Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kerja Keras Jokowi Besarkan PSI Sia-sia? Survei PPI Ungkap Hal Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Kerja Keras Jokowi Besarkan PSI Sia-sia? Survei PPI Ungkap Hal Ini

R. Izra
Last updated: September 7, 2026 8:47 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) safari politik untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) safari politik untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Safari politik Joko Widodo (Jokowi) gak ngefek alias tak berdampak banyak untuk mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Boleh jadi, Jokowi masih bisa menarik perhatian publik. Namun, perhatian publik tak otomatis bisa dikonversi jadi suara.

Masyarakat tahu, Jokowi melakukan safari politik untuk membesarkan PSI, tapi mereka tetap tak menjatuhkan pilihan politik pada partai berlambang gajah itu.

Bacaaja: Nasib PSI Jadi Ujian Pamor dan Kesaktian Politik Jokowi
Bacaaja: Partainya Keluarga Jokowi, Kaesang Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum PSI

Survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) justru menunjukkan hasil yang cukup menarik. PPI mencatat 37,1 persen responden mengetahui aktivitas politik Jokowi untuk PSI.

Akan tetapi dari kelompok yang tahu itu, hanya sekitar 13 persen yang mengaku tertarik bergabung atau memilih PSI.

Sementara itu, 34,8 persen menyatakan tidak tertarik. Kemudian 28,1 persen memilih bersikap biasa saja dan 24,2 persen tidak memberikan jawaban.

Artinya, nama besar Jokowi memang masih bisa menarik perhatian. Tapi soal mengubah perhatian menjadi dukungan politik, ceritanya beda.

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno mengatakan angka 13 persen tetap menunjukkan adanya peluang bagi PSI.

“Dari 37 persen masyarakat yang tahu kalau Jokowi bekerja untuk PSI ada sekitar 13 persen yang berpotensi memilih dan kemudian bergabung dengan PSI. Intinya ada potensi,” kata Adi dalam pemaparan survei PPI, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Temuan survei ini bisa menjadi alarm buat PSI. Safari politik Jokowi memang membuat PSI lebih banyak dibicarakan. Tetapi popularitas seorang tokoh tidak otomatis membuat partainya ikut disukai.

PSI tetap harus membangun daya tariknya sendiri. Mulai dari gagasan, kader, kerja politik, sampai isu yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Adi juga mengingatkan, angka 13 persen tersebut masih sebatas potensi. Realisasinya sangat bergantung pada kerja politik PSI ke depan.

“Namanya potensi itu ya bisa menjadi bagian dari PSI atau tidak menjadi bagian dari PSI. Sangat tergantung dengan kerja-kerja politik yang akan dilakukan oleh PSI di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Jadi, Jokowi mungkin bisa membuka pintu. Tapi apakah publik mau masuk, itu tetap bergantung pada PSI.

Sebab kalau kekuatan partai terlalu bertumpu pada satu figur, pertanyaan berikutnya jelas: seberapa kuat PSI kalau sorotan terhadap Jokowi mulai mereda?

Survei PPI dilakukan terhadap 1.200 warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, dan 120 desa/kelurahan.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh surveyor mahasiswa pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya memberi gambaran cukup jelas: Jokowi masih bisa mendatangkan perhatian, tetapi perhatian belum otomatis berubah menjadi suara untuk PSI.

Pada akhirnya, kerja politik Jokowi mungkin bisa membantu mengerek nama PSI. Namun untuk benar-benar mendongkrak elektabilitas, PSI tetap harus membuktikan dirinya sendiri. (*)

You Might Also Like

Viral! SD di Ende Mau Digusur Demi Kopdes Merah Putih, Alat Berat Dikawal Oknum TNI

Cuma 15 Desa di Jateng Berstatus Tertinggal, Pemprov: Sangat Tertinggal 0

Jalan Putus Dampak Longsor, BPBD Temanggung Antar-Jemput Siswa Sekolah

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

MK Nyatakan Tak Ada Bukti Gibran Punya Ijazah tapi Gak Bisa Memakzulkan, Kenapa?

TAGGED:hasil surveiheadlinejokowiparameter politik indonesiappiPSIsurvei
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Erupsi Anak Krakatau, Soetta Masih Tutup Pagi Ini
Next Article Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun, PVMBG Kasih Peringatan: Bukan Berarti Berhenti

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

CEK ADUAN: Petugas sedang mengecek aduan masyarakat yang masuk via situs laporsemar.semarangkota.go.id. (ist)

Pemkot Semarang Klaim Selesaikan Ribuan Aduan dari Penerangan hingga Jalan Rusak

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

Diduga Tipu Rp 380 Juta Bermodus PMB, Kuasa Hukum Desak Penyidikan

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Aktivis Semarang Diciduk: Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

November 28, 2025
Pendidikan

228 Ribu Siswa Lolos SPMB Jateng

Juni 23, 2026
MATA UANG - Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
Ekonomi

Cadangan Devisa RI Anjlok, Imbas Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah

Mei 9, 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Info

Detik-detik Purbaya ‘Dipecat’ Prabowo, Masih Pimpin Rapat hingga Telepon dari ‘Bapak’ Berdering

September 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kerja Keras Jokowi Besarkan PSI Sia-sia? Survei PPI Ungkap Hal Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?