Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekolah Rakyat Dikritik, Mensos Bilang Siap Berbenah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Sekolah Rakyat Dikritik, Mensos Bilang Siap Berbenah

Nugroho P.
Last updated: Juli 26, 2026 12:17 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Ipul
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Program Sekolah Rakyat tak hanya mendapat dukungan, tetapi juga pengawalan dari masyarakat sipil. Pemerintah pun mengaku terbuka menerima kritik agar program pendidikan bagi keluarga kurang mampu itu berjalan lebih baik.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, masukan yang disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW) akan dijadikan bahan evaluasi. Menurutnya, kritik yang disertai data justru membantu pemerintah memperbaiki tata kelola program.

Ia mengatakan, seluruh rekomendasi yang disampaikan ICW diterima dengan sikap terbuka. Pemerintah, kata dia, membutuhkan pengawasan dari berbagai pihak agar kebijakan yang dijalankan tetap berada di jalur yang benar.

Gus Ipul menilai kritik berbasis data jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar tudingan tanpa dasar. Dari data tersebut, pemerintah bisa melihat celah yang perlu segera dibenahi.

Menurutnya, hasil evaluasi nantinya akan digunakan untuk memperkuat sistem pengadaan barang dan jasa. Tujuannya agar potensi penyimpangan maupun praktik korupsi bisa dicegah sejak awal.

Ia memastikan setiap masukan yang masuk tidak akan berhenti sebagai catatan semata. Kementerian Sosial berkomitmen menindaklanjuti berbagai temuan yang dinilai penting.

Langkah tersebut, lanjut Gus Ipul, juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar Sekolah Rakyat tetap berjalan sesuai tujuan awal yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Program itu dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan. Karena itu, pengelolaannya harus benar-benar akuntabel.

Di sisi lain, ICW menegaskan pengawasan yang dilakukan bukan untuk menghambat program pemerintah. Organisasi tersebut justru ingin memastikan anggaran publik digunakan secara tepat.

Pelaksana Tugas Koordinator ICW, Almas Sjafrina, mengatakan pihaknya akan terus memantau pelaksanaan Sekolah Rakyat, khususnya dalam aspek pengadaan barang dan jasa.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak masyarakat yang harus dikelola secara adil dan inklusif. Karena itu, setiap rupiah anggaran negara perlu dipastikan benar-benar memberi manfaat kepada peserta didik.

ICW berkomitmen melakukan kajian, pemantauan, hingga memberikan rekomendasi jika menemukan potensi persoalan dalam pelaksanaan program.

Harapannya sederhana, yakni mencegah terjadinya kebocoran anggaran sekaligus memastikan dana pendidikan dipakai sesuai peruntukannya.

Almas menilai pengawasan dari masyarakat sipil merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang sehat. Transparansi menjadi salah satu kunci agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Respons terbuka dari Kementerian Sosial pun dinilai menjadi sinyal positif. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Sekolah Rakyat ke depan.

Dengan pengawasan yang berjalan beriringan bersama evaluasi internal, program ini diharapkan tidak hanya sukses membuka akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, tetapi juga bersih dari praktik penyimpangan anggaran. (*)

You Might Also Like

224 Ribu Calon Siswa Lolos SPMB Jateng 2025

KPK Endus Pungli pada SPMB

Hafal Alquran Dapat Bonus Rp1 Juta

“Ta Pa Kalembingu”, Filosofi Orang Sumba yang Anggap Saudara Seperti Baju Sendiri

Doa Nabi yang Pernah Ditelan Paus Ternyata Sanggat Menggetarkan Hati

TAGGED:gus ipulmensossekolah rakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KONGRES NASIONAL - Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyambut baik pelaksanaan Kongres Nasional (Konas) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) tiga organisasi profesi kedokteran terkemuka di Indonesia, yang digelar selama tiga hari di Yogyakarta. (ist) Tiga Organisasi Kedokteran Gelar Kongres di Yogyakarta: Target Eliminasi Hepatitis pada 2030
Next Article Hingga Juni, 6.000 Anak Putus Sekolah di Bogor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi dapur MBG.

MBG Disorot, Belasan Siswa Mendadak Tumbang, Keracunan!

139 Anak Hidup dengan HIV, Edukasi Terus Digeber

Ilustrasi pelecehan dan kekerasan seksual. (grafis/tera).

Berawal MiChat, Pria di Banyumas Kini Jadi Tersangka

Bos Baru BGN Diuji Janji Benahi Program MBG

Hingga Juni, 6.000 Anak Putus Sekolah di Bogor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

April 26, 2026
Pendidikan

Mahasiswa Jangan Cuma Rapat: Taj Yasin Ajak Turun Tangan Beresin Masalah Sosial

Februari 10, 2026
Pendidikan

Rahasia di Balik Mandi Wajib, Bukan Cuma Soal Suci, Tapi Begini

September 17, 2025
Pendidikan

Jagung Unwahas Tinggal Nunggu Lampu Hijau

Januari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Rakyat Dikritik, Mensos Bilang Siap Berbenah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?