BACAAJA, JAKARTA – Ini mau sekolah atau belajar jadi kartel? Hampir seribu –tepatnya 995– senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan di sekolah swasta di Jakarta Selatan (Jaksel).
Selain 995 senjata api, di ruangan itu juga ditemukan narkoba jenis sabu-sabu dan ganjar. Yang bikin geleng-geleng, juga ada kepingan VCD porno dan kotak hitam.
Sekolah swasta yang mencengangkan itu berlokasi di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Bacaaja: Bawa Senjata Api ke Sekolah, Tembak Sana-sini Banyak Korban Tumbang Berjatuhan
Bacaaja: Terkuak, Senjata Laras Panjang Ditemukan Usai Ledakan di SMA 72
995 senjata api yang ditemukan bermacam jenisnya. Ada air gun, satu pucuk shotgun kaliber 12/70, hingga berbagai aksesori senjata.
Temuan itu bermula saat pihak yayasan membuka sebuah ruangan yang rencananya akan dipakai untuk kebutuhan sekolah.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan awalnya mereka sama sekali tidak menyangka isi ruangan tersebut.
“Begitu dibuka untuk kepentingan sekolah, ternyata kami menemukan peralatan yang disebut senjata. Air gun yang bisa membunuh karena larasnya polos,” ujarnya.
Tak berhenti di situ. Beberapa pekan kemudian, pihak sekolah kembali membuka ruangan lain dengan pendampingan polisi.
Alasannya sederhana, mereka khawatir masih ada barang-barang berbahaya yang tersimpan.
Dugaan itu ternyata benar. Di ruangan kedua, polisi kembali menemukan laras senjata kaliber 5,56 mm, pistol kaliber 9 mm dan 40, magazine Glock berkapasitas 30 peluru, magazine M4, senjata jenis Walther, hingga senjata kaliber .22.
Yang lebih mengejutkan, ditemukan pula alat pembuat peluru yang diduga ilegal.
“Kenapa di lingkungan sekolah ada alat pembuat peluru seperti ini? Ini yang membuat kami heran,” kata Untung.
Bukan cuma senjata. Saat penggeledahan berlangsung, polisi juga menemukan narkotika dan sekitar 25 keping VCD porno di ruangan tersebut.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada kepolisian. Tim Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Polda Metro Jaya kemudian turun untuk memastikan jenis senjata yang ditemukan.
Menurut Untung, dari hasil pemeriksaan diketahui sebagian senjata memiliki laras beralur yang menunjukkan kategori senjata api.
“Kalau sudah ada alurnya, itu senjata api. Produksi atau penyimpanannya jelas tidak boleh dilakukan sembarangan,” ujarnya.
Ruang kepala yayasan

Sebelumnya, kuasa hukum pihak sekolah Hermawanto mengungkapkan hampir 1.000 pucuk senjata itu pertama kali ditemukan pada 10 Juli 2026 saat ruangan kepala yayasan dibuka dengan pendampingan polisi.
Selain senjata, di lokasi juga ditemukan amunisi dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki asal-usul seluruh barang tersebut.
Pihak sekolah juga mengungkapkan masih ada beberapa ruangan lain yang belum berhasil dibuka. Bahkan, ada ruangan yang disebut menyerupai bunker.
Mereka berharap polisi segera membuka seluruh ruangan agar tidak ada lagi temuan mengejutkan di lingkungan sekolah.
Polisi lakukan penyelidikan
Sementara itu, polisi masih mendalami asal-usul ratusan senjata tersebut. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengatakan penyelidikan sudah dimulai sejak senjata pertama ditemukan saat pembukaan ruangan.
Menurutnya, saat proses pendampingan pembukaan pintu, polisi langsung membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penyelidikan.
Laporan Model A merupakan laporan yang dibuat langsung oleh anggota kepolisian setelah menemukan dugaan tindak pidana, tanpa harus menunggu adanya laporan dari masyarakat.
“Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A sesaat setelah ditemukannya kejadian tersebut. Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan,” kata Joko.
Polisi kini masih menelusuri kepemilikan seluruh senjata, amunisi, hingga berbagai barang lain yang ditemukan di dalam ruangan sekolah tersebut. Sementara itu, beberapa ruangan yang masih terkunci juga akan dibuka secara bertahap dengan pengamanan dari kepolisian untuk memastikan tidak ada lagi temuan serupa. (*)

