Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Ingin Alun-Alun Kauman Jadi Pusat Budaya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Agustina Ingin Alun-Alun Kauman Jadi Pusat Budaya

Alun-Alun Masjid Agung Kauman kembali ramai dengan seni, anak-anak, dan geliat UMKM, Minggu, (13/9/2026). Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng ingin keramaian itu bukan cuma muncul saat ada acara, tetapi menjadi aktivitas budaya yang terus hidup dan ikut menggerakkan ekonomi warga.

T. Budianto
Last updated: September 14, 2026 3:25 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KAMPUNG QURAN: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menghadiri Nostalgia Dugderan dan Bazar Expo Kauman Kampung Quran yang menjadi bagian dari side event MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Minggu (13/9/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

SEMARANG, BACAAJA– Kawasan Alun-Alun Masjid Agung Kauman punya peluang lebih besar dari sekadar tempat menggelar acara. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong kawasan tersebut berkembang menjadi pusat budaya yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Gagasan itu disampaikan Agustina saat menghadiri Nostalgia Dugderan dan Bazar Expo Kauman Kampung Qur’an yang menjadi bagian dari side event MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Minggu (13/9/2026).

Pertunjukan seni, aktivitas anak-anak hingga bazar UMKM membuat kawasan yang selama ini lekat dengan tradisi Dugderan tersebut kembali menjadi ruang perjumpaan masyarakat.

Baca juga: MTQ Nasional Jadi Momen UMKM dan Wisata Semarang Unjuk Gigi

Menurut Agustina, suasana seperti itu seharusnya tidak hanya muncul ketika ada perhelatan besar. “Saya berharap suatu hari kita sampai pada titik di mana ada perhelatan budaya yang berkesinambungan di Alun-Alun. Kehadiran pusat budaya ini tentunya membuat roda perekonomian warga terus berputar,” ujar Agustina.

Salah satu yang menarik perhatian dalam Nostalgia Dugderan adalah keterlibatan anak-anak dalam pertunjukan seni, termasuk Tari Gado-Gado Semarang.

Bagi Agustina, proses latihan hingga tampil di panggung memiliki arti penting. Anak-anak tidak sekadar belajar gerakan tari, tetapi juga diperkenalkan pada budaya daerah sejak usia dini.

“Latihan menari bukan sekadar menggerakkan tubuh, melainkan harus menjiwai. Lewat wejangan para pelatih, anak-anak merasa tarian tersebut adalah bagian dari diri mereka,” katanya. Menurutnya, pengalaman tampil di hadapan tokoh masyarakat dan tamu dari berbagai daerah juga akan menjadi kenangan berharga bagi anak-anak.

“Apa yang anak-anak lakukan hari ini akan tercatat dalam sejarah perjalanan hidup mereka. Kelak saat dewasa, mereka akan mengingat indahnya kenangan masa kecil ketika menjadi pusat perhatian di panggung budaya kota ini,” tutur Agustina.

Pertemuan Tradisi

Nostalgia Dugderan pun menjadi semacam pertemuan antara tradisi dan generasi baru. Budaya yang selama ini menjadi identitas Kota Semarang ditampilkan berdampingan dengan kreativitas anak-anak dan aktivitas ekonomi warga. Bazar yang melibatkan pelaku UMKM di sekitar kawasan turut membuat kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai tontonan.

Keramaian di Alun-Alun Kauman juga menjadi kesempatan bagi kafilah MTQ Nasional XXXI dari berbagai daerah untuk mengenal lebih dekat budaya lokal Semarang.

Di sela agenda utama MTQ, para kafilah bisa melihat langsung tradisi Dugderan, pertunjukan seni dan aktivitas ekonomi masyarakat. Agustina berharap suasana tersebut dapat dipertahankan hingga seluruh rangkaian side event MTQ Nasional XXXI berakhir pada 18 September mendatang.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional

Ia bahkan membuka peluang adanya kolaborasi dan kegiatan tambahan agar kawasan tersebut tetap ramai dikunjungi. “Mari kita jaga bersama suasana ramai ini. Kita berikan ruang bagi anak-anak untuk menari, sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung ke Kota Semarang,” katanya.

Bagi Agustina, menjadikan Alun-Alun sebagai pusat budaya bukan sekadar perkara memperbanyak acara. Yang lebih penting adalah memastikan ruang tersebut terus punya kehidupan: menjadi tempat masyarakat bertemu, budaya tumbuh, anak-anak belajar, dan UMKM ikut bergerak.

Sebab, kalau Alun-Alun hanya ramai ketika ada acara, setelah panggung dibongkar yang tersisa biasanya cuma sampah dan kenangan. Agustina ingin ceritanya berbeda: panggung boleh berganti, tapi kehidupan di Alun-Alun jangan ikut berhenti. (tebe)

You Might Also Like

Final Soekarno Cup 2025: Adu Tajam Wawan vs Ade Ivan, Siapa Jadi Raja Gol?

Jateng Ngebut Siapkan Wisata Ramah Muslim

Rapikan Infrastruktur Jaringan di Yogyakarta, PLN Icon Plus Hadirkan Layanan Digital yang Semakin Andal

Puluhan Siswa SD di Solo Diduga Keracunan MBG, Pemkot Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Panik setelah Santap MBG, Banyak yang Tumbang Diduga Keracunan

TAGGED:agustina wilujengalun-alun semarangheadlinepemkot semarangSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua Tim Bidak Mutiara di Puncak Kejuaraan Catur Beregu
Next Article Dari Pena ke Layar, Kaligrafi MTQ Makin Ngegas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Detik-detik Purbaya ‘Dipecat’ Prabowo, Masih Pimpin Rapat hingga Telepon dari ‘Bapak’ Berdering

BERSIAP LOMBA - Tiga peserta MTQ Nasional Cabang Fahmil Qur'an dari Maluku Utara sedang menyiapkan diri untuk lomba, Senin (14/9/2026). Satu di antaranya adalah Saifullah, yang mengaku jatuh cinta akan indahnya Semarang. (dul)

Peserta MTQ Nasional dari Ternate Jatuh Cinta Keindahan Semarang

MENKEU BARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet lagi. Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle Kabinet, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)

Ponpes Abah Khan Tak Berizin, Perberat Tuntutan Hukuman Kiai Cabul Semarang

JUARA TURNAMEN--Tim dari SMAN 4 Semarang menerima sertifikat juara pertandingan Free Fire (FF) Battle Royale Mayoritas Tournament, Minggu (13/9/2026). (ist)

SMAN 4 Semarang Juara Turnamen Free Fire Battle Royale Mayoritas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo Respati Ardi susun road map pendidikan di Kota Bengawan, Rabu (4/2/2026).
Info

Road Map Pendidikan Solo 2026: Respati Perhatikan Kesejahteraan Guru dan Kualitas Sekolah

Februari 4, 2026
Info

Akhir Tahun Mau Liburan? Waspada, La Nina Siap Bawa Hujan Segedhe Gaban

Desember 11, 2025
Hukum

Keluarga Mozza Minta Luthfi Kawal Kasus Sampai Tuntas

September 7, 2026
Info

Fahri Dorong Sidang Etik Khusus Pejabat

Agustus 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Ingin Alun-Alun Kauman Jadi Pusat Budaya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?