Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mau Jajanan Pasar Jadi Mesin Ekonomi? Samuel Wattimena: Mulai dari Data!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Mau Jajanan Pasar Jadi Mesin Ekonomi? Samuel Wattimena: Mulai dari Data!

Punya banyak jajanan tradisional saja ternyata belum cukup untuk membuat Kampung Jajanan Pasar naik kelas. Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, langkah pertama yang justru paling penting bukan modal, kamera, atau pemasaran digital, melainkan satu hal yang sering dianggap sepele: data.

T. Budianto
Last updated: September 12, 2026 4:21 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
BIMTEK WISATA: Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena didampingi Kadisbudpar Kota Semarang, Indriyasari foto bersama peserta Bimtek Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Wisata di Kampung Jajanan Pasar, Bangetayu Kulon, Genuk, Kota Semarang, Sabtu, (12/9/2026). (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kampung Jajanan Pasar Bangetayu Kulon, Genuk, Kota Semarang dinilai punya potensi besar untuk berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal. Namun, potensi itu tidak akan maksimal kalau pemerintah dan masyarakat belum benar-benar tahu apa saja yang dimiliki kampung tersebut.

Menurut Samuel, pendataan harus dilakukan secara lengkap. Bukan hanya mencatat jenis jajanan pasar yang tersedia, tetapi juga resep, bahan baku, kandungan gizi, pelaku usaha hingga potensi ekonominya.

“Yang utama data,” tegasnya usai kegiatan Bimtek Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Wisata di Kampung Jajanan Pasar, Bangetayu Kulon, Genuk, Kota Semarang, Sabtu, (12/9/2026).

Ia menjelaskan, jajanan pasar merupakan bagian dari local wisdom yang sebenarnya punya banyak keunggulan. Bahan bakunya umumnya tersedia di sekitar masyarakat, cara pengolahannya relatif mudah, sekaligus bisa menjadi sumber penghasilan keluarga.

Baca juga: Ketika Sampah Tekstil Bicara: Perlawanan Sunyi Samuel Wattimena

Namun, di era sekarang, kekayaan kuliner tradisional itu perlu dilihat lebih detail. Termasuk memastikan kandungan gizinya sehingga makanan tradisional tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga benar-benar memiliki nilai gizi. “Resep itu kalau zaman sekarang harus di-breakdown lagi, ada gizinya apa nggak?” ujarnya.

Hal serupa berlaku untuk pendampingan UMKM. Pemerintah, menurutnya, tidak bisa menentukan bentuk bantuan kalau data pelaku dan kebutuhannya tidak jelas. Dengan data, bisa diketahui siapa pelakunya, berapa modal yang dibutuhkan, produk apa yang akan dikembangkan, hingga ke mana produk tersebut akan dipasarkan.

“Dari data kita tahu pelakunya siapa, pelaku ini membutuhkan dana berapa, apa yang akan dibikin, mereka mau memasarkan di mana,” kata politikus PDIP ini. Data tersebut juga membantu pemerintah menentukan bentuk dukungan yang lebih tepat. Jika target pasar sudah diketahui, kebutuhan modal dan strategi pengembangannya pun bisa dihitung dengan lebih realistis.

Hambatan Pengembangan

Ia menilai hambatan dalam pengembangan UMKM sebenarnya ada, tetapi sebagian masih tergolong minor. Yang lebih mendasar adalah memastikan pemerintah tahu apa yang memang harus dibantu. “Kalau saya pemerintah, saya akan bertanya, saya perlu memperhatikan apa? Apanya yang mau diperhatikan? Kembali ke data,” katanya.

Ia juga menyinggung persoalan kualitas data di Indonesia yang masih menjadi pekerjaan rumah. Menurutnya, penentuan kondisi ekonomi masyarakat tidak bisa hanya berdasarkan indikator yang terlihat dari luar. Rumah yang sudah berlantai keramik, misalnya, belum tentu menunjukkan pemiliknya sudah mampu secara ekonomi. Bisa saja kondisi tersebut terjadi karena adanya bantuan pemerintah.

