BACAAJA, SEMARANG – Memilih HP pertama buat anak ternyata nggak cukup cuma melihat harga. Perangkat tersebut idealnya punya baterai awet, cukup kuat menghadapi aktivitas harian, dan performanya masih nyaman dipakai untuk belajar maupun komunikasi.
Apalagi anak biasanya membawa HP ke mana-mana. Risiko kena cipratan air, terbentur, sampai terjatuh tentu lebih besar, sehingga fitur ketahanan juga layak masuk daftar pertimbangan sebelum membeli.
Di kelas entry-level, ada beberapa pilihan yang menarik untuk dijadikan HP pertama anak. Mulai dari Samsung Galaxy A07, REDMI 17, Infinix Hot 70, vivo Y11d, OPPO A6x, hingga TECNO Spark 50.
1. Samsung Galaxy A07
Samsung Galaxy A07 bisa menjadi pilihan buat orang tua yang mencari HP dengan dukungan software panjang. Perangkat ini menawarkan pembaruan software hingga enam tahun dan menjalankan antarmuka One UI.
HP tersebut juga sudah mengantongi sertifikasi IP54 sehingga lebih aman dari debu dan cipratan air. Untuk performa, Galaxy A07 menggunakan MediaTek Helio G99 dengan storage UFS 2.2 yang cukup untuk aktivitas belajar, komunikasi, multimedia, sampai foto dan video.
Spesifikasinya meliputi layar PLS LCD 6,7 inci beresolusi 720 x 1600 piksel dengan refresh rate 90 Hz. Pilihan RAM tersedia 4 GB, 6 GB, dan 8 GB, sedangkan penyimpanannya 64 GB, 128 GB, hingga 256 GB.
Kamera utamanya 50 MP dan kamera depan 8 MP. Baterainya berkapasitas 5.000 mAh dengan pengisian cepat 25 watt.
Harga Galaxy A07 mulai sekitar Rp2,1 juta untuk varian 4/64 GB. Sementara varian tertinggi 8/256 GB berada di kisaran Rp3,3 juta-Rp3,5 juta.
2. REDMI 17
Kalau anak lebih suka layar lega dan baterai besar, REDMI 17 bisa masuk daftar pilihan. Layarnya berukuran 6,9 inci dengan tingkat kecerahan hingga 825 nits serta refresh rate 120 Hz.
Baterainya menjadi salah satu daya tarik utama karena memiliki kapasitas 7.500 mAh. Dengan penggunaan normal, baterai tersebut diklaim bisa bertahan hingga dua hari.
REDMI 17 juga menggunakan Corning Gorilla Glass 7i dan memiliki sertifikasi IP64. Ada pula lampu RGB dinamis di sekitar kamera yang bisa menjadi indikator notifikasi dan pengisian daya.
Untuk dapur pacu, HP ini menggunakan MediaTek Helio G91 Ultra. RAM tersedia 4 GB dan 6 GB, sedangkan penyimpanan internalnya 128 GB atau 256 GB.
Kamera utamanya 50 MP dan kamera depan 8 MP. Harga REDMI 17 mulai Rp2,8 jutaan untuk varian 4/128 GB dan mencapai sekitar Rp3,8 juta untuk 6/256 GB.
3. Infinix Hot 70
Infinix Hot 70 menawarkan spesifikasi yang cukup komplet untuk HP pertama anak. Layarnya berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan hingga 700 nits.
Performa HP ini ditopang MediaTek Helio G100 Ultimate. Kapasitas baterainya 6.000 mAh dengan pengisian cepat 45 watt, sehingga cukup mendukung aktivitas harian yang padat.
Dari sisi ketahanan, Infinix Hot 70 membawa sertifikasi IP65. Desainnya juga relatif tipis dengan ketebalan 7,5 mm dan bobot 195 gram.
Kamera utama beresolusi 50 MP, sementara kamera depan 8 MP. Ada juga fitur seperti Always-On Display dan One-Tap AI FlashMemo.
Harga Infinix Hot 70 berada mulai Rp2,6 juta-Rp2,7 jutaan untuk varian 4/128 GB. Varian 6/256 GB dibanderol sekitar Rp3,4 juta-Rp3,5 juta.
