Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Samuel Wattimena: Keamanan Warga dan UMKM Desa Wisata Harus Jadi Prioritas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Samuel Wattimena: Keamanan Warga dan UMKM Desa Wisata Harus Jadi Prioritas

Desa wisata bukan cuma soal spot foto yang Instagramable, rumah adat yang unik, atau kerajinan yang bikin wisatawan ingin belanja. Di balik itu ada produk UMKM dan karya ekonomi kreatif yang nilai ekonominya tidak sedikit.

T. Budianto
Last updated: September 1, 2026 4:17 pm
By T. Budianto
6 Min Read
Share
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, TABANAN– Desa wisata memang harus punya daya tarik. Tapi membuat wisatawan datang ternyata bukan satu-satunya pekerjaan rumah. Setelah wisatawan tiba, ada hal yang tak kalah penting: memastikan warga, produk UMKM, bangunan, hingga aktivitas ekonomi di dalamnya tetap aman.

Sebab, desa wisata bukan sekadar kumpulan spot foto, rumah tradisional, kuliner, kerajinan, atau pertunjukan budaya. Di balik semua itu ada masyarakat yang menggantungkan hidup dari geliat pariwisata.

Karena itu, pengelolaan desa wisata dinilai perlu dilakukan secara lebih menyeluruh, termasuk menyiapkan sistem mitigasi bencana dan perlindungan terhadap aset ekonomi milik masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena saat berada di Nuanu, Tabanan, Bali, Jumat (28/8/2026). Ia menyoroti pentingnya aspek pencegahan kebakaran setelah mendapat informasi mengenai persoalan kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB.

Menurut Samuel, Desa Sade merupakan salah satu destinasi yang menjadi perhatian Kementerian Pariwisata. Namun, pengembangan destinasi tidak cukup hanya mengejar jumlah wisatawan dan mempercantik kawasan.

Baca juga: Jateng Targetkan 1.000 Desa Wisata + 1.000 Kreator di 2027

Ada masyarakat lokal yang menjadi bagian utama dari ekosistem desa wisata. Ada pengrajin, pedagang, pelaku kuliner, pengelola homestay, pekerja seni, hingga pelaku ekonomi kreatif lainnya. Mereka bukan sekadar pelengkap destinasi.

Produk yang dipajang di desa wisata juga bukan barang yang muncul begitu saja. Ada modal, bahan baku, waktu, keterampilan, dan kreativitas warga yang terkandung di dalamnya.

“Kalau setahu saya, di Kementerian Pariwisata sudah menjadi fokus untuk mereka karena ini adalah objek unggulan mereka,” ujar Samuel. Namun, ia mengingatkan, perhatian terhadap desa wisata juga perlu menyentuh aspek keamanan.

Terutama pada destinasi yang memiliki bangunan tradisional, menggunakan material lokal, serta dipenuhi berbagai produk kerajinan yang mudah terbakar.

Menurut Samuel, pengalaman yang terjadi di Desa Sade seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Sistem pencegahan kebakaran perlu dipikirkan sejak awal, bukan setelah kejadian.

“Kalau kemudian saya mendapat info bahwa kebakaran di sini sering terjadi karena permasalahan materi dari kampung itu sendiri, itu memang mungkin yang perlu dipikirkan preventif dari berbagai display produk di sana itu harusnya seperti apa,” katanya.

Bagi Samuel, konsep desa wisata idealnya tidak berhenti pada bagaimana membuat kawasan terlihat menarik. Penataan bangunan, instalasi listrik, lokasi penyimpanan barang, display produk, jalur evakuasi hingga kesiapan menghadapi bencana perlu masuk dalam perencanaan.

Tantangan Sama

Apalagi karakter desa wisata di berbagai daerah Indonesia relatif memiliki tantangan yang sama. Banyak yang mempertahankan bangunan tradisional dan menggunakan material lokal sebagai bagian dari daya tarik.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi juga terus tumbuh. Produk UMKM semakin banyak. Wisatawan semakin ramai. Transaksi semakin tinggi. Artinya, nilai aset yang berada di dalam kawasan desa wisata juga semakin besar. “Betul, saya rasa semua desa wisata. Sudah pasti arsip dasar harus ada di pusatnya,” ujar Samuel.