Soal fluktuasi harga bahan baku yang kerap menghantam UMKM kuliner, ia menilai pelaku usaha juga perlu melihat kondisi dan kekuatan yang mereka miliki. Dukungan terhadap UMKM memang penting. Namun, masyarakat juga harus bijak menentukan kebutuhan. Ia mencontohkan keinginan membeli laptop atau kamera untuk menunjang pemasaran digital.

Menurutnya, sebelum membeli perangkat baru, pelaku UMKM sebaiknya memaksimalkan lebih dulu perangkat yang sudah dimiliki, termasuk telepon seluler. “Maksimalkan dulu hape yang mereka miliki,” ujarnya.

Baca juga: Samuel Wattimena: Stop Jalan Sendiri, Yuk Kolaborasi Biar Budaya Lokal Bisa Mendunia!

Digitalisasi juga tidak boleh sekadar ikut tren. Pelaku usaha harus memastikan kualitas produk yang akan dijual memang sudah baik sebelum sibuk memikirkan kemasan digital dan pemasaran. “Jangan selalu serba pingin mengikuti keberadaan sekarang tanpa melihat diri sendiri. Kekuatan diri sendiri, potensi diri sendiri,” katanya.

Ketika ditanya apa persoalan yang paling mendesak untuk dibenahi di Kampung Jajanan Pasar, apakah modal, bahan baku, pemasaran, atau legalitas, ia kembali pada jawaban yang sama. Yang pertama harus dilakukan adalah mengenali apa yang sudah dimiliki.

“Yang paling utama, mengetahui apa yang mereka miliki, introspeksi apa yang mereka mesti lakukan dengan apa yang mereka miliki, yang lain akan mengikuti,” pungkasnya.

Kampung Jajanan Pasar ternyata tidak selalu butuh kamera mahal untuk terlihat keren. Sebelum sibuk bikin konten, lebih baik tahu dulu: jajanannya apa, siapa yang bikin, gizinya bagaimana, dan duitnya bisa muter ke mana. Jangan-jangan yang selama ini kurang bukan potensi, tapi datanya. (tebe)

You Might Also Like

Pinjol Melejit Tajam, Utang Digital Tembus Rp100 Triliun

UU Perampasan Aset Dinilai Jadi Senjata Lawan Korupsi

Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung

Puan Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI yang Ditahan di Myanmar

Agustina Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

TAGGED:agustina wilujengDPR RIkomisi VII DPRpdippemkot semarangsamuel jd wattimena
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PAWAI TAARUF--Rombongan FKUB mengusung tema toleransi dengan menampilkan tokoh lintas agama di Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (bae) Pawai MTQ Tampilkan Toleransi, Semarang Tegaskan Rumah bagi Semua
Next Article Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ

Mau Jajanan Pasar Jadi Mesin Ekonomi? Samuel Wattimena: Mulai dari Data!

PAWAI TAARUF--Rombongan FKUB mengusung tema toleransi dengan menampilkan tokoh lintas agama di Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (bae)

Pawai MTQ Tampilkan Toleransi, Semarang Tegaskan Rumah bagi Semua

PAWAI MTQ--Mobil hias dari Provinsi Riau tampil dalam rangkaian pawai MTQ di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (bae)

Mobil Hias Kafilah MTQ Nasional di Semarang Pamerkan Budaya dari Berbagai Provinsi

Wali Kota Semarang Lepas Pawai Taaruf MTQ Nasional dengan Kibaran Bendera

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Agustina Ajak Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Try Sutrisno

Maret 3, 2026
ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM.
Ekonomi

Awal Maret Datang, BBM Nonsubsidi Ikut Naik

Maret 1, 2026
Unik

Semarang Zoo Carikan Jodoh Orang Utan

Mei 30, 2025
Ekonomi

Rumah Baru Nggak Cuma Jual Lokasi, Tapi Juga Gas Gratis?

Mei 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mau Jajanan Pasar Jadi Mesin Ekonomi? Samuel Wattimena: Mulai dari Data!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?