Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Luthfi: Mahasiswa Jangan Cuma Jago Kritik, Paham Masalah, Bikin Konsep, Kawal Sampai Beres!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Luthfi: Mahasiswa Jangan Cuma Jago Kritik, Paham Masalah, Bikin Konsep, Kawal Sampai Beres!

Kritik pemerintah itu penting. Tapi menurut Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mahasiswa jangan berhenti di spanduk, mikrofon, atau unggahan media sosial. Kalau mau mengubah keadaan, kritik harus punya data, konsep yang jelas, lalu dikawal sampai ada hasilnya.

T. Budianto
Last updated: Agustus 10, 2026 4:02 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KONFERCAB PMII: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menghadiri Konfercab XXXII Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, KUDUS- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta aktivis mahasiswa tetap kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan. Namun, ia juga mengingatkan agar kritik tidak sekadar ramai saat disampaikan, lalu hilang begitu saja setelah aksi bubar.

Pesan itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XXXII Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Luthfi, mahasiswa punya energi besar dan posisi strategis sebagai agen perubahan. Energi tersebut harus diarahkan untuk hal-hal konstruktif. “Mahasiswa mempunyai energi lebih. Energi itu harus digunakan untuk hal-hal yang konstruktif,” katanya.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa memahami dulu persoalan yang hendak dikritik. Jangan sampai semangat menyampaikan aspirasi justru tidak dibarengi data dan pemahaman yang cukup.

Baca juga: PMII Semarang Turun Jalan Soroti MBG, Isyaratkan Gelombang Demo Belum Selesai

Menurutnya, kritik yang baik harus punya konsep dan disampaikan dengan komunikasi publik yang tepat. Dengan begitu, pesan yang dibawa bisa dipahami dan tidak melebar ke mana-mana.

“Di situ ada komunikasi publik yang harus disampaikan oleh rekan-rekan, oleh sahabat-sahabat mahasiswa, agar pesannya sampai,” tegasnya. Luthfi juga mengingatkan mahasiswa mengenai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara. Namun, hak tersebut tetap harus dijalankan dengan tanggung jawab dan tidak mengabaikan hak masyarakat lainnya.

Yang tak kalah penting, kata Luthfi, aspirasi yang sudah disampaikan harus terus dikawal. Artinya, mahasiswa jangan hanya sibuk menyampaikan kritik, tetapi juga memastikan ada tindak lanjut dari persoalan yang mereka suarakan.

Jaga Kondusivitas

Di sisi lain, ia meminta mahasiswa tetap menjaga kondusivitas Jateng. Menurutnya, keamanan dan kepastian hukum juga menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor.

“Jateng tetap aman. Saya jamin, tidak pernah ada konflik komunal horizontal di Jateng. Provinsi ini punya tepa selira, tenggang rasa antarmasyarakat kita,” ujarnya.

Luthfi pun mendorong kader PMII membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur Forkopimda. Menurutnya, ruang dialog tersebut bisa menjadi jalan untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat tanpa harus selalu berhadap-hadapan.

Ketua PC PMII Kabupaten Kudus, Medan Wijaya, menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Luthfi-Taj Yasin. Apalagi, Ahmad Luthfi merupakan bagian dari keluarga besar PMII dan tercatat sebagai alumni PMII IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Baca juga: Harlah ke-66 PMII, Fathan Subkhi Dorong Kader di Jateng Ambil Peran Nyata

“Kami menyadari bahwa Pak Gubernur bukan orang lain, tetapi bagian dari keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” katanya. Konfercab tersebut diikuti sekitar 230 anggota dan kader PMII dari tingkat rayon, komisariat, hingga cabang. Selain menjadi ajang regenerasi kepengurusan, forum itu juga membahas berbagai isu strategis terkait kaderisasi, organisasi, dan kelembagaan.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris juga membuka pintu bagi kritik dari kader PMII. Ia justru meminta mahasiswa tak sungkan menyampaikan masukan maupun ide. “Ingatkan, beri masukan, beri ide-ide dan inovasi-inovasi,” katanya.

Jadi, pesan Luthfi sebenarnya cukup simpel: kritik boleh pedas, asal jangan kosong. Sebab pemerintah nggak butuh mahasiswa yang cuma bisa bikin suara kencang, tapi juga butuh yang tahu masalahnya apa, punya solusi, dan mau mengawal sampai selesai. Kalau cuma teriak lalu pulang, itu namanya bukan mengawal perubahan, itu cuma memastikan tenggorokan tetap sehat. (tebe)

You Might Also Like

Cari Bunglon, Dua Anak jadi Korban Ledakan

Dokter Banyak, Tapi Belum Merata, Puskesmas Jateng Masih Ketimpangan

Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan

Pawai Ogoh-Ogoh: Semarang Nggak Cuma Ramai, Tapi Juga “Rukun Level Dewa”

Pendaftaran SMA Unggul Garuda Diperpanjang, Seminggu Lagi

TAGGED:mahasiswapemprov jatengpmii
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Drag Fest Jadi “Panggung” Adu Kencang
Next Article PDIP Targetkan Lima Kursi di Kecamatan Pedurungan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

NYARIS BENTROK--Massa pro versus kontra Sudewo berhadap-hadapan di dekat pengadilan, Senin (10/8/2026). (bae)

Memanas! Massa Pro-Kontra Sudewo Berhadapan di Pengadilan Tipikor Semarang

HUT ke-81 RI di Lapas Purwodadi: Ada Darah yang Dibagi dan Lingkungan yang Dibersihkan

KELUARGA - Ilustrasi keluarga yang merawat anak sekaligus orang tua (lansia). (ist)

Pemerintah Siapkan Skema Bantuan Khusus untuk Keluarga yang Rawat Anak dan Lansia

Siswa SDN 1 Banjarejo Buat Totebag Jadi Karya Ecoprint

PADATI PENGADILAN - Massa pendukung dan kontra Bupati Pati nonaktif Sudewo, sama-sama memadati Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (10/8/2026). Potensi bentrokan antarmassa patut diwaspadai. (bae)

Sidang Sudewo Potensi Bentrok, Massa Pro dan Kotra Sama-sama Padati Pengadilan Tipikor Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Catur Cina Nggak Main-main: Kudus Jadi Arena, Anak-anak Jadi Jagoan

Januari 27, 2026
Hukum

Hukuman Diperberat, Andhi Pusing Mikir Cara Balikin Rp152 Miliar Duit Korupsi ke Pemda Cilacap

April 16, 2026
Info

Taj Yasin: Media Bukan Cuma Cari Berita, Tapi Ikut Naikin Demokrasi Jateng

Mei 22, 2026
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim kritik banjirnya barang impor dari China. Foto: dok.
Ekonomi

Selamat Datang di Republik Impornesia: Negeri Seribu Produk China!

Agustus 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Luthfi: Mahasiswa Jangan Cuma Jago Kritik, Paham Masalah, Bikin Konsep, Kawal Sampai Beres!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?