Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahfud MD Sorot Prabowo: Ada Sesuatu yang Menyandera, Tidak Berdaulat sebagai Presiden
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Mahfud MD Sorot Prabowo: Ada Sesuatu yang Menyandera, Tidak Berdaulat sebagai Presiden

R. Izra
Last updated: September 22, 2026 1:17 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Pakar hukum tata negara Mahfud MD.
Pakar hukum tata negara Mahfud MD.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Pakar hukum tata negara Mahfud MD menyoroti kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mahfud menilai, ada sesuatu yang menyandera Prabowo, sehingga tidak berdaulat sebagai Presiden.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD kembali melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kini, Mahfud menyoroti lemahnya koordinasi pemerintah hingga mempertanyakan seberapa besar kendali Prabowo dalam menjalankan roda pemerintahan.

Mahfud menilai terdapat jarak antara pidato Presiden Prabowo dengan pelaksanaan kebijakan di lapangan. Menurutnya, sejumlah kebijakan justru berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang kuat. Berbeda dengan yang disampaikan Presiden dalam pidatonya.

“Sekarang saya percaya pada pendapat banyak orang bahwa dia tidak berdaulat sebagai presiden,” kata Mahfud dalam tayangan YouTube NOTASLIMBOY TV, dikutip Senin (21/9/2026).

Bacaaja: Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar
Bacaaja: Menakar Peluang Koaliasi Gerindra-PDIP pada 2029, Pengamat: Cukup Terbuka, Bisa Muncul Tiga Poros

Mahfud bahkan menyebut ada sesuatu yang membuat Prabowo tidak sepenuhnya leluasa dalam menjalankan pemerintahan. Namun Mahfud tak menyebut sesuatu yang menyendera, hingga membuat Presiden tak leluasa.

“Ada sesuatu yang menyandera dia. Pidato-pidatonya kan selalu bagus, tapi pelaksanaannya ya asal jalan saja, jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Kritik Mahfud tidak hanya diarahkan kepada Presiden. Ia juga menyoroti kinerja sejumlah menteri yang dinilainya belum cukup responsif dalam menjalankan tugas.

Menurut Mahfud, kondisi tersebut berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Ia menilai para menteri pada periode lalu lebih sigap ketika menghadapi persoalan di kementerian masing-masing, termasuk saat harus memberikan penjelasan kepada publik.

Sementara dalam pemerintahan Prabowo, Mahfud melihat sebagian menteri cenderung pasif. Akibatnya, koordinasi pemerintahan dinilai tidak berjalan secara terpusat dan kebijakan berpotensi bergerak dengan arah masing-masing.

Persoalan tersebut kemudian dikaitkan Mahfud dengan penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi.

Ia menilai penanganan perkara korupsi masih berpotensi dipengaruhi oleh hubungan politik dan kepentingan tertentu. Menurutnya, tidak semua perkara ditangani dengan tingkat ketegasan yang sama.

“Mau memberantas korupsi ya pilih-pilih juga. Yang sudah jelas ada indikasi, karena dianggap punya jasa politik, punya pelindung politik, dan kedekatan politik, itu tidak ditindak kecuali sudah sangat terpaksa,” tegas Mahfud.

Pernyataan tersebut menunjukkan kekhawatiran Mahfud terhadap independensi penegakan hukum di tengah relasi politik kekuasaan.

Kendati demikian, tudingan mengenai adanya pihak yang disebut dapat “menyandera” Presiden merupakan pandangan Mahfud yang disampaikannya dalam siniar tersebut. Ia tidak menjelaskan secara spesifik siapa pihak yang dimaksud.

Kritik Mahfud pada akhirnya menyoroti tiga persoalan utama dalam pemerintahan Prabowo: koordinasi antarkementerian, efektivitas pelaksanaan kebijakan, dan konsistensi pemberantasan korupsi.

Jika koordinasi pemerintah terus lemah, jarak antara janji dan pelaksanaan kebijakan berpotensi semakin lebar. Pada titik itulah, kemampuan Presiden memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu arah menjadi salah satu tantangan terbesar pemerintahan Prabowo. (*)

You Might Also Like

Dulu Bilang KDMP Tak Bebani Keuangan Negara, Sekarang Purbaya Akui Utang Kopdes Dibayar APBN

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Ketika Rival Jadi Penyelamat, Istri Bos Persela Nakhodai PSIS

Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

Pilgub 2029 Telan Rp1,2 Triliun, Jateng Sisihkan Dana dari Sekarang

TAGGED:berdaulatheadlinemahfud mdPrabowopresiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article China Uji Kebun Antariksa, Bulan Jadi Target
Next Article Full Tank Bikin Boros? Ini Hitungan Ahli BRIN

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

AI Bikin TPS di Semarang Bisa Dipantau 24 Jam, Agustina Panen Dua Penghargaan Nasional

DHAUP AGENG - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Dhaup Ageng di Puro Mangkunegaran Solo, Sabtu (7/11/2026). (foto dipertajam dengan AI)

Jokowi, Gibran, hingga Kaesang Hadiri Dhaup Ageng Mangkunegaran

TERIMA PENGHARGAAN: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng (kedua dari kiri) menerima penghargaan pada Anugerah Cita Negeri 2026. (ist)

Semarang Boyong 3 Penghargaan dalam Sepekan: dari Kota Aman hingga Inovasi Sampah

SAMPAIKAN KETERANGAN - Kapolres Sukoharjo AKBP Indra Maulana Saputra menyampaikan keterangan pers di Mapolda Jateng, Sabtu (7/11/2026), terkait penangkapan buronan tersangka pembakar mi babi di Sukoharjo.

Buronan Otak Pembakar Mi Babi Ditangkap, Diduga Pemilik Ponpes Putri Hamalatul Quran Sukoharjo

PENUMPANG KERETA: Pengguna jasa kereta api berjalan menuju pintu keluar stasiun setelah kereta yang mereka tumpangi berhenti di Stasiun Semarang Poncol. (ist)

Liburan Akhir Tahun Ada Diskon 30 Persen untuk Tiket Kereta Api, Buruan Jangan Kehabisan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

30 Ribu Rumah di Jateng Bakal Dibedah Tahun Ini

Mei 9, 2026
TANTANG JAKSA--Terdakwa Gus Yazid menantang jaksa memeriksa Pangdam Dedi Suryadi dalam sidang TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (8/6/2026). (bae)
Hukum

“Berani Gak?” Gus Yazid Tantang Jaksa Periksa Pangdam Jaya Letjen Dedi

Juni 8, 2026
Hukum

Dari Salah Jalan ke Cinta Tanah Air, Napiter Cipinang Rayakan Kemerdekaan

Agustus 17, 2025
Ribuan petani berbondong-bondong membawa hasil panen dalam gelaran kawasan Nyadran Ageng Bhumi Phala di Rest Area Kledung, Sabtu (2/5/2026).
Unik

Nyadran Ageng Bhumi Phala, Eskpresi Syukur dan Cinta Kasih Petani Temanggung kepada Alam

Mei 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahfud MD Sorot Prabowo: Ada Sesuatu yang Menyandera, Tidak Berdaulat sebagai Presiden
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?