Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Minta Pangan Murah Mampir Lebih Sering ke RW
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Agustina Minta Pangan Murah Mampir Lebih Sering ke RW

Kalau beras dan telur jadi barang yang paling cepat ludes dalam Gerakan Pangan Murah, itu tanda sederhana: warga memang butuh pangan terjangkau, bukan cuma sesekali.

T. Budianto
Last updated: September 1, 2026 4:17 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PASAR MURAH: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Kecamatan Banyumanik, Senin (31/8/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng ingin Gerakan Pangan Murah (GPM) lewat program Kempling Semar makin sering digelar hingga lingkungan RW.

Bukan tanpa alasan. Dalam pelaksanaan GPM Serentak di Kecamatan Banyumanik, Senin (31/8/2026), beras dan telur tercatat sebagai komoditas yang paling cepat habis.

Bagi Agustina, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa kebutuhan pangan murah masih tinggi. Karena itu, frekuensi GPM dinilai perlu ditambah agar warga tak harus menunggu momen tertentu untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih bersahabat.

“Harapannya kegiatan pangan murah ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi tetap berlanjut dan konsisten sepanjang tahun,” kata Agustina. Saat berdialog secara daring dengan 16 kecamatan, Agustina juga meminta pola distribusi dan jumlah pasokan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Bahkan, jika memungkinkan, kegiatan pangan murah bisa digelar setidaknya seminggu sekali. “Jika memungkinkan, frekuensinya bisa ditingkatkan, paling tidak sepekan sekali. Semakin sering digelar, tentu manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Geber 240 Pasar Murah Sampai Lebaran

Kempling Semar sendiri memang dirancang bukan sebagai program yang mangkal di satu tempat. Kegiatan tersebut berjalan setiap hari secara bergiliran dari satu kampung ke kampung lainnya dengan melibatkan Pemkot Semarang, mitra distributor pangan, hingga pengurus wilayah, hasilnya pun cukup besar.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, GPM di Kota Semarang telah digelar di 1.085 titik dengan total omzet mencapai Rp5,013 miliar.Khusus GPM serentak tingkat RW selama Agustus, program tersebut telah menjangkau 729 RW dari total 1.532 RW di Kota Semarang.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng telah disalurkan, selain berbagai bahan pokok lainnya. Dengan cakupan tersebut, Pemkot Semarang ingin pangan murah tidak hanya hadir di pusat kota atau lokasi tertentu, tetapi benar-benar mendekat ke lingkungan tempat warga tinggal.

Ketahanan Pangan

Agustina juga mendorong ketahanan pangan dari level keluarga. Salah satunya melalui program Bulir Padi (Budi Daya Pekarangan Pangan dan Gizi).Program tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menghasilkan bahan pangan sendiri.

Mulai dari tanaman pangan, kolam lele, hingga ayam petelur dapat dikembangkan di tingkat RT dan RW. Menurut Agustina, langkah tersebut penting untuk membangun kemandirian pangan sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan tekanan ekonomi di masa depan.

“Kita perlu membangun ‘rumah pangan’ mandiri dari tingkat keluarga untuk mengantisipasi potensi gejolak maupun tantangan ekonomi di masa depan,” jelasnya.

Artinya, strategi ketahanan pangan Kota Semarang tidak hanya berbicara soal bagaimana membuat harga tetap terjangkau, tetapi juga bagaimana warga memiliki kemampuan untuk memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Siap Gelar Pasar Murah

Langkah Pemkot Semarang tersebut mendapat apresiasi dari Bank Indonesia. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Andi Reina Sari menilai, Kempling Semar menjadi inovasi yang cukup tepat karena membawa akses pangan langsung lebih dekat kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi komitmen Kota Semarang yang konsisten melakukan langkah nyata dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga. Kempling Semar menjadi bentuk intervensi yang tepat waktu dan langsung dirasakan masyarakat,” ujar Andi.

Dengan tingginya minat warga, terutama terhadap beras dan telur, pemerintah kota kini punya pekerjaan rumah berikutnya: memastikan stok tidak kalah cepat dengan antrean pembeli.

Kalau beras dan telur selalu jadi barang pertama yang ludes, mungkin warga sebenarnya sudah memberi “surat cinta” paling jelas kepada pemerintah: pangan murah jangan cuma mampir ketika ada program. Kalau bisa, jadwalkan rutin, seperti tukang sayur keliling, bukan seperti tamu yang datang setahun sekali. (tebe)

You Might Also Like

Butuh 13 Jam Baca Pleidoi Sudewo, Pendukung Bertahan hingga Tengah Malam

Karyawan SPPG Gunungsimping Cilacap Segel Dapur MBG, Buntut Konflik dengan Manajemen

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Pernyataan ‘Syahid’ Disorot Tajam

Agustina: Laut Jangan Cuma “Diperas”, Tapi Dijaga

Dari Komisi Polisi ke Komisi Diplomasi, Sahroni Resmi Geser Jalur

TAGGED:agustina wilujenggpm pemkot semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Samuel Wattimena: Keamanan Warga dan UMKM Desa Wisata Harus Jadi Prioritas
Next Article Viral dan Bikin Merinding Kopdes di Tengah Makam Cirebon

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

DPR Tantang Prabowo Buka 52 Perusahaan Terkait Karhutla

ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Ribuan Guru, Marbot, hingga Perawat Jenazah Kini Dapat Bisyarah dari Pemkot Semarang

September 22, 2025
Setyo Novanto melambaikan tangan kepada awak media usai mendapatkan bebas bersyarat, Sabtu (16/8/2025) malam.
Hukum

Setnov Bebas Bersyarat: Udara Segar Buat Koruptor

Agustus 18, 2025
Ilustrasi campak pada anak.
Info

Indonesia Masuk 2 Besar Kasus Campak Tertinggi Dunia, IDAI: Jangan Tunda Imunisasi Anak

Maret 10, 2026
Wali Kota Semarang, Agustina WP dan Wakil Wali Kota menjelaskan soal BOP, Jumat (20/2/2026). (bae)
Info

Kapan Bantuan Operasional RT 2026 Cair? Ini kata Wali Kota Semarang

Februari 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Minta Pangan Murah Mampir Lebih Sering ke RW
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?