BACAAJA, PURWOKERTO – Malam yang awalnya biasa saja berubah jadi kabar duka bagi keluarga seorang pelajar di Banyumas. SHAP, remaja berusia 14 tahun, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan di sekitar Bundaran Berkoh, Purwokerto Selatan, Sabtu (5/9/2026) dini hari.
Kasus ini kini ditangani polisi. Seorang pria berinisial RM alias U (25), warga Kecamatan Purwokerto Timur, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Dari keterangan awal yang dikumpulkan polisi, korban disebut sedang melintas bersama temannya di kawasan tersebut. Keduanya diduga bukan ikut balap liar, melainkan hanya melihat aktivitas balap yang berlangsung di sekitar lokasi.
Diduga Dipukul Saat Melintas
Sebelum kejadian, SHAP bersama sejumlah rekannya sempat berkumpul di kawasan Menara Pandang. Mereka kemudian bergerak menuju arah Berkoh.
Saat melintas di sekitar Bundaran Berkoh, sepeda motor yang digunakan korban disebut memakai knalpot brong. Kondisi itu diduga membuat korban menjadi sasaran warga yang berada di sekitar lokasi.
Korban diduga terkena pukulan menggunakan balok kayu pada bagian atas kepala. Setelah kejadian, kondisinya mulai memburuk hingga mengalami muntah-muntah.
SHAP kemudian sampai di depan rumah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Orangtuanya yang mengetahui kondisi tersebut langsung berusaha membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
Sempat Pulang, Lalu Kembali Keluar
Rangkaian kejadian bermula ketika korban meninggalkan rumah pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ia pergi menggunakan sepeda motor Honda Fit X warna hitam.
Sekitar pukul 01.00 WIB pada Sabtu, korban sempat kembali ke rumah. Tak lama berselang, ia kembali meminta izin kepada orangtuanya untuk keluar bermain.
Sekitar pukul 02.00 WIB, korban masih terlihat berada di depan rumah sambil memainkan telepon seluler. Orangtuanya kemudian tidur dan tidak mengetahui dengan siapa korban pergi.
Situasi berubah sekitar pukul 05.00 WIB. Orangtua korban dibangunkan tetangga berinisial SW yang memberitahukan bahwa SHAP ditemukan dalam kondisi terlentang di tanah depan rumah.
Kondisi korban kemudian semakin mengkhawatirkan. Sekitar pukul 09.30 WIB, SHAP disebut sudah tidak sadarkan diri.
Keluarga juga mendapati sejumlah luka pada tubuh korban. Di antaranya lebam pada bagian lengan dan tengkuk serta luka di kepala.
SHAP selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Sinar Kasih untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah diperiksa, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
Polisi Sita Balok Kayu
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan mengenai dugaan kekerasan terhadap anak yang berujung kematian.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka RM alias U diduga melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan sebilah balok kayu sepanjang kurang lebih 1,5 meter saat korban melintas di lokasi kejadian,” kata Petrus.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Di antaranya satu balok kayu sepanjang sekitar 1,5 meter, pakaian yang dikenakan saat kejadian, sepeda motor Honda Revo warna hitam, serta dokumentasi luka korban.
Meski seorang tersangka sudah diamankan, polisi belum berhenti di situ. Penyidik masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk merangkai kejadian secara utuh.
“Proses penyidikan masih terus dilakukan, termasuk melengkapi administrasi penyidikan dan mengumpulkan alat bukti lainnya,” ujar Petrus.
Terancam 15 Tahun Penjara
RM alias U dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016.
Selain itu, polisi juga menerapkan Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Atas sangkaan tersebut, tersangka terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk apa yang sebenarnya terjadi saat korban melintas di kawasan Berkoh hingga akhirnya mengalami luka parah dan meninggal dunia. (*)

