Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Purbalingga Dikepung 52 Bencana, Kerugian Rp1,3 Miliar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Purbalingga Dikepung 52 Bencana, Kerugian Rp1,3 Miliar

Nugroho P.
Last updated: November 1, 2026 1:36 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ISTIGHOZAH. Masyarakat Purbalingga melakukan doa bersama berharap dijauhkan dari berbagai macam bencana.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Cuaca yang mulai berubah setelah berbulan-bulan dilanda kekeringan ternyata membawa pekerjaan rumah baru bagi Kabupaten Purbalingga. Hingga 30 Oktober 2026, tercatat sudah ada 52 kejadian bencana dengan perkiraan total kerugian mencapai Rp1,3 miliar.

Contents
Hari Santri Jadi Momentum Mengenang Perjuangan UlamaDoa Bersama dan Pesan Menjaga Keselamatan Daerah

Ancaman bencana hidrometeorologi pun mulai menjadi perhatian pemerintah daerah. Masyarakat diminta tidak lengah menghadapi perubahan cuaca, terutama karena hujan yang mulai turun berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem.

Pesan kewaspadaan itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purbalingga, Suroto, saat mewakili Bupati dalam kegiatan Sima’an Al-Qur’an, Khotmil Qur’an, Istighosah, dan Pengajian peringatan Hari Santri 2026 di Pendopo Dipokusumo, belum lama ini.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Purbalingga, puluhan kejadian tersebut terdiri atas tanah longsor, cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, dan kebakaran. Akumulasi dampaknya diperkirakan menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp1,3 miliar.

Suroto mengajak masyarakat tetap bersyukur karena hujan akhirnya turun setelah hampir empat bulan Purbalingga menghadapi kekeringan. Namun, datangnya musim hujan bukan berarti warga bisa mengabaikan potensi bahaya.

Menurutnya, perubahan cuaca perlu disikapi dengan kesiapsiagaan bersama. Pemerintah dan masyarakat harus saling mengingatkan agar risiko bencana bisa ditekan.

“Oleh karenanya dalam Khotmil Qur’an dan Istighosah ini kita semuanya berdo’a memohon pertolongan Allah agar Kabupaten Purbalingga senantiasa diberikan keselamatan dijauhkan dari musibah serta masyarakatnya hidup aman tentram dan sejahtera,” katanya.

Hari Santri Jadi Momentum Mengenang Perjuangan Ulama

Selain mengajak masyarakat waspada bencana, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Suroto mengingatkan kembali peran besar kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan, salah satunya melalui Resolusi Jihad yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa.

“Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama melainkan bagian penting dari perjalanan Indonesia,” ujarnya.

Dia menegaskan, penghormatan terhadap perjuangan ulama dan santri tidak cukup hanya dilakukan lewat seremoni tahunan. Nilai perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Suroto juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kerja sama dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Purbalingga membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya pemerintah.

Doa Bersama dan Pesan Menjaga Keselamatan Daerah

Rangkaian peringatan Hari Santri diawali dengan Sima’an Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan Khotmil Qur’an yang dipimpin KH Masyhudi Munir Al-Khafidz, Pengasuh Ponpes Al Mushafiyyah Desa Karanganyar.

Selanjutnya, istighosah dipimpin Ahmad Muntaqo dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Acara kemudian ditutup dengan tausiyah oleh Kyai Sonhaji, pimpinan Panti Asuhan Al Khoerot Majasari, Bukateja.

Dalam ceramahnya, Kyai Sonhaji mengangkat pesan tentang pentingnya peran berbagai elemen dalam menjaga keselamatan suatu daerah. Dia mengutip pandangan mufasir Al-Qur’an, Imam Al-Qurthubi, mengenai empat kelompok yang memiliki peran penting.

Keempatnya yakni pemimpin yang menjalankan kewajibannya dengan baik, para alim yang mengajarkan kebaikan, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang menegakkan amar makruf nahi mungkar, serta perempuan yang menjaga aurat dan kehormatannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, serta sejumlah organisasi keagamaan, di antaranya PCNU, PD Muhammadiyah, dan LDII Kabupaten Purbalingga. (*)

You Might Also Like

Sri Mulyani Direshuffle, IHSG Langsung Goyang. Pasar Panik?

Pemkot Gaungkan Gerakan Selamatkan Heritage Maritim

Pigura Presiden dan Wapres, serta Mesin Cuci Sekolah Rakyat Jadi Gunem Panjang

Gerindra Dorong Revisi UU LLAJ, Danang Wicaksana: Harus Bisa Mengikuti Perkembangan Teknologi

Luthfi Minta Petani Tenang, Bawang Brebes Masih Primadona

TAGGED:bencanabencana alamberdoakerugian bencanapurbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Boikot Raffi Ahmad Meluas, Musisi dan UMKM Angkat Kaki
Next Article Adanya Putusan MA, Ganjar Tak Mau Berlarut: Tugas Pilpres Sudah Usai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).

PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

MA Batalkan Suket, Budi Arie Projo Tegaskan Gibran Gak akan Mundur

Kalah di Perak, Kota Semarang Harus Puas Jadi Runner-up Xiangqi Porprov 2026

Agustina Minta Semua Suara Warga Didengar: Jangan Cuma yang Paling Keras!

Jangan Abaikan! Ini 5 Perubahan Payudara Kena Kanker

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SINERGI - PLN Icon Plus tandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejari Gunungkidul tentang Bantuan Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.
Info

Jalin Sinergi Hukum dengan Kejari Gunungkidul, PLN Icon Plus Perkuat Tata Kelola Bisnis Digital

September 23, 2026
Terpidana korupsi, Martono (baju ungu) berjalan usai sidang di pengadilan. (bae)
Hukum

Nggak Terima Vonis Pengadilan, Penyuap Mbak Ita Semarang Ngelawan Lagi

Oktober 21, 2025
Sirkular

Nggak Mau Byar-Pet, KITB Disuntik 180 MW Energi Hijau

Februari 28, 2026
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Info

5.360 Anak Jadi Korban, Berikut 10 Kasus Keracunan MBG Terbaru: dari Bogor hingga Baubau

September 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Purbalingga Dikepung 52 Bencana, Kerugian Rp1,3 Miliar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?