Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Investor Australia Siapkan Investasi 350 Juta Dollar AS di Batang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Investor Australia Siapkan Investasi 350 Juta Dollar AS di Batang

Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik ditargetkan mulai dibangun pada 2027 di KEK Industropolis Bateng, serap 1.000 pekerja saat konstruksi dan prioritaskan tenaga kerja lokal.

T. Budianto
Last updated: Agustus 3, 2026 9:11 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BERTEMU INVESTOR: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menerima Chairman PBT, Stephen Wilmot, di Semarang, Senin (3/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Jateng kembali menunjukkan daya tariknya sebagai tujuan investasi asing. Perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), memastikan akan menanamkan investasi sekitar 350 juta dollar AS di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang untuk membangun pabrik bahan prekursor katoda aktif (precursor cathode active material/PCAM), salah satu komponen penting industri baterai kendaraan listrik.

Komitmen investasi tersebut disampaikan Chairman PBT, Stephen Wilmot, saat bertemu Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (3/8/2026). Saat ini perusahaan tengah menyelesaikan tahap rekayasa (engineering) sebagai persiapan pembangunan fasilitas produksi yang ditargetkan dimulai pada 2027.

“Kami berharap dapat mulai melakukan pembangunan tahun depan,” ujar Wilmot. Pada masa konstruksi, proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja. Setelah beroperasi, pabrik membutuhkan sekitar 200 pekerja tetap, belum termasuk tenaga kerja di sektor pendukung seperti logistik, transportasi, dan distribusi.

Baca juga: Investasi Jateng Ngebut Tembus Rp48,54 Triliun

Menurut Wilmot, PBT berkomitmen mengutamakan tenaga kerja lokal. Perusahaan juga akan menyiapkan program pendidikan dan pelatihan agar masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri baterai. “Kami tidak ingin mendatangkan tenaga kerja dari negara lain. Kami ingin melatih masyarakat lokal agar dapat bekerja di pabrik kami,” katanya.

Ia menjelaskan, proyek di Batang merupakan investasi terbesar yang pernah dilakukan PBT. Kapasitas fasilitas tersebut diperkirakan lebih dari empat kali lipat dibandingkan pabrik pemurnian yang dimiliki perusahaan di Jerman.

Jika telah beroperasi penuh, pabrik diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga 900 juta dollar AS per tahun, bergantung pada perkembangan harga nikel dunia.

PBT berencana memanfaatkan bahan baku nikel dari Indonesia untuk membangun rantai pasok industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi, mulai dari produksi material baterai hingga pengelolaan limbah melalui proses daur ulang.

Rantai Industri

Material yang diproduksi nantinya dapat digunakan untuk baterai kendaraan listrik, bus, hingga sistem penyimpanan energi pada jaringan kelistrikan. “Kami ingin membangun seluruh rantai nilai kendaraan listrik, termasuk mendaur ulang baterai yang sudah habis masa pakainya agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan,” ujar Wilmot.

Ia mengungkapkan, perusahaan sebenarnya memiliki opsi membangun pabrik di dekat kawasan tambang nikel. Namun, Jateng dipilih karena dinilai memiliki lokasi strategis, ketersediaan sumber daya manusia, serta prospek kuat sebagai pusat industri manufaktur.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyambut positif investasi tersebut karena dinilai sejalan dengan pengembangan industri hijau dan energi terbarukan di provinsi ini.

Ia berharap produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan ekspor, tetapi juga memasok kebutuhan industri dalam negeri, termasuk mendukung pengembangan kendaraan listrik dan energi bersih di Jateng.

Baca juga: DPR Ingatkan KEK Batang Soal Ekologi dan Tuntutan Kerja Adil Buat Semua

“Kalau bisa, pemanfaatannya tidak hanya untuk ekspor, tetapi juga memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga mampu menggerakkan industri nasional,” kata Luthfi.

Menurutnya, Jateng memiliki potensi pasar yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 38 juta jiwa di 35 kabupaten/kota. Pemprov juga terus mendorong pemanfaatan panel surya pada gedung pemerintahan, kawasan waduk, hingga pengembangan transportasi umum berbasis kendaraan listrik.

Investasi PBT di Batang diharapkan semakin memperkuat posisi Jateng sebagai salah satu tujuan utama investasi industri manufaktur dan kendaraan listrik di Indonesia. (tebe)

You Might Also Like

Jalin Kemitraan dengan Sekolah Swasta, Pemprov Buka SPMB Tahap II

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur

Menhaj Gus Irfan: Calhaj Wajib Sehat, Gak Lolos Tes Kesehatan Bisa Dipulangkan

Bupati Kena OTT, Gubernur: Layanan Publik Harus Tetap Jalan

Jateng Masih Basah Sampai Tengah Februari

TAGGED:ahmad luthfiheadlineinvestasi jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemprov Jateng Luncurkan PAUD Emas, Cegah Bullying Sejak Usia Dini
Next Article Nunggak Sewa Rusun, 62 Penghuni Dipanggil Satpol PP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAPA LEBIH DEKAT - Dewan Komisaris PLN Icon Plus, Saifullah Mashum, bertemu dan berdialog langsung dengan insan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah.

Sapa Lebih Dekat: Komisaris Dengarkan Aspirasi Insan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah

KASUS TPPU--Tim jaksa penuntut umum (sisi kiri) mengikuti sidang kasus TPPU dengan terdakwa Gus Yazid (kemeja hijau), di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Jaksa Tak Terima Gus Yazid Dihukum Ringan Setahun Bui, Nyatakan Banding

Siswa SLB Blitar Pingsan, Diduga Tahan Sakit Keracunan MBG

Influenza A Naik, Begini Bedanya dengan Covid-19

Ilustrasi judi online (judol).

Bansos Dicoret Gegara Judol, Dinsos DIY Buka Sanggahan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Info

Underinvoicing, Hobi Oknum Bea Cukai Bikin Purbaya Muntab hingga Ancam Pembekuan

November 30, 2025
Pendidikan

SMANKO, Cetak Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Rapor

Juni 7, 2026
Berbagai macam dagangan tertata rapi di sebuah toko kelontong di Kota Semarang, Senin (6/4/2026). Harga plastik naik drastis membuat pedagang kecil kelimpungan. (dul)
Info

Harga Plastik Naik hingga 50 Persen, Pedagang Kecil di Semarang Kelimpungan

April 7, 2026
Daerah

DPR RI Acungi Jempol Penanganan Bencana di Jateng

Januari 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Investor Australia Siapkan Investasi 350 Juta Dollar AS di Batang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?