Arsip tersebut bisa menjadi bagian dari sistem pengelolaan aset desa wisata. Data mengenai produk, pemilik atau pembuat, jenis barang hingga dokumentasi dapat membantu ketika terjadi kerusakan, kehilangan maupun bencana.

Samuel mengaku pernah melihat langsung Desa Sade. Namun, saat itu dirinya belum secara khusus menanyakan mengenai sistem pencegahan kebakaran terhadap produk yang dipamerkan.

“Saya pribadi sudah pernah lihat di sana, tapi saya pribadi belum pernah mempertanyakan prevention dari desa tersebut terhadap produk-produk yang didisplay seperti apa,” jelasnya.

Baca juga: Desa yang Diminta Mandiri, Tetapi Dikunci dari Luar

Catatan tersebut sebenarnya relevan untuk pengembangan desa wisata secara keseluruhan. Desa wisata harus dilihat sebagai sebuah ekosistem. Ada budaya, alam, masyarakat, UMKM, ekonomi kreatif, akomodasi, kuliner, transportasi dan tentu saja wisatawan dan semua bagian tersebut saling berkaitan.

Ketika jumlah wisatawan meningkat, misalnya, otomatis aktivitas ekonomi ikut bergerak. Produk UMKM terjual lebih banyak, penginapan semakin ramai dan ruang publik semakin aktif.

Tetapi semakin besar aktivitas tersebut, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem keamanan. Karena itu, pengembangan desa wisata semestinya berjalan beriringan antara promosi dan mitigasi. Bukan hanya bagaimana membuat wisatawan datang, tetapi juga bagaimana membuat mereka nyaman dan aman selama berada di lokasi.

Termasuk memastikan warga yang menjadi pemilik cerita dan budaya desa tidak justru menjadi pihak yang paling rentan ketika bencana terjadi. Pada akhirnya, kekuatan desa wisata bukan hanya terletak pada pemandangan yang indah atau tradisi yang unik. Kekuatan utamanya ada pada masyarakat yang menghidupkan destinasi tersebut.

Desa wisata memang boleh dibuat secantik mungkin untuk Instagram. Tapi jangan sampai yang dipikirkan cuma angle foto, sementara kabel listrik, material bangunan, penyimpanan produk, jalur evakuasi dan alat pemadam masih dianggap urusan belakangan.

Sebab, kalau bencana datang, yang hilang bukan cuma spot wisata bisa jadi ikut lenyap modal, karya, dan penghasilan warga yang sudah dibangun bertahun-tahun. (tebe)

You Might Also Like

Taman Kembang Arum Naik Kelas: Kini Enak Buat Nongkrong

Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki

Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang

Sikidang Dieng, Liburan Tipis-tipis Rasa Petualangan

Silayur Park Comeback! Setahun Vakum, Siap Kembali Buka dengan Konsep ‘Hutan Menyala’

TAGGED:Komisi VII DPR RIsamuel wattimena
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Artificial Intelligence dan Manusia Literasi
Next Article Agustina Minta Pangan Murah Mampir Lebih Sering ke RW

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Minta Pangan Murah Mampir Lebih Sering ke RW

Samuel Wattimena: Keamanan Warga dan UMKM Desa Wisata Harus Jadi Prioritas

Artificial Intelligence dan Manusia Literasi

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Ahmad Aziz. (Ist)

Jateng PHK Massal Lagi! 756 Pekerja SGS Kehilangan Pekerjaan

Flayer ucapan duka cita meninggalkan dokter residen Undip beredar di media sosial. (ist)

Dokter Residen PPDS Undip di RSUP dr Kariadi Ada yang Meninggal, Bullying Lagi?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

99 Lodong dan Gunungan Sayur Bikin Slamet Fest Makin Guyub

Juli 4, 2026
Wisatawan memadati area Pancuran 13, Guci, Kabupaten Tegal.
Plesir

Tetap Ramai Meski Ada Larangan, Pancuran 13 Guci Diserbu Wisatawan di Libur Lebaran

Maret 26, 2026
Plesir

Jateng Bidik Wisatawan Timur Tengah

Februari 6, 2026
Plesir

Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!

Maret 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Samuel Wattimena: Keamanan Warga dan UMKM Desa Wisata Harus Jadi Prioritas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?