Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Rancang Ekosistem Industri Halal, Investor Luar Daerah Dibidik
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jateng Rancang Ekosistem Industri Halal, Investor Luar Daerah Dibidik

Label halal ternyata baru garis start. Jateng kini mulai merancang ekosistem industri halal yang diharapkan tak hanya memperkuat produk lokal, tetapi juga membuka pintu investasi dan menarik pelaku industri dari luar daerah.

T. Budianto
Last updated: Oktober 4, 2026 1:12 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMBUTAN WAGUB: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan pada acara Sharia Economic Leaders Forum (SELF) Jateng 2026 di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Jateng mulai menyiapkan konsep kawasan industri halal. Rencana ini tidak sekadar mengejar banyaknya produk berlabel halal, tetapi diarahkan menjadi ekosistem bisnis yang bisa mendatangkan investasi baru ke provinsi ini.

Rencana tersebut disampaikan Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen di sela Sharia Economic Leaders Forum (SELF) Jateng 2026 di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026).

Taj Yasin mengatakan, pembentukan kawasan industri halal masih dalam tahap pembahasan bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta para pegiat ekonomi syariah.

Pembahasan lintas sektor ini dinilai penting agar kawasan yang nantinya dibentuk tidak sekadar menjadi lokasi produksi, tetapi benar-benar memiliki ekosistem bisnis yang mampu menarik industri dari luar Jawa Tengah. “Jangan sampai kita hanya membangun kawasan, tetapi industrinya tidak masuk. Karena itu, ekosistemnya harus kita siapkan bersama,” kata Taj Yasin.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, ekonomi syariah memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar industri dan produk halal. Pariwisata dan kuliner juga dinilai punya ruang besar untuk masuk dalam ekosistem tersebut.

Baca juga: Pemprov Dorong MES Jateng Gerakkan UMKM

Jateng, kata dia, telah mendapat apresiasi dari wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, terkait layanan yang dinilai ramah bagi wisatawan muslim. Potensi tersebut kemudian diarahkan menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi daerah.

Terlebih, penguatan ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim masuk dalam arah pembangunan Jawa Tengah pada 2027. Konsep yang didorong bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, tetapi juga memastikan uang yang dibelanjakan wisatawan ikut mengalir ke pelaku usaha lokal.

Rantai ekonominya bisa menyentuh berbagai sektor. Mulai kuliner, fesyen, pariwisata, industri kreatif hingga usaha mikro dan kecil. “Tenaga baru ini harus benar-benar menambah sinergi antara Pemprov dengan masyarakat ekonomi syariah yang sudah terbangun dengan baik ini,” ujarnya.

Taj Yasin juga berharap kepengurusan baru MES Jateng dapat memperkuat kerja sama dengan pemerintah. Apalagi, banyak anak muda yang sudah memiliki pengalaman di bidang industri, ekspor-impor, ekonomi hingga fesyen.

Potensi tersebut dinilai bisa menjadi energi baru untuk memperluas pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.

Ambil Peran

Sementara itu, Ketua Umum MES Jateng, Rezza Arief Budy Artha mengatakan, kepengurusan MES periode 2026-2031 ingin mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi Jateng.

Salah satu fokus yang dibidik adalah penguatan ekspor. Karena itu, isu koperasi ekspor menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam SELF Jateng 2026.

Menurut Rezza, ekonomi syariah tidak semestinya hanya berputar di sektor keuangan. Potensinya jauh lebih lebar karena bisa masuk ke berbagai aktivitas ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca juga: Jateng Jadi “Anak Kesayangan” Pusat Soal Halal

MES Jateng mengusung tema ekonomi syariah yang inklusif, progresif, dan inovatif. Kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat juga akan diperluas agar kontribusinya terhadap perekonomian Jateng semakin besar.

“Jadi, semua masyarakat Jateng, siapa pun Anda, apa pun background-nya, apa pun latar belakangnya, kita mari sama-sama berkolaborasi mengembangkan ekonomi di Jateng,” ujarnya.

Rezza menambahkan, generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam agenda tersebut. Anak muda Jateng dinilai punya ruang luas untuk masuk ke berbagai sektor, mulai industri kreatif, perdagangan, teknologi, fesyen hingga ekspor. Jika konsep kawasan industri halal benar-benar terwujud, tantangannya tentu bukan berhenti di papan nama atau sertifikat halal.

Sebab, label halal boleh selesai dalam satu dokumen. Tapi mendatangkan investor, mengisi kawasan dengan industri, menemukan pasar ekspor, sampai memastikan UMKM ikut menikmati hasilnya, itu cerita yang jauh lebih panjang. Jangan sampai kawasan halalnya sudah megah, tapi yang ramai justru spanduk peresmiannya. (tebe)

You Might Also Like

Tanggal 27 September 2025: Fenomena Matematika Paling Gokil Abad Ini

Sumur Pertamina di Subang Bocor dan Meledak, Dua Pekerja Jadi Korban

Seni dan Tradisi, Jalan Sunyi Membentuk Karakter Bangsa

Soal Hantavirus, Puan Minta Pemerintah Transparan

Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang

TAGGED:ekonomi syarihaheadlineindustri halalMES jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bappeda Jateng) Yusmanto. Sayung Masuk Prioritas Giant Sea Wall Sepanjang 298 Km
Next Article Pexi Jateng Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Xiangqi Asia 2028

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Minggu Pagi, Asap TPA Jatibarang Masih Kepung Kawasan Industri Candi

Warga Binaan Lapas Purwodadi Dilatih Otomotif

BSU Rp900 Ribu Cair Sekaligus Kuartal IV 2026

Drone Thermal Brimob Bongkar Titik Panas TPA Jatibarang

Pexi Jateng Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Xiangqi Asia 2028

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Jumat WFH, Dinas Dipangkas, ASN Jateng Diajak Lebih “Hemat Mode”

April 6, 2026
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati

Mei 6, 2026
Ekonomi

Jateng Serius Garap Wisata Ramah Muslim

Agustus 14, 2026
Olahraga

Ju-jitsu Panas di Kudus, Ratusan Atlet Unjuk Kemampuan

Oktober 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Rancang Ekosistem Industri Halal, Investor Luar Daerah Dibidik
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?