Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Banyak Warga Ngeluh Salah Masuk Desil, Wagub Jateng Kasih Solusi Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Banyak Warga Ngeluh Salah Masuk Desil, Wagub Jateng Kasih Solusi Ini

R. Izra
Last updated: Agustus 20, 2026 10:05 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
CEK DESIL - Ilustrasi hasil pengecekan desil warga yang masuk desil 6-10. Artinya tidak berhak menerima bansos.
CEK DESIL - Ilustrasi hasil pengecekan desil warga yang masuk desil 6-10. Artinya tidak berhak menerima bansos.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pembagian desil atau kelompok dalam pendataan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat sorotan tajam. Banyak warga ngerasa mereka salah masuk desil.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ngasih tips agar desil dalam DTSEN bisa disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat.

Politikus PPP yang akrab disapa Gus Yasin itu meminta masyarakat untuk aktif mengajukan sanggahan apabila menemukan data yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Bacaaja: Cara Cek Desil, Apakah Kamu Layak Terima Bansos Atau Malah Masuk Golongan Super Kaya
Bacaaja: Cara Bupati Temanggung Jamin Kesehatan Warga: Balinkes Sediakan Bantuan Hingga Rp2,4 Juta per Orang

Menurut Gus Yasin, sistem pendataan penerima bantuan sosial terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang merupakan penyempurnaan dari sistem pendataan sebelumnya.

“Ini sudah kita evaluasi dari tahun ke tahun. Dulu ada DTKS, kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan dan sekarang menggunakan DTSEN,” kata Gus Yasin, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, data tersebut menjadi acuan pemerintah dalam menyalurkan berbagai program bantuan, mulai dari bantuan langsung hingga program pemberdayaan ekonomi seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Karena menjadi dasar berbagai intervensi pemerintah, akurasi data dinilai sangat penting agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Belakangan, muncul sejumlah keluhan dari warga yang merasa kondisi ekonominya masih terbatas, namun justru masuk kelompok desil yang lebih tinggi sehingga tidak memperoleh bantuan.

Menurut Gus Yasin, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah telah menyediakan mekanisme sanggah untuk memperbaiki data tersebut.

“Kalau merasa ada yang tidak cocok, sekarang bisa mengajukan sanggahan. Kami tidak mungkin mengetahui satu per satu kondisi masyarakat, sehingga perlu keterlibatan warga,” ujarnya.

Berbeda dengan sistem sebelumnya yang banyak bergantung pada operator di tingkat daerah, kini masyarakat dapat menyampaikan sanggahan secara langsung melalui sistem yang telah disediakan pemerintah.

Tak hanya itu, warga juga dapat mengusulkan nama tetangga atau masyarakat lain yang dinilai layak menerima bantuan tetapi belum masuk dalam kelompok penerima manfaat.

“Kalau ada tetangganya yang seharusnya masuk kategori penerima bantuan tetapi belum terdata, itu juga bisa diusulkan,” jelasnya.

Gus Yasin menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas data sosial ekonomi. Semakin banyak warga yang aktif memberikan masukan, semakin besar peluang pemerintah memperoleh data yang akurat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan.

Ia pun meminta informasi mengenai mekanisme sanggah tersebut terus disosialisasikan kepada masyarakat agar warga memahami hak mereka untuk memperbaiki data yang dianggap tidak sesuai.

“Yang penting masyarakat tahu bahwa sekarang ada ruang untuk menyanggah dan mengusulkan. Ini harus disampaikan seluas-luasnya,” tutup gus yasin. (dul)

You Might Also Like

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

Utang Pinjol RI Tembus Rp100 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Banyak Terjerat

Hafal Alquran Dapat Bonus Rp1 Juta

Cuci Uang Hasil Korupsi Sawit Ditjen Bea Cukai? Kejagung Geledah Money Changer di Mal Jakarta

DPRD Serahkan Aspirasi Warga ke Pemkot Semarang

TAGGED:desilgus yasinheadlinesalah masuk desilsanggah datawagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article NAIK TRANS JATENG - Penumpang hendak naik armada Trans Jateng di bekas Terboyo, Semarang. (dul) 24 Rute Mulai Disiapkan, Trans Jateng Kejar Target 209.000 Penumpang per Hari pada 2045
Next Article SEPAKAT KERJA SAMA - Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kelas Industri antara PLN Icon Plus dengan SMK Batur Jaya 1 Ceper, Klaten, pada Senin (10/8/2026). Kerja sama ini mencakup kompetensi keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). PLN Icon Plus Perkuat Sinergi Industri dan Pendidikan Vokasi bersama SMK Batur Jaya 1 Ceper

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi armada BRT Trans Jateng.

Apa Bisa Trans Jateng Jadi Moda Transportasi Andalan? Ada 21 Juta Kendaraan Pribadi Lho . . .

SEPAKAT KERJA SAMA - Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kelas Industri antara PLN Icon Plus dengan SMK Batur Jaya 1 Ceper, Klaten, pada Senin (10/8/2026). Kerja sama ini mencakup kompetensi keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

PLN Icon Plus Perkuat Sinergi Industri dan Pendidikan Vokasi bersama SMK Batur Jaya 1 Ceper

CEK DESIL - Ilustrasi hasil pengecekan desil warga yang masuk desil 6-10. Artinya tidak berhak menerima bansos.

Banyak Warga Ngeluh Salah Masuk Desil, Wagub Jateng Kasih Solusi Ini

NAIK TRANS JATENG - Penumpang hendak naik armada Trans Jateng di bekas Terboyo, Semarang. (dul)

24 Rute Mulai Disiapkan, Trans Jateng Kejar Target 209.000 Penumpang per Hari pada 2045

BELAJAR KARAWITAN--Warga binaan Lapas Semarang sedang belajar karawitan di area penjara, Kamis (20/8/2026). (ist)

Napi Lapas Semarang Belajar Karawitan bersama Dalang Ki Kusni

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gedung DPRD Makassar luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Makassar dibakar massa saat aksi demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) malam.
Unik

Tunjangan Sultan, Rakyat Kelimpungan: Saat Elit Politik Lupa Caranya Turun ke Bumi

Agustus 31, 2025
Anggota Kompolnas Choirul Anam.
Hukum

Suami Korban Jambret Jadi Tersangka, Kompolnas Sentil Polisi: Hukum Bukan Cuma Soal Pasal

Januari 26, 2026
Daerah

ASN Semarang “Nggak Libur Total”, Wali Kota: Ini yang Bikin Kota Tetap Adem Saat Lebaran

Maret 30, 2026
Info

Kekeringan Meluas di Jateng, 432 Desa Terdampak

Agustus 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Banyak Warga Ngeluh Salah Masuk Desil, Wagub Jateng Kasih Solusi Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?