Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: YouTube Music Pasang Label Khusus buat Lagu AI
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Teknologi

YouTube Music Pasang Label Khusus buat Lagu AI

Nugroho P.
Last updated: Oktober 18, 2026 9:30 am
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Youtube Music.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Lagu yang terdengar seperti dinyanyikan manusia, ternyata bisa saja dibuat sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI). Untuk membantu pendengar mengenali karya semacam ini, YouTube Music mulai menghadirkan label khusus yang menunjukkan keterlibatan AI dalam proses pembuatan musik.

Contents
Label AI Muncul di Pemutar LaguAda Tiga Kategori Keterlibatan AIMusik AI Tidak Otomatis DilarangPlatform Streaming Lain Ikut Pasang Penanda

Fitur baru ini membuat pengguna bisa mendapat informasi lebih jelas saat memutar lagu. Penanda tersebut muncul di halaman pemutar musik, sehingga pendengar tak perlu menebak-nebak apakah komposisi atau vokal yang mereka dengarkan dibuat menggunakan teknologi AI generatif.

YouTube mengumumkan fitur ini melalui blog resminya pada Rabu (14/10/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi, seiring makin banyaknya musik berbasis AI yang beredar di berbagai platform streaming.

Label AI Muncul di Pemutar Lagu

Penanda AI akan ditampilkan pada halaman Now Playing atau pemutar lagu di YouTube Music. Berdasarkan contoh tampilan yang diperlihatkan YouTube, label ini menggunakan ikon informasi berupa huruf “i” dengan keterangan “AI”, yang ditempatkan di bawah judul lagu dan dekat informasi artis atau kanal pengunggah.

Pengguna bisa mengetuk label tersebut untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang keterlibatan AI dalam pembuatan lagu. Salah satu keterangan yang digunakan adalah “Made with AI”, yang menunjukkan bahwa audio telah diubah atau dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

YouTube juga berencana memperluas penanda tersebut ke aplikasi utama YouTube. Dengan begitu, informasi mengenai musik berbasis AI tidak hanya tersedia bagi pengguna layanan streaming musiknya.

Penerapan label ini dilakukan melalui kerja sama dengan mitra industri musik serta teknologi pendeteksi AI yang dikembangkan YouTube sendiri.

Ada Tiga Kategori Keterlibatan AI

Dalam halaman bantuan resminya, YouTube menjelaskan bahwa mitra musik dapat menyatakan keterlibatan AI dalam karya melalui tiga kategori, yakni Fully Gen AI, Partly Gen AI, dan No Gen AI.

Berikut perbedaan ketiga kategori tersebut:

  • Fully Gen AI: Karya dibuat sepenuhnya menggunakan AI generatif.
  • Partly Gen AI: Karya menggunakan komponen yang dihasilkan AI, tetapi tetap melibatkan kontribusi manusia, misalnya rekaman vokal atau instrumen secara langsung.
  • No Gen AI: Karya tidak termasuk dalam dua kategori musik berbasis AI tersebut.

Pengelompokan ini membantu membedakan lagu yang benar-benar dihasilkan AI dengan karya yang hanya menggunakan teknologi tersebut pada bagian tertentu.

YouTube juga menegaskan bahwa penggunaan perangkat pengolah audio biasa tidak otomatis membuat sebuah lagu masuk kategori musik buatan AI. Contohnya, penggunaan Auto-Tune untuk mengoreksi nada vokal tidak serta-merta dianggap sebagai penciptaan musik menggunakan AI generatif.

Dengan sistem tersebut, pengguna diharapkan bisa memahami bagaimana sebuah lagu diproduksi tanpa harus menyamakan seluruh penggunaan teknologi digital dengan musik buatan AI.

Musik AI Tidak Otomatis Dilarang

Kehadiran label baru ini bukan berarti YouTube Music melarang seluruh lagu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Fokus utamanya adalah memberikan informasi kepada pendengar mengenai proses penciptaan karya yang mereka nikmati.

Artinya, label AI juga tidak otomatis membuat sebuah lagu kehilangan kesempatan untuk dimonetisasi. Kebijakan monetisasi tetap bergantung pada ketentuan platform yang berlaku dan faktor lain, termasuk kepatuhan terhadap aturan serta keaslian aktivitas streaming.

