BACAAJA, GROBOGAN- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan. Salah satunya lewat Sekolah Tani Tahap III yang digelar bersama Kementan, Senin (7/9/2026).
Pada tahap ketiga ini, warga binaan mendapat materi seputar budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu. Materinya cukup lengkap, mulai dari memilih bibit, menyiapkan lahan, teknik penanaman, pemupukan, perawatan, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Tak hanya duduk mendengarkan teori, warga binaan juga diajak mengamati dan praktik langsung di lahan pertanian Lapas Purwodadi. Dengan begitu, ilmu yang diberikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi langsung diuji di lapangan.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan area perkebunan oleh pihak Kementan. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memberikan masukan mengenai pengelolaan dan perawatan lahan.
Selain kebun, peta Integrated Farming System (IFS) juga ikut ditinjau. Sistem tersebut menjadi bagian dari perencanaan pengembangan pertanian terpadu di lingkungan Lapas Purwodadi agar pemanfaatan lahan bisa dilakukan secara lebih terarah.
Beri Ketrampilan
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto mengatakan, Sekolah Tani menjadi salah satu upaya untuk memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Semoga ilmu yang diperoleh melalui Sekolah Tani ini dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Erik.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementan yang memberikan pendampingan kepada warga binaan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mendorong pengembangan pertanian yang produktif dan berkelanjutan di dalam lapas.
Baca juga: Lapas Purwodadi Usul Pelatihan Khusus Anti-Narkoba
Melalui Sekolah Tani Tahap III, Lapas Purwodadi terus memanfaatkan lahan yang ada sebagai ruang belajar sekaligus sarana pembinaan kemandirian. Program ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Sebab, bekal setelah bebas tidak harus selalu berupa sertifikat. Bisa juga berupa kemampuan memilih bibit, mengolah tanah, merawat tanaman, sampai tahu kapan waktunya panen. Yang penting, setelah keluar nanti jangan cuma punya cerita masa lalu, tapi juga punya keterampilan untuk menanam masa depan. (tebe)

