BACAAJA, SEMARANG – Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq menangis saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.
Ia mengaku bersalah dan menyesal, meski membantah sejak awal memiliki niat melakukan kesalahan.
“Saya mengakui, saya tahu kalau memang itu adalah salah dan tidak pantas untuk memimpin. Saya bersalah sangat,” ucap Fadia sambil menangis, Kamis (10/9/2026).
Fadia juga membantah berniat memperkaya keluarganya melalui jabatan sebagai bupati. Ia mengatakan banyak proyek di Pekalongan, tetapi tidak pernah memberikan satu pun proyek kepada keluarganya.
Bacaaja: Bupati Fadia Arafiq Ngaku Kaya Sejak Lahir, Lha Kok Korupsi?
Bacaaja: Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: “Saya Pedangdut, Bukan Birokrat”
“Kalau saya mau memperkaya keluarga saya, proyek di Pekalongan banyak. Tidak ada, demi Allah, satu PL (proyek penunjukan langsung) pun tidak ada saya kasih kepada keluarga,” ujarnya.
Tangis Fadia pecah saat berbicara tentang keluarganya. Ia mengaku terpukul karena harus berpisah dengan anak-anaknya selama menjalani proses hukum.
“Anak saya masih kecil, malah tinggal sama pembantu,” kata Fadia.
Fadia mengatakan dirinya menjadi bupati karena ingin mengabdi dan membangun Pekalongan. Ia mengaku bekerja dengan sepenuh hati dan cinta untuk daerah tersebut.
“Saya benar-benar bekerja dengan sepenuh hati saya. Dengan sepenuh cinta saya kepada Pekalongan bahwa saya ingin menjadi pemimpin yang baik,” tuturnya.
Ia kemudian mengaku pasrah dan menerima proses hukum yang dijalaninya. Fadia berharap bisa segera pulang dan berkumpul dengan anak-anak serta ibunya yang disebut sedang sakit.
“Saya pasrah dan ikhlas semuanya, mungkin ini jalan kehendak Tuhan. Semoga saya bisa cepat ke rumah, Yang Mulia, berkumpul dengan keluarga, anak saya,” ujar Fadia. (bae)

