Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Cuma Lomba, Peserta Kaligrafi MTQ Dibikin Betah di Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Bukan Cuma Lomba, Peserta Kaligrafi MTQ Dibikin Betah di Semarang

Delapan jam duduk serius mengejar garis demi garis kaligrafi tentu bukan perkara santai. Tapi peserta lomba kaligrafi MTQ Nasional XXXI 2026 mengaku punya satu alasan untuk tetap nyaman: venue adem, suasana cukup privat, dan panitia lokal yang ramah.

T. Budianto
Last updated: September 15, 2026 12:30 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
LOMBA KALIGRAFI: Peserta memoles detail karya seni kaligrafi pada MTQ XXXI Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Auditorium Imam Barjo Undip, Pleburan, Semarang, Senin (14/9/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG, BACAAJA- Lomba kaligrafi MTQ XXXI Tingkat Nasional 2026 di Jateng tak cuma menguji ketelitian peserta menyelesaikan karya. Kenyamanan venue dan pelayanan panitia lokal ternyata ikut mendapat perhatian.

Hal itu dirasakan peserta saat bertanding di Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro (Undip), Pleburan, Kota Semarang, Senin (14/9/2026). Pelaksanaan lomba tersebut juga sempat ditinjau langsung Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Peserta kaligrafi dekorasi putri dari DKI Jakarta, Pevi Diana, misalnya, harus menghabiskan waktu hingga delapan jam untuk menyelesaikan karya di atas media triplek. Waktu tersebut sudah termasuk jeda istirahat.

Persiapan pun dilakukan sejak dua hari sebelum lomba setelah makro soal diberikan kepada peserta. “Untuk kaligrafi dekorasi itu di triplek dengan waktu delapan jam, sudah termasuk istirahat,” katanya.

Baca juga: Usai Pembukaan MTQ, Simpang Lima Langsung Dibersihkan

Menurut Pevi, salah satu hal yang membuatnya nyaman adalah desain venue lomba yang cukup privat. Penonton tidak diperbolehkan masuk ke area perlombaan sehingga peserta bisa lebih fokus mengurus karya masing-masing.

“Untuk arena dan segala macamnya enak, nyaman. Ruang privasi lebih ada. Lebih terjaga,” ungkapnya.

Bukan cuma ruangan yang mendapat pujian. Pelayanan panitia lokal, terutama para liaison officer (LO), juga membuat Pevi merasa terbantu. Dia menyebut para LO cukup sigap menyiapkan kebutuhan transportasi. Mereka juga dinilai ramah selama mendampingi peserta.

“Asyik banget. Di mobil segala macam mereka langsung prepare dan ramah-ramah. Kalau mengantar ke mana-mana mereka selalu ramah, ngajak ngobrol,” jelasnya.

Pevi bukan wajah baru di ajang MTQ nasional. Sejak 2020, dia sudah mengikuti MTQ tingkat nasional di Padang, Sumatera Barat, kemudian Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Dari sejumlah keikutsertaan itu, dia pernah meraih juara harapan satu di Kalimantan Timur, juara harapan tiga di Kalimantan Selatan, serta masuk 10 besar saat tampil di Padang. Tahun ini targetnya pun naik kelas: menembus final dan membawa pulang juara pertama. “Semoga final dan juara satu tahun ini,” harapnya.

Berburu Kuliner

Namun, Pevi rupanya tak cuma membawa target juara dari Jakarta. Ada agenda lain yang sudah masuk daftar setelah lomba: jalan-jalan dan berburu kuliner Semarang.

Dia bahkan sudah mendapat referensi dari TikTok dan penasaran dengan bazar MTQ. “Jalan-jalan sih, karena sudah lihat di TikTok, cari-cari food-nya apa saja, terus tempat wisatanya. Pingin banget ke bazar MTQ untuk lihat apa saja yang ada di sana,” tuturnya.

Cerita serupa datang dari Andi Faiz Azizi, peserta cabang kaligrafi hias mushaf yang mewakili Papua Barat. MTQ XXXI menjadi pengalaman perdana Andi mengikuti kompetisi MTQ tingkat nasional. Datang ke Jateng juga menjadi pengalaman pertamanya.