Menariknya, YouTube sendiri juga mengembangkan teknologi AI untuk mendukung kreativitas musik. Salah satu contohnya adalah Dream Track, fitur yang memungkinkan kreator tertentu membuat musik latar menggunakan versi suara AI dari artis yang telah berpartisipasi.

Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AI di industri musik tidak selalu dipandang sebagai ancaman. Teknologi tersebut juga bisa menjadi alat bantu produksi, selama penggunaannya tetap memperhatikan transparansi dan hak para pemilik karya.

Platform Streaming Lain Ikut Pasang Penanda

Langkah YouTube Music hadir ketika musik buatan AI semakin ramai di layanan streaming. Sejumlah platform lain juga mulai menyiapkan atau menerapkan sistem untuk memberi informasi kepada pendengar mengenai asal-usul sebuah rekaman.

Apple Music, misalnya, berencana memperkenalkan label “Made With AI” melalui sistem AI Transparency Tags. Sementara itu, Spotify telah memiliki kebijakan terkait pelabelan AI dan fitur untuk menyaring spam musik.

Deezer mengambil pendekatan yang lebih ketat. Pada Juli, platform tersebut melaporkan menerima hampir 90.000 lagu yang sepenuhnya dibuat menggunakan AI setiap hari.

Deezer memberikan label pada musik buatan AI yang terdeteksi. Platform itu juga mengecualikan lagu-lagu tersebut dari rekomendasi algoritma dan playlist editorial, serta menindak praktik streaming palsu yang digunakan untuk memperoleh royalti secara tidak sah.

Tidal turut menerapkan label bagi rekaman yang teridentifikasi sepenuhnya dibuat menggunakan teknologi AI.

Berbagai kebijakan ini memperlihatkan bahwa industri streaming sedang mencari cara untuk menghadapi perkembangan musik generatif. Di satu sisi, AI membuka peluang baru dalam produksi musik, tetapi di sisi lain, pendengar dan pelaku industri membutuhkan informasi yang lebih transparan mengenai karya yang beredar.

Dengan hadirnya label AI di YouTube Music, pengguna kini mendapat petunjuk tambahan untuk mengenali proses pembuatan sebuah lagu. Ke depan, transparansi semacam ini berpotensi menjadi bagian penting dari pengalaman mendengarkan musik digital, terutama ketika batas antara karya manusia dan AI semakin sulit dibedakan. (*)

You Might Also Like

Bos Instagram Blak-blakan: AI Bikin Feed Estetik di IG Tamat

Lagi Viral! Foto Jadi Action Figure Mini, Bisa Bergerak Pula, Ini Caranya!

AI Makin Ganas, Gen Z Paling Kena Dampak PHK

Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangun Data Center AI, Ada Apa?

WiFi di Rumah Makin Lemot? Coba Batasi Penggunanya

TAGGED:AIlabel khususmusicyoutube music
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article WiFi di Rumah Makin Lemot? Coba Batasi Penggunanya
Next Article Jalur Malaysia Bongkar Dugaan Penyelundupan Chip Nvidia Rp5,3 T

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jalur Malaysia Bongkar Dugaan Penyelundupan Chip Nvidia Rp5,3 T

YouTube Music Pasang Label Khusus buat Lagu AI

WiFi di Rumah Makin Lemot? Coba Batasi Penggunanya

KEBAKARAN HUTAN: Kebakaran melanda kawasan lereng Gunung Lawu di Karanganyar, Jateng. (treads @aril_piterpen1)

Karhutla Landa Lereng Gunung Lawu, Pemadaman Terkendala Perkara Ini

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Pemakzulan Gibran Disuarakan, Pakar Hukum Buka Suara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

HP Infinix Note 60 yang bisa tersambung dengan satelit saat sinyal hilang.
Teknologi

Infinix Note 60: HP Murah Gak Bikin Kamu Tersesat, Bisa Nyambung Satelit Anti-Lost Contact!

Januari 20, 2026
Info

AI Masuk Rumah Sakit, Dokter Tetap Pemeran Utama

Juli 12, 2026
Ilustrasi polusi udara
Teknologi

Seberapa Bersih Udara yang Kita Hirup di Dalam Rumah?

Agustus 21, 2026
Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo (kiri), saat berbincang dengan host Lakon Lokal.
Lakon Lokal

Ketika AI Ikut Nulis, Sastra Masih Perlu Manusia? Simak Kata Sastrawan Semarang

Januari 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: YouTube Music Pasang Label Khusus buat Lagu AI
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?