BACAAJA, KARO – Kasus keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terjadi. Kali ini, ratusan siswa SMA di Berastagi tumbang setelah menyantap MBG, Kamis (13/8/2026).
Korban keracunan massal MBG di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut) bersal dari dua sekolah menengah atas (SMA) setempat.
Ratusan siswa dari SMAN 1 Berastagi dan SMA Bersama Berastagi mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, hingga tubuh melemah.
Bacaaja: Viral Video Pengasuh Ponpes di Jepara Bilang MBG Haram! Alasannya Menohok Banget
Bacaaja: Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil
Para siswa kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan. Data terbaru menyebutkan, 240 siswa masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.
Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Efarina Etaham, dan Rumah Sakit Amanda.
Sebelumnya, sejumlah siswa juga mendapat penanganan di Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
Kepala UPT Dinas Pendidikan Sumatera Utara Cabang Kabanjahe, Zulkarnain Barus, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Betul ada peristiwa keracunan di sekolah. Ini saya di lokasi sedang menangani. Untuk jumlah siswa yang keracunan belum dapat disampaikan,” kata Zulkarnain, Kamis (13/8/2026).
Namun, sampai saat ini penyebab pasti para siswa mengalami keluhan kesehatan belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan penanganan dan menunggu hasil pemeriksaan.
Kepala BGN Wilayah Karo, Sumber Sembiring, juga membenarkan adanya insiden di dua sekolah tersebut. Menurutnya, saat ini prioritas utama adalah memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapat pertolongan.
“Kami dapat informasi tadi ada kejadian KLB di SP OG Sempajaya dan sejauh ini tim masih melakukan keselamatan terlebih dahulu,” ujar Sumber.
BGN juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kejadian tersebut.
“Fokus kami penyelamatan korban dulu, baru setelah korban aman baru kami lakukan penyelidikan untuk SPPG yang bersangkutan,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, penyelidikan mengenai penyebab dugaan keracunan belum menjadi langkah pertama.
Petugas lebih dulu memastikan kondisi para siswa aman. Setelah itu, pemeriksaan terhadap SPPG yang menyiapkan makanan MBG akan dilakukan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi bahwa makanan MBG menjadi penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa. Pemeriksaan dan penanganan masih berlangsung. (*)