“Saya sebagai cabang kaligrafi hias mushaf mewakili Provinsi Papua Barat. Ini yang pertama kali dan perdana mengikuti. Alhamdulillah, bisa berkontribusi dalam event ini. Tentunya sangat bersyukur dan sangat senang juga, karena baru pertama kalinya,” kata Andi.

Dia menilai venue lomba cukup luas dan nyaman. Kondisi ruangan yang sejuk serta suasana yang tidak terlalu bising dianggap pas untuk peserta kaligrafi yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Baca juga: 12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

“Tempatnya cukup luas dan nyaman. Pada umumnya kaligrafi itu tempat yang sejuk dan tidak terlalu berisik, dan saya rasa di sini cukup bagus dan efisien,” terangnya.

Begitu lomba selesai, Andi juga sudah punya agenda sederhana: jalan-jalan dan mencicipi makanan khas Jateng. Namun untuk saat ini, fokusnya masih satu. Menyelesaikan karya dan berharap hasilnya bisa membawa prestasi untuk Papua Barat.

“Jalan-jalan ke Jateng, mau coba jalan-jalan ke tempat wisata. Makanan khas sini sih mau,” imbuhnya. Setelah berjibaku menyelesaikan karya kaligrafi hias mushaf, Andi mengaku bersyukur karena tugasnya sudah dituntaskan.

“Alhamdulillah tadi sudah selesai karyanya. Insyaallah juara saja sih,” pungkasnya. Jadi, setelah delapan jam menatap triplek dan mengejar detail huruf, ternyata hadiah paling awal peserta bukan piala. Ada venue yang nyaman, LO yang ramah, plus daftar kuliner Semarang yang sudah mengantre. Tinggal satu yang belum pasti: juaranya. (tebe)

You Might Also Like

Bukan Sekadar Kompetisi, Christopherus Music School Cari Musisi Berkelas

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Kebijakan Pengolahan Sampah di Jateng Tuai Penghargaan

Mau Pindah ke Mobil Listrik? Jateng Bilang: Pajaknya Tetap Nol

TAGGED:agustina wilujengahmad luthfiheadlinemtq nasional 2026pemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi BPJS Kesehatan. BPJS Fokus Obati 144 Penyakit di Faskes Pertama
Next Article Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Wajib Tahu, Keracunan Makanan Anak Bisa Serang Saraf dan Ginjal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Raffi Ahmad dan Willie Salim berfoto bersama di sela menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Oktober 2026.

Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Musisi hingga UMKM Ramai-ramai Boikot RANS Carnival

Kuliner legendaris Ayam Goreng Suharti.

Sejarah Kuliner Ayam Goreng Suharti: Dipisahkan Perceraian, Disatukan Keturunan

RUMAH MAKAN: Rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti di Krapyak, Kota Semarang. (ist)

Kabar Duka, Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Calon Kades

ILUSTRASI: Kereta api sedang melaju di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

Cara Batalkan Tiket Kereta Api via Aplikasi Tanpa Harus ke Stasium

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Agustina Ajak Anak Semarang Berani Bersuara dan Lawan Perundungan

Juli 30, 2026
Info

Gerak Sunyi Nawal Yasin Bikin PAUD Jateng Naik Kelas

Februari 14, 2026
BERIKAN MAKANAN: Wisatawan memberikan makanan kepada sejumlah monyet di Goa Kreo, Gunungpati, Semarang, Jumat (29/5/2026). (dul)
Fokus

Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Mei 30, 2026
Ilustrasi aksi demonstrasi.. Polisi Tangkap 7 Pemilik Akun Medsos Diduga Provokasi Demo Ricuh. (grafis/tera).
Politik

Rakyat Selalu Bertaruh Nyawa saat Coba Bersuara, Jejak Demo Berdarah di Indonesia

September 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Cuma Lomba, Peserta Kaligrafi MTQ Dibikin Betah di Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?