BACAAJA, SEMARANG – Kasus dugaan pemaksaan persetubuhan terhadap gadis penyandang autisme di Kota Semarang masih bergulir di polisi.
Kini, usia kehamilan korban disebut sudah mencapai sekitar tujuh bulan. Sementara pria berinisial JW yang dilaporkan karena diduga menghamili korban justru berpindah-pindah alamat.
Kuasa hukum korban, Zainal Abidin Petir, mengatakan polisi kini tengah mencari keberadaan JW untuk memenuhi panggilan pemeriksaan.
“Jadi sudah tidak di alamat yang semula. Sudah dengan tidak istrinya. Tapi sudah berpindah-pindah. Saya sempat mendengar dia berpindah ke daerah Kendal. Tapi sekarang dicek lagi entah ke mana. Jadi polisi juga lagi mencari,” kata Zainal, Rabu (26/8/2026).
Bacaaja: Nestapa Mahasiswi Solo Korban Konten Cabul, Lapor Polisi Didampingi Petir
Bacaaja: Keluarga Terlapor Kasus Foto AI Cabul Minta Damai, Begini Respons Menohok Kuasa Hukum Korban
Perkara ini sudah masuk tahap penyidikan. Karena itu, keberadaan JW perlu segera ditemukan untuk menjalani proses pemeriksaan.
“Kalau memang dia masih sebagai saksi kan mau ini kan sudah naik sidik ya. Sepatutnya polisi itu harus bisa mencari posisi di mana,” ujarnya.
Zainal juga mempertanyakan sikap JW yang disebut berpindah-pindah tempat.
“Kalau memang itu bukan pelakunya, kenapa harus melarikan diri? Kenapa harus berpindah-pindah tempatnya? Berarti kan ada sesuatu yang tidak beres,” katanya.
Sementara itu, kondisi korban disebut semakin berat karena kehamilannya terus bertambah besar. Zainal menyebut usia kehamilan korban kini diperkirakan sudah enam sampai tujuh bulan.
“Kondisi korban semakin besar perutnya. Kasihan,” ujarnya.
Kondisi tersebut juga membuat keluarga korban semakin bingung. Orang tua korban disebut khawatir memikirkan proses persalinan hingga siapa yang akan merawat anak nantinya.
“Keluarganya, bapak ibunya yang malah tambah bingung. Karena semakin besar, nanti kalau melahirkan bagaimana, sing ngopeni sopo?” kata Zainal.
Menurut Zainal, keluarga korban juga memiliki keterbatasan ekonomi sehingga membutuhkan perhatian dalam menghadapi kondisi tersebut.
Ia berharap polisi segera menemukan keberadaan JW dan melanjutkan proses penanganan kasus tersebut.
“Polisi untuk segera mencari. Jangan alasan tidak bisa menemukan. Saya yakin polisi bisa menemukan kok. Wong polisi ada di mana-mana,” ujar Zainal. (bae)

