Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pajak Kendaraan Jadi Andalan Jateng, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pajak Kendaraan Jadi Andalan Jateng, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal

T. Budianto
Last updated: Oktober 26, 2026 4:30 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Pengamat kebijakan publik Universitas Diponegoro (Undip), Yoga Putra Prameswari. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pendapatan Pemprov Jateng masih bergantung pada pajak kendaraan bermotor. Padahal, masih ada masyarakat yang tidak membayar pajak motor, sehingga pemerintah perlu memperhatikan kepatuhan wajib pajak sekaligus mencari sumber pendapatan lain.

Pengamat kebijakan publik sekaligus dosen Universitas Diponegoro (Undip), Yoga Putra Prameswari, menilai ketergantungan pada pajak kendaraan berisiko bagi keuangan daerah.

Pada 2026, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menyumbang sekitar Rp4,58 triliun atau 36,67 persen dari total pajak daerah Jateng. Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menyumbang Rp2,13 triliun atau 17,04 persen. Jika digabungkan, kontribusinya mencapai 53,71 persen.

Baca juga: Bapenda Jateng: Stiker Penunggak Pajak Bukan Kebijakan Pemprov

“Ketergantungan ini mengandung risiko fiskal jangka menengah. Oleh karena itu, diversifikasi sumber pendapatan menjadi kebutuhan yang mendesak,” kata Yoga, Senin (26/10/2026).

Menurut dia, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan potensi pajak lain tanpa semata-mata menaikkan tarif yang bisa menambah beban masyarakat. Salah satunya melalui Pajak Air Permukaan (PAP), yang dikenakan atas pengambilan atau pemanfaatan air dari sungai, danau, dan waduk.

“Optimalisasi pajak ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga dapat berfungsi sebagai instrumen pengendalian eksploitasi sumber daya air,” ujarnya.

Rokok Ilegal

Potensi lainnya berasal dari Pajak Alat Berat, terutama di daerah dengan aktivitas konstruksi dan pertambangan yang tinggi. Yoga juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal yang berpotensi menyebabkan kebocoran penerimaan pajak rokok.

Yoga menambahkan, peningkatan penerimaan pajak harus diikuti dengan perbaikan pelayanan publik. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan manfaat dari pajak yang dibayarkan.

Baca juga: Relaksasi Pajak Kendaraan, Jateng Bidik Tambahan Duit Rp200 Miliar

“Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap peningkatan penerimaan pajak diikuti dengan peningkatan kualitas layanan publik, sehingga tercipta hubungan timbal balik yang baik antara pemerintah dengan masyarakat,” sarannya.

Pada akhirnya, pekerjaan rumah Pemprov Jateng bukan sekadar membuat masyarakat lebih patuh membayar pajak kendaraan. Pemerintah juga perlu membuktikan bahwa sumber pendapatan bisa lebih beragam dan uang yang terkumpul kembali kepada warga melalui layanan publik yang makin baik.

Jangan sampai urusan pajak selalu lancar saat menagih, tetapi manfaatnya terasa seperti kendaraan yang kehabisan bensin: jalan di tempat. (bae)

You Might Also Like

Biaya Mahal Bukan Alasan, Pilkada Lewat DPRD Tanda Elite Mulai Takut Rakyat Kritis

Bandingnya Kandas, Aipda Robig Masih Ngotot Mau Kasasi?

MaTA Kritik ‘Uang Lelah’ TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?

Awan Diatur, Doa Jalan: Jateng ‘Ngoprek’ Cuaca Sampai 20 Januari

Polisi Penyiksa Istri Terancam Dipecat! Aiptu Nurudin Jalani Sidang Etik

TAGGED:bapenda jatengheadlinepajak daerahpajak kendaraanpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIAGA MOTOGP - PLN Icon Plus menyiagakan personel dan infrastruktur digital untuk mendukung operasional sistem kelistrikan PLN selama perhelatan MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dukung Operasional Kelistrikan MotoGP Mandalika, PLN Icon Plus Siagakan Infrastruktur Digital
Next Article ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

Pajak Kendaraan Jadi Andalan Jateng, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal

SIAGA MOTOGP - PLN Icon Plus menyiagakan personel dan infrastruktur digital untuk mendukung operasional sistem kelistrikan PLN selama perhelatan MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dukung Operasional Kelistrikan MotoGP Mandalika, PLN Icon Plus Siagakan Infrastruktur Digital

Modal Pedagang Bisa Tersendat Jika Proses Pencairan QRIS Lamban

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

PWI Jateng Ganti Nahkoda, Tanpa Ribut-Ribut

Oktober 18, 2025
Politik

Kandang Banteng Ganti Nahkoda, Berikut Susunan Pengurus DPD PDIP Jateng Terbaru

Desember 28, 2025
Ekonomi

Jangan Sampai Nyangkut, Pemprov Jateng Buka Posko THR

Maret 4, 2026
Info

Kota Lama Sudah Glow Up, Tapi Masih Sepi Nyawa

April 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pajak Kendaraan Jadi Andalan Jateng, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?