Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?

R. Izra
Last updated: September 16, 2026 12:27 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist)
PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) mengamankan 17 orang, baik dari pejabat negara maupun pihak swasta.

OTT KPK di Bogor terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).

KPK menyebut, dari sejumlah tersangka, 4 orang di antaranya merupakan orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Bacaaja: KPK Sebut Fahd Arafiq Residivis Korupsi, Tampung Uang Haram ATR/BPN
Bacaaja: OTT KPK di Bogor: Presdir Summarecon dan Anak Buah Nusron Ditangkap, Puluhan Koper Uang Disita

Dalam perkara ini, KPK turut menyita uang tunai dan valuta asing dengan total sekitar Rp106,3 miliar pada Senin (14/9/2026).

Uang tersebut ditemukan dalam sekitar 20 koper, kardus, boks, dan sejumlah wadah lainnya. Salah satu lokasi penemuan uang disebut berada di kediaman mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto alias Gus Arif di kawasan Cibubur.

Nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ikut menjadi sorotan dalam perkara ini. Sejumlah laporan media menyebut Gus Arif diduga mengaku kepada penyidik bahwa uang yang ditemukan di kediamannya merupakan milik Nusron.

Namun, informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi KPK sebagai fakta mengenai kepemilikan uang. Kementerian ATR/BPN juga belum memberikan penjelasan rinci mengenai kabar tersebut.

Yang sudah disampaikan KPK, empat dari delapan tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB disebut sebagai pihak yang diduga merupakan orang kepercayaan Nusron.

Empat orang yang disebut KPK sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid adalah:

  1. Arif Sugiyanto alias Gus Arif;
  2. Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq;
  3. Erwin, pihak swasta;
  4. Muhammad Fakhri, pihak swasta.

“Diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Saudara NW,” kata Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein, Selasa (15/9/2026).

Delapan orang jadi tersangka

Selain empat nama tersebut, KPK menetapkan empat tersangka lainnya. Mereka yakni Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta pihak swasta Rizal Pahlevi.

Sebelumnya, KPK mengamankan 17 orang dalam OTT tersebut.

Saat OTT pertama kali diungkap, KPK menyebut uang yang diamankan masih dalam proses penghitungan dan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Setelah dihitung, totalnya mencapai sekitar Rp106,3 miliar dalam pecahan rupiah dan valuta asing. Jumlah tersebut menjadi salah satu barang bukti penting dalam penyidikan.

Namun, KPK masih harus mengurai dari mana uang tersebut berasal, untuk apa digunakan, dan siapa saja yang diduga menerima maupun menyerahkannya.

Peran Gus Arif dan Fahd masih didalami

KPK juga masih mendalami peran Arif Sugiyanto dan Fahd A Rafiq dalam perkara tersebut. Keduanya diduga menjadi ‘pengepul’ uang untuk NW. Diduga, peran serupa juga dimainkan oleh dua tersangka dari pihak swasta.

Arif menjadi sorotan karena sebagian uang ditemukan di kediamannya. Sementara Fahd juga diamankan dalam OTT dan keterangannya dibutuhkan untuk mengurai konstruksi perkara.

Sejumlah pemberitaan menyebut Arif diduga menjadi penghubung antara pihak tertentu di Kementerian ATR/BPN dengan pihak perusahaan. Namun, peran tersebut masih dalam proses penyidikan.

KPK juga membuka kemungkinan memanggil Nusron Wahid jika diperlukan untuk kepentingan penyidikan.

Untuk saat ini, asal-usul dan pemilik sebenarnya uang Rp106,3 miliar tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman KPK. Begitu pula dengan dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara HGB di Bogor. (*)

You Might Also Like

PHK Jangan Panik, Ini Jurus Pemprov Bikin Buruh Lebih Aman

Aksi Massa di Kejagung dan KPK: Tangkap Gus Yazid Sekarang Juga!

Akhir Tahun, Kapolri Tiba-tiba Minta Maaf, Ada Apa Ya?

Respons Istana soal Teror kepada Ketua BEM UGM: Enggak Tahu Siapa

Kades Ungkap Detik-detik Perampokan Rumah Juragan Sate di Boyolali, Satu Anak Tewas

TAGGED:bogorheadlinementeri atr/bpnnusron wahidorang kepercayaanOTT KPKtersangka
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist) 5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada
Next Article Ironi Gempa NTT! Korban Meninggal di Pengungsian Lebih Banyak daripada saat Kejadian

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Raffi Ahmad dan Willie Salim berfoto bersama di sela menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Oktober 2026.

Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Musisi hingga UMKM Ramai-ramai Boikot RANS Carnival

Kuliner legendaris Ayam Goreng Suharti.

Sejarah Kuliner Ayam Goreng Suharti: Dipisahkan Perceraian, Disatukan Keturunan

RUMAH MAKAN: Rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti di Krapyak, Kota Semarang. (ist)

Kabar Duka, Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Calon Kades

ILUSTRASI: Kereta api sedang melaju di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

Cara Batalkan Tiket Kereta Api via Aplikasi Tanpa Harus ke Stasium

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Semarang Ternyata Punya Sesar Aktif, Agustina Siapkan Jurus “Paku Bumi”

Agustus 24, 2025
KEPULAN ASAP - Asap masih mengepul di lokasi kebakaran TPA Jatibarang, Semarang, Senin (5/10/2026). (bae)
Info

Hari Ke-6 Kebakaran, Bara TPA Jatibarang Belum Juga Padam

Oktober 5, 2026
Daerah

Agustina: Pelayanan Publik Itu Kayak Tahu Gimbal, Enaknya Kalau Kompak

Oktober 4, 2025
Fokus

Persiapan MTQ Nasional di Semarang Dipastikan Sudah Matang

September 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?