BACAAJA, SEMARANG – Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq mengaku pernah memerintahkan memberhentikan tenaga outsourcing karena persoalan politik.
Ia mengaku langsung meminta bawahannya memberhentikan pekerja yang diketahui mendukung lawan politiknya saat pemilihan bupati 2024.
Hal itu disampaikan Fadia saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (10/9/2026).
Bacaaja: Nangis di Depan Hakim, Bupati Fadia Arafiq Ngaku Salah dan Tidak Pantas
Bacaaja: ART ‘Disulap’ Jadi Direktur Perusahaan Keluarga Fadia, Gelagapan saat Dicecar KPK
Fadia mengatakan persoalan itu bermula dari laporan bawahan. Ada tenaga outsourcing yang mendukung lawan politik Fadia saat Pilbup Pekalongan periode kedua dan mengintimidasi pekerja lainnya.
“Kalau ada yang menghina saya, bahkan menghina saya di atas panggung, waduh, enggak sabar saya. Karena sudah keterlaluan orangnya,” kata Fadia.
Menurut Fadia, pekerja itu disebut ikut berupaya menjauhkan dirinya saat kembali mencalonkan diri sebagai bupati.
Setelah dirinya menang dalam Pilbup, Fadia menganggap pemberhentian tersebut sebagai konsekuensi dari sikap politik pekerja itu.
“Sekelas outsourcing luar biasa ingin menjatuhkan saya, menghina saya luar biasa. Maka saat saya menang, ya sudah lah risiko dia,” ujar Fadia. (bae)

