketuanya Gak Cuan Sama Sekali!! Apes Bos
Next Article Gelombang Haji Jateng Mulai Bergerak, Kloter Berangkat Tanpa Transit

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BAYI KAPIBARA--Induk kapibara mengasuh dua anaknya yang belum lama lahir di Semarang Zoo. (ist)

Semarang Zoo Punya Penghuni Baru, Dua Anakan Kapibara Lahir

Sekretaris Jenderal DPN Peradi SAI, Patra M. Zen (tengah), didampingi Ketua Peradi SAI Kota Semarang (kanan), berbicara kepada wartawan usai mengisi seminar rangkaian Muscab di Semarang, Sabtu (6/6/2026). (ist)

Sekjen Peradi SAI: Advokat Jangan Cuma Cari Duit, Warga Miskin Juga Dibela

TERPILIH AKLAMASI - Sari Yuliati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kosgoro dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026, di Merlin Park, Jakarta.

Saleh Ucapkan Selamat! Sari Yuliati Resmi Secara Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957

AKRAB - Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri bersama GKR Hemas, Butet Kartaredjasa, dan Rano Karno, menikmati pameran seni rupa Mata Hati Soekarno, di Le Gareca Space, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).

Megawati-GKR Hemas Buka Pameran Mata Hati Soekarno: “Jangan Warisi Abunya, Warisi Apinya”

Cicipi MBG Bareng Siswa, Prabowo Serap Cerita Sekolah Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Duit RT Rp25 Juta Bikin Senyum, Tapi Cairnya Bikin Deg-degan

Februari 26, 2026
Info

Lebaran 2026 Diprediksi Kapan? Jadwal Libur Panjang Mulai Terbaca

Maret 7, 2026
Info

Aduh! Jateng Nggak Santai, Lagi Terik-teriknya Gaes

Oktober 17, 2025
Olahraga

Dari Bumi Soedirman Menuju Medali, 73 Atlet Muda Purbalingga Siap Bertarung di Semarang

Juni 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ihram Bukan Gaya, Ini Aturan Penting yang Sering Disalahpahami
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?