BACAAJA, SEMARANG- Keramaian pawai MTQ Nasional XXXI 2026 mulai terasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah sejak pukul 08.30 WIB. Anak-anak sekolah hingga orang tua sudah memadati kawasan untuk menyaksikan iring-iringan peserta.
Ramainya penonton juga menjadi peluang bagi PKL untuk mencari rezeki. Namun, sejumlah pedagang yang membuka lapak di sekitar jalur pawai harus bergeser.
Baca juga: Peta Pengalihan Sejumlah Jalan di Semarang saat Pawai dan Pembukaan MTQ Nasional
Salah satu PKL, Andi, mengaku hanya berjualan saat ada event. Ia mempertanyakan alasan lapaknya dipindahkan karena menurutnya tidak mengganggu jalannya pawai.
“Tempat ini masih longgar, enggak ganggu peserta, enggak ganggu jalan raya. Cuma dua jam saja, enggak lama-lama,” ujar Andi Sembari mengemasi lapaknya, Sabtu (12/9/2026).
Jalur Pawai
Petugas Satpol PP, Ivan, menjelaskan penataan dilakukan karena jalur pawai harus steril. Meski begitu, PKL tidak dilarang berjualan dan hanya diminta bergeser ke lokasi lain.
“Kita tidak melarang untuk berjualan, cuma menggeser saja supaya rute itu tetap kondusif,” kata Ivan. PKL yang berada di jalur pawai nantinya diarahkan bergeser ke kawasan sekitar Jalan Imam Bardjo SH.
Pawai harus jalan mulus, PKL juga harus tetap bisa cari fulus. Jadi solusinya bukan “dilarang jualan”, tapi “monggo geser dulu.” Demi rute steril, rezeki jangan sampai ikut disterilkan. (dul)

