BACAAJA, SURAKARTA– Siapa bilang belajar bisnis harus menunggu punya modal besar atau menunggu lulus sekolah? Bagi siswa SMP Negeri 22 Surakarta, belajar menjadi calon entrepreneur justru dimulai dari hal sederhana: berani punya ide, melihat peluang, dan tidak takut mencoba.
Semangat itu dibawa Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 20 Universitas Diponegoro (Undip) saat menggelar edukasi bertajuk “Mengenal Dunia Wirausaha Sejak Dini” di SMP Negeri 22 Surakarta, belum lama ini.
Kegiatan tersebut menyasar para siswa sebagai generasi muda yang dinilai perlu memiliki wawasan kewirausahaan sejak bangku sekolah. Bukan untuk membuat mereka buru-buru membuka toko atau berjualan, melainkan membangun pola pikir agar lebih kreatif, mandiri, dan terbiasa melihat peluang di tengah perubahan dunia kerja.
Lewat pendekatan yang ringan dan interaktif, mahasiswa KKN-T mengajak siswa memahami bahwa kewirausahaan bukan sekadar perkara membeli barang kemudian menjualnya kembali.
Lebih jauh, dunia wirausaha juga berkaitan dengan kemampuan membaca kebutuhan, menemukan solusi, berpikir kreatif, mengambil keputusan, hingga berani mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan.
Baca juga: 671 Mahasiswa KKN Unwahas Diterjunkan ke Kendal, Siap Bantu Warga
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN-T IDBU 20 Undip, Agung Budiatmo, SSos, MM, mengatakan, pengenalan kewirausahaan sejak dini penting untuk membentuk pola pikir siswa agar lebih kreatif dan mandiri.
“Pendidikan kewirausahaan sejak dini bukan berarti anak-anak harus langsung menjadi pengusaha. Yang lebih penting adalah membangun pola pikirnya, bagaimana mereka melihat peluang, berani mencoba, mampu memecahkan masalah, dan tidak takut gagal ketika menemukan sesuatu yang baru,” ujar Agung.
Menurutnya, pengalaman mengenal kewirausahaan sejak sekolah juga dapat menjadi bekal siswa menghadapi dunia kerja yang terus berubah. “Anak-anak perlu dibiasakan memiliki kreativitas dan kemandirian. Dunia mereka nantinya tentu berbeda dengan kondisi sekarang, sehingga kemampuan beradaptasi dan menciptakan peluang menjadi bekal yang penting,” lanjutnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Uswatun Khasanah, perwakilan SMP Negeri 22 Surakarta. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai dapat membuka wawasan siswa mengenai dunia kewirausahaan.
Menurutnya, edukasi semacam ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenali berbagai kemungkinan yang bisa mereka kembangkan pada masa depan.
Eksplorasi Minat
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai materi di kelas, tetapi mampu memotivasi siswa untuk mengeksplorasi minat dan potensi masing-masing.
Sambutan kemudian dilanjutkan Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN-T IDBU 20 yang memperkenalkan rangkaian program kerja mahasiswa selama menjalankan KKN. Mahasiswa juga menyampaikan komitmennya untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di lingkungan SMP Negeri 22 Surakarta.
Memasuki sesi utama, siswa diajak mengenal dasar-dasar kewirausahaan melalui materi yang disampaikan secara komunikatif. Materi mencakup pengertian wirausaha, karakteristik seorang wirausahawan, contoh usaha yang dapat dirintis anak muda, hingga pentingnya memiliki pola pikir kreatif, disiplin, berani mengambil keputusan, dan tidak mudah menyerah.
Suasana kelas pun berlangsung cukup hidup. Para siswa terlihat antusias mengikuti materi, mencatat hal-hal penting, hingga menjawab berbagai pertanyaan pemantik dari mahasiswa.
Baca juga: Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep
Namun, sesi paling menarik justru datang setelah materi selesai. Mahasiswa KKN-T memberikan tantangan sederhana melalui post-test interaktif. Setiap siswa diminta menuliskan jenis usaha yang ingin mereka rintis di masa depan sekaligus alasan memilih usaha tersebut.
Tugas itu bukan sekadar untuk menguji apakah siswa hafal definisi wirausaha. Mereka diajak mulai berpikir tentang apa yang dibutuhkan masyarakat, apa yang mereka sukai, dan bagaimana sebuah minat bisa dikembangkan menjadi gagasan usaha.
Kegiatan ditutup dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Tim KKN-T IDBU 20 Undip berharap edukasi tersebut menjadi langkah awal bagi siswa untuk lebih berani bermimpi, berkreasi, dan melihat peluang di sekitar mereka.
Sebab, menjadi pengusaha mungkin bukan cita-cita semua siswa. Tapi kalau sejak SMP saja sudah takut mencoba, nanti ketika dewasa bisa-bisa kalah start sama ide bisnis yang bahkan belum sempat diwujudkan. (tebe)

