Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Fahri Dorong Sidang Etik Khusus Pejabat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Fahri Dorong Sidang Etik Khusus Pejabat

Nugroho P.
Last updated: Agustus 1, 2026 8:39 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Fahri Hamzah.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Korupsi dinilai tak cukup diberantas hanya lewat jalur pidana. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, mengusulkan agar Indonesia memiliki peradilan etika khusus untuk menangani pejabat yang diduga melakukan pelanggaran etik.

Menurut Fahri, mekanisme tersebut bisa menjadi pintu awal untuk membersihkan birokrasi sebelum pelanggaran berkembang menjadi kasus korupsi yang merugikan negara.

Usulan itu disampaikan dalam acara Kajian Pengembangan Wawasan bertajuk Membedah Anatomi Korupsi di Indonesia, yang digelar Sabtu (1/8/2026).

Fahri menilai Indonesia selama ini sudah memiliki sistem peradilan hukum yang cukup lengkap. Namun, belum ada lembaga yang secara khusus menangani pelanggaran etika pejabat secara menyeluruh.

Akibatnya, berbagai persoalan yang berkaitan dengan konflik kepentingan maupun penyimpangan perilaku pejabat sering kali harus menunggu proses hukum yang panjang.

Padahal, menurut dia, tidak semua pelanggaran etik harus menunggu putusan pidana untuk bisa diberi sanksi.

Fahri mengusulkan agar peradilan etika diberi kewenangan menjatuhkan sanksi administratif secara cepat, mulai dari teguran hingga pemberhentian dari jabatan.

Dengan cara itu, pejabat yang terbukti melanggar etika bisa segera dicopot tanpa harus menunggu seluruh tahapan persidangan pidana selesai.

Ia menilai langkah tersebut akan menjadi instrumen pencegahan yang efektif agar penyalahgunaan wewenang tidak berkembang menjadi tindak pidana korupsi.

“Kalau sejak awal ada konflik kepentingan atau perilaku yang melanggar etika, sebaiknya langsung diproses. Kalau terbukti, diberhentikan sehingga tidak lagi memegang jabatan publik,” ujarnya.

Menurut Fahri, jalur etik jauh lebih sederhana dibanding proses pidana yang bisa memakan waktu bertahun-tahun hingga tingkat banding maupun peninjauan kembali.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan peradilan etika bukan untuk menggantikan pengadilan pidana, melainkan menjadi pelengkap dalam sistem pengawasan pejabat negara.

Dengan begitu, negara memiliki dua jalur pengawasan sekaligus, yakni penegakan hukum untuk tindak pidana dan penegakan etika untuk perilaku pejabat.

Fahri menilai pemberantasan korupsi harus dilakukan dari dua sisi yang saling melengkapi.

Di satu sisi, hukum bertugas menjaga sistem agar tetap berjalan sesuai aturan. Di sisi lain, etika menjadi pagar bagi individu yang memegang amanah sebagai pejabat publik.

Menurutnya, persoalan korupsi bukan semata-mata soal lemahnya aturan, tetapi juga menyangkut integritas orang yang menjalankan kekuasaan.

Karena itu, membangun budaya etika dinilai sama pentingnya dengan memperkuat penegakan hukum.

Fahri mengatakan Partai Gelora akan terus mendorong gagasan pembentukan peradilan etika agar masuk dalam agenda pembenahan tata kelola pemerintahan.

Ia berharap mekanisme tersebut dapat menjadi langkah preventif yang membuat pejabat berpikir dua kali sebelum menyalahgunakan jabatan atau terlibat konflik kepentingan.

Dengan adanya peradilan etika, menurut Fahri, upaya memberantas korupsi tidak hanya fokus menghukum pelaku setelah terjadi kejahatan, tetapi juga mencegah penyimpangan sejak dini. (*)

You Might Also Like

KH Sholeh Darat Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Tak Lagi Rata Semua, Duit Dapur MBG Kini Disetel

Arus Mudik Mengalir, GT Pejagan Jadi Favorit Pemudik

Banjir Sumatra Tak Jadi Bencana Nasional, Prabowo Buka Alasannya

TAGGED:fahri hamzahsidang etik pejabat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lulus Diklat, Manajer Kopdes Langsung Turun Lapangan
Next Article Febrie Ardiansyah saat masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Tim 9 Sasar Rumah Febrie, Berkas Penting Ikut Disita

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tukin TNI Naik, Fiskal Negara Dipastikan Tetap Terkendali

Febrie Ardiansyah saat masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Tim 9 Sasar Rumah Febrie, Berkas Penting Ikut Disita

Fahri Dorong Sidang Etik Khusus Pejabat

Lulus Diklat, Manajer Kopdes Langsung Turun Lapangan

URI Baru Jalan, Dasar Hukumnya Mulai Dipertanyakan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Harkitnas 2026, Luthfi Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

Mei 20, 2026
TURNAMEN ESPORT--Pelajar dari berbagai daerah bertanding game Mobile Legends: Bang Bang, di Salatiga, Sabtu (18/7/2026). (ist)
Olahraga

Pelajar Adu Skill Mobile Legends di Campus School Battle 2026 di Salatiga

Juli 18, 2026
Daerah

Agustina: Pelayanan Publik Itu Kayak Tahu Gimbal, Enaknya Kalau Kompak

Oktober 4, 2025
NELAYAN DEMO HARGA SOLAR - Ribuan nelayan di Pati menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Pati, menuntut penurunan harga solar non-subsis, Senin (4/5/2026).
Info

Ribuan Nelayan Pati Demo Turun ke Jalan, Tuntut Harga Solar Turun: Melaut Makin Berat!

Mei 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Fahri Dorong Sidang Etik Khusus Pejabat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?