Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Guru Honorer Jogja: Jangan Lagi MBG Makan Anggaran Sekolah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Guru Honorer Jogja: Jangan Lagi MBG Makan Anggaran Sekolah

Nugroho P.
Last updated: Agustus 2, 2026 8:15 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi guru honorer.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari alokasi wajib pendidikan disambut lega oleh kalangan guru honorer. Mereka berharap dana pendidikan kini benar-benar kembali fokus untuk kebutuhan sekolah dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Salah satu suara datang dari Ardian, guru honorer di sebuah sekolah swasta di Kota Yogyakarta. Menurutnya, putusan MK menjadi angin segar, tetapi manfaatnya baru akan terasa jika benar-benar diterapkan dalam penyusunan anggaran.

Ia mengingatkan pemerintah agar keputusan tersebut tidak berhenti sebatas dokumen hukum, melainkan diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada dunia pendidikan.

Ardian berharap anggaran pendidikan tidak lagi dialihkan untuk membiayai program di luar kebutuhan utama sekolah.

Menurutnya, guru honorer sudah cukup lama menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari penghasilan yang minim hingga beban kerja yang terus bertambah.

Ia mengaku sempat khawatir ketika muncul kabar sebagian anggaran pendidikan digunakan untuk mendukung pelaksanaan MBG.

Kekhawatiran itu muncul karena banyak guru honorer bergantung pada kemampuan anggaran sekolah maupun pemerintah daerah untuk membayar honor dan insentif.

Jika dana pendidikan berkurang, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh guru, terutama mereka yang masih berstatus honorer.

Di sisi lain, Ardian menilai program MBG tetap memiliki tujuan yang baik karena membantu pemenuhan gizi peserta didik.

Namun, menurutnya, pembiayaan program tersebut semestinya tidak mengorbankan sektor pendidikan, apalagi kesejahteraan para guru.

Ia mengatakan guru sering kali ikut terlibat dalam pelaksanaan MBG di sekolah, mulai dari mengawasi hingga membantu distribusi makanan.

Sayangnya, tambahan tugas tersebut belum selalu diikuti dengan tambahan kesejahteraan.

Ardian sendiri telah mengajar selama lima tahun sebagai guru honorer.

Selama itu pula, ia hanya menerima penghasilan sekitar Rp2 juta setiap bulan, jumlah yang menurