BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 288.262 orang bersama-sama menyanyikan Mars MTQ dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam.
Aksi tersebut mencatatkan rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penyanyi Mars MTQ berasal dari berbagai lokasi dan mengikuti acara secara hybrid. Salah satu titik yang dipadati warga berada di kawasan Simpang Lima Semarang.
Warga tumpah ruah memenuhi kawasan tersebut. Mereka ikut bernyanyi bersama peserta lainnya yang berada di sejumlah titik, sehingga suasana pembukaan MTQ Nasional XXXI semakin meriah.
Ketua Umum MURI Prof Dr Jaya Suprana mempersembahkan piagam penghargaan untuk rekor tersebut. Ia menyebut jumlah peserta yang menyanyikan Mars MTQ mencapai 288.262 orang.
Baca juga: Semarang Unjuk Jati Diri di MTQ Nasional
“Rekor dunia Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia dianugerahkan dengan bangga kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, atas rekor Pemrakarsa Menyanyikan Mars MTQ secara hybrid oleh peserta terbanyak 288.262,” begitu tertulis dalam piagam.
Dengan jumlah tersebut, aksi menyanyikan Mars MTQ secara bersama-sama tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional. MURI mengukuhkannya sebagai rekor dunia.
Ide Menyanyi
Wali Kota Agustina mengatakan ide menyanyikan Mars MTQ secara massal tersebut berasal dari Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab. Persiapan aksi tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan siswa, ASN, guru dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.
Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Kanwil Kemenag Kota Semarang, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Bagian Kesra, dan FKUB Kota Semarang. Agustina menyebut penghargaan MURI tersebut dipersembahkan untuk para siswa dan guru yang ikut menyanyikan Mars MTQ.
“Saya persembahkan piagam Rekor Muri ini kepada anak-anakku siswa dan para guru yang menyanyi secara gegap gempita dan mewarnai keindahan pembukaan MTQ Nasional ke-31 tahun 2026,” katanya.
Baca juga: Bersolek buat MTQ, PKL Simpang Lima Diminta Geser
Agustina juga berterima kasih kepada Jaya Suprana yang melakukan penghitungan peserta secara langsung di tiga titik yang disiapkan Pemkot Semarang.
Biasanya kalau nyanyi bareng, yang paling susah justru menyamakan nada. Semarang malah menyamakan 288.262 suara sekaligus. Kalau urusan nyanyi saja bisa kompak sebanyak itu, tinggal satu pertanyaan: kapan urusan lainnya bisa ikut kompak? (bae)