4. vivo Y11d
vivo Y11d menarik buat anak yang membutuhkan HP dengan baterai besar. Perangkat ini membawa baterai 6.500 mAh yang diklaim vivo mampu bertahan hingga tiga hari.
Selain baterai, HP ini juga punya sertifikasi IP65 untuk perlindungan terhadap debu dan air bertekanan tinggi. Desain 2.5D membuat bodinya lebih nyaman digenggam, sementara beberapa pilihan warna menggunakan bagian belakang dengan corak menyerupai keramik.
Layar vivo Y11d berukuran 6,74 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan hingga 1.200 nits. Chipset yang digunakan adalah Unisoc T7225 dengan pilihan RAM 4 GB dan 6 GB.
Kamera utama tercatat 50 MP dengan kamera depan 5 MP. Baterai 6.500 mAh didukung pengisian cepat 44 watt.
Harga vivo Y11d mulai Rp2,5 jutaan untuk varian 4/64 GB. Sementara varian 6/128 GB berada di kisaran Rp3,7 jutaan.
5. OPPO A6x
OPPO A6x menjadi opsi lain di kelas harga Rp2 jutaan. HP ini menggunakan Snapdragon 685 dan storage UFS, sementara layarnya punya tingkat kecerahan hingga 1.125 nits.
Sertifikasi IP64 juga membuat perangkat lebih terlindungi dari debu dan cipratan air. Layarnya berukuran 6,75 inci dengan refresh rate 120 Hz.
Bagian baterai menjadi salah satu keunggulan OPPO A6x. Kapasitasnya mencapai 6.500 mAh dan diklaim mampu digunakan untuk streaming video hingga 13,3 jam, gaming 9,6 jam, panggilan 38,2 jam, serta standby hingga 880 jam.
OPPO juga membekali HP ini dengan AI LinkBoost 3.0 untuk membantu memperkuat sinyal. Ada pula GloveTouch dan Mode Luar Ruangan 2.0 agar layar tetap responsif dalam kondisi tertentu.
Kamera utamanya 13 MP dan kamera depan 5 MP. Pilihan RAM tersedia 4 GB dan 6 GB dengan penyimpanan 64 GB, 128 GB, atau 256 GB.
Harga OPPO A6x mulai sekitar Rp2,2 jutaan untuk varian 4/64 GB. Varian 6/256 GB berada di kisaran Rp3,9 juta.
6. TECNO Spark 50
TECNO Spark 50 bisa dipertimbangkan buat anak yang mengutamakan baterai besar dan bodi tangguh. HP ini membawa baterai 7.000 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga dua hari.
Layarnya berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz. Perangkat ini juga mengantongi sertifikasi IP64 dan diklaim tahan jatuh dari ketinggian hingga 1,8 meter.
Menariknya, layar TECNO Spark 50 tetap responsif saat terkena air. Ada juga fitur AI Call Noise Cancellation yang membantu membuat suara saat melakukan panggilan terdengar lebih jelas.
Untuk performa, perangkat ini menggunakan MediaTek Helio G81. RAM tersedia 4 GB, 6 GB, dan 8 GB, sedangkan penyimpanan internalnya 128 GB.
Kamera utama beresolusi 50 MP dan kamera selfie 8 MP. Untuk perekaman video, resolusinya mentok di 1080p dan perangkat ini tidak dibekali stabilisasi yang efektif.
Harga TECNO Spark 50 mulai Rp2,6 juta-Rp2,7 jutaan untuk varian 4/128 GB. Sementara varian 8/128 GB dibanderol sekitar Rp3,4 juta-Rp3,5 juta.
Pilih Sesuai Kebutuhan Anak
Enam HP tersebut punya keunggulan masing-masing, jadi pilihan terbaik tidak harus yang paling mahal. Orang tua bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan anak, mulai dari baterai, ketahanan bodi, performa, sampai kapasitas penyimpanan.
Yang tak kalah penting, HP pertama sebaiknya tetap dibarengi aturan penggunaan yang jelas. Dengan begitu, perangkat bisa membantu aktivitas belajar dan komunikasi tanpa membuat anak terlalu bergantung pada HP. (*)

