Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Cuma Hafal Rumus, Anak Diajak Kenalan dengan Sains Lewat Eksperimen
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Bukan Cuma Hafal Rumus, Anak Diajak Kenalan dengan Sains Lewat Eksperimen

Belajar sains tak harus selalu lewat buku dan rumus. Melalui kegiatan STEAM Adventure, anak-anak diajak mengenal sains dan teknologi lewat eksperimen, permainan, serta aktivitas kreatif yang seru dan dekat dengan kehidupan sehari-hari

T. Budianto
Last updated: Agustus 11, 2026 7:29 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KETERAMPILAN DIGITAL: Sejumlah siswa mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis teknologi dengan menggunakan laptop di ruang kelas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan keterampilan digital kepada siswa melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, KUDUS– Sains tak harus selalu identik dengan buku tebal, rumus, atau duduk manis di dalam kelas. Anak-anak justru bisa mengenal ilmu pengetahuan lewat bermain, bereksperimen, dan mencoba hal-hal sederhana yang ada di sekitar mereka.

Konsep tersebut diusung SD Widya Kirana berkolaborasi dengan KB Firdaus melalui kegiatan STEAM Adventure yang dijadwalkan berlangsung di Hypermart Extension Mall Kudus, 29 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00-21.00 WIB itu mengajak anak dan keluarga mengenal konsep Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) melalui berbagai aktivitas eksploratif.

Penanggung jawab kegiatan, Priskilla, SPd, mengatakan, pengenalan sains sejak usia dini bukan sekadar membuat anak memahami teori. Yang lebih penting adalah menumbuhkan rasa ingin tahu dan membangun kebiasaan berpikir melalui pengalaman langsung.

“Anak-anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Dari rasa ingin tahu itu kita ingin mengarahkan mereka untuk berani bertanya, mencoba, mengamati, dan menemukan jawaban melalui pengalaman mereka sendiri,” ujar Priskilla.

Baca juga: Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan

Menurutnya, pembelajaran sains akan lebih mudah diterima anak ketika dikemas sesuai karakter dan tahap perkembangannya. Karena itu, dalam STEAM Adventure anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi diajak terlibat langsung dalam proses menemukan sesuatu.

Sejumlah aktivitas yang disiapkan antara lain eksplorasi benda melalui mystery box, eksperimen warna, pengenalan listrik statis, membangun menara menggunakan permainan konstruksi, hingga pengenalan coding melalui permainan.

“Yang ingin kami tanamkan bukan sekadar anak tahu bahwa ini namanya listrik, ini namanya coding atau ini merupakan sebuah eksperimen. Lebih jauh, kami ingin mereka memiliki kebiasaan untuk mengamati, berpikir, mencoba dan tidak takut ketika menemukan sesuatu yang belum mereka pahami,” katanya.

Kembangkan Kreativitas

Pendekatan STEAM juga memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama. Ketika bermain dan bereksperimen, anak belajar bahwa satu persoalan tidak selalu memiliki satu jawaban atau satu cara untuk menyelesaikannya.

Menurut Priskilla, kemampuan tersebut penting sebagai bekal anak menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan yang semakin cepat.

“Anak-anak adalah generasi yang akan menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan yang sangat cepat. Karena itu, sejak kecil mereka perlu dibiasakan memiliki rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan bekerja sama,” jelasnya.

Baca juga: Wagub: Vokasi Jangan Nunggu SMK, Mulai Saja dari SMP

Meski membawa konsep sains dan teknologi, kegiatan tersebut tidak diarahkan untuk mengejar kemampuan akademis anak secara dini. Sebaliknya, proses belajar dibuat agar anak merasa sains merupakan sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin anak mengenal sains bukan sebagai sesuatu yang sulit atau menakutkan. Sains bisa dimulai dari pertanyaan sederhana, dari bermain, dari melihat sesuatu yang terjadi di sekitar mereka, kemudian mencoba mencari tahu mengapa hal itu bisa terjadi,” tutur Priskilla.

Melalui pendekatan tersebut, STEAM Adventure diharapkan menjadi ruang bagi anak untuk membangun fondasi belajar sejak usia dini. Bukan hanya pengetahuan, tetapi juga sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, keberanian bereksperimen, kemampuan mengamati, berpikir kritis, dan kemauan untuk terus mencari tahu.

Kegiatan yang menggabungkan eksperimen dan pertunjukan sains tersebut juga diharapkan menjadi pengalaman belajar bersama bagi anak dan keluarga.

Dengan begitu, mengenalkan sains kepada anak tidak berhenti ketika acara selesai. Orang tua dan lingkungan pendidikan diharapkan bisa melanjutkannya melalui hal-hal sederhana di rumah.

Sebab, kalau anak sejak kecil sudah menganggap sains itu seru, mungkin nanti ketika bertemu rumus dan teknologi yang lebih rumit mereka tidak langsung bilang, “Ini susah.” Setidaknya, rasa penasarannya sudah keburu menang. (tebe)

You Might Also Like

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

Saat Kata Menari, Anak Muda Banyumas Bangun Semangat Literasi

Jangan Sampai Bisnis Cuma Modal “Yang Penting Laku”

Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan

Pendaftaran SMA Unggul Garuda Diperpanjang, Seminggu Lagi

TAGGED:kb firdaussd widya kiranasteam adventure
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul) Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen
Next Article GEMPA - Ilustrasi gempa bumi tektonik. 132 Orang Tewas Jadi Korban, Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RS BARU--Bangunan RS Unwahas MAS sudah berdiri di dekat Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. (ist)

Unwahas Bangun Rumah Sakit Dekat MAJT, Target Selesai 2027

Ipemi Jateng Buka Jalan UMKM ke Eropa

GEMPA - Ilustrasi gempa bumi tektonik.

132 Orang Tewas Jadi Korban, Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia

Bukan Cuma Hafal Rumus, Anak Diajak Kenalan dengan Sains Lewat Eksperimen

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tim Sar Sidoarjo sedang mengevakuasi reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Jawa Timur yang ambruk. dari 42 ribu pesantren se_indonesia, hanya 51 pesantren yang bangunannya memiliki ijin atau legal. Foto: dok/PemkabSidoarjo
Pendidikan

42 Ribu Pesantren, Cuma 51 yang Legal. Serius Nih?

Oktober 8, 2025
Pendidikan

Dua Bulan Nunggak, Honorer Sekolah Jabar Kena Imbas Aturan Baru

April 22, 2026
Pendidikan

Gaji Guru Rp5 Juta Mengemuka, DPR Buka Harapan

Juni 24, 2026
Pendidikan

Kayu Sisa Disulap Jadi Barang Keren, Siswa Ikut Bangga

April 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Cuma Hafal Rumus, Anak Diajak Kenalan dengan Sains Lewat Eksperimen
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?