BACAAJA, SOLO – Dua warga Solo menjadi korban hilang kapal tenggelam KM Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9).
Kedua korban adalah Ahda Dhiyaurrohman (19) dan Aldo Nurahmansyah (19) warga Kelurahan Gandekan, Jebres dan Kelurahan Kepatihan Wetan RT 06/RW 01, Kecamatan Jebres, Solo dan Kelurahan Gandekan, Jebres.
“Keponakannya saya berangkat ke Kalimantan merantau Jumat kemarin. Aldo berangkat bersama sejumlah temannya, ujar Paman Aldo Nurahmansyah (19), Suyono, Senin (14/9).
Suyono menyebut Aldo berniat bekerja untuk membantu kondisi ekonomi keluarganya. Aldo disebut sudah lama berusaha mencari pekerjaan dan dapat di luar Jawa.
Bacaaja: Dugaan Bully di MTs Pati, Dua Jari Siswa Hilang
Bacaaja: PFI dan AJI Solo Aksi Solidaritas Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Krakatau
“Aldo berniat bekerja merantau ke Kalimantan, membantu kondisi ekonomi keluarganya. Dapat kerjaan di kebun sawit. Dan pertama merantau terjadi musibah,” katanya.
Suyono menambahkan sempat bertemu Aldo sebelum keberangkatannya. Dia juga memberikan pesan kepada Aldo agar meminta doa restu kepada ibunya sebelum pergi merantau.
“Saya berharap Aldo dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, keluarga juga berusaha menerima apa pun yang menjadi kehendak Tuhan,” tandasnya.
Kerabat korban Ahda, mengatakan Ahda naik kapal merantau ke Kalimantan bekerja di perusahaan sawit sebelum kejadian. Sebelum kejadian sempat berpamitan dengan dirinya.
“Kami belum dapat kabar sampai sekarang, Ahda dimana. Pamitnya kerja mau merantau ke Kalimantan kerja di kelapa sawit,” ujar Saryanto.
Saryanto mengatakan Ahda sempat datang ke rumahnya pada Sabtu lalu untuk berpamitan.
“Pamit ke rumah saya Sabtu siang mau berangkat kerja merantau. Dia (Ahda) itu baru pertama kali pergi untuk bekerja ke luar daerah,” katanya.
Dia mengatakan mereka kerja di sawit Kalimantan karena diajak temannya. Sebelumnya kerja di rumah makan wilayah Palur, Karanganyar.
Pasca kejadian tersebut, kata dia, keluarga telah berupaya mencari informasi mengenai keberadaan Ahda. Mereka disebut telah berkomunikasi dengan kepolisian, termasuk Polres dan pihak di Tanjung Perak di Surabaya.
“Kami keluarga mencari update pencarian pada pihak terkait termasuk polisi hingga Tanjung Perak di sana,” katanya.
Dia mengaku komunikasi terakhir dengan Ahda terjadi pada saat di atas kapal melakukan video call dengan kerabatnya. Setelah itu, mendapatkan kabar tersebut. (*)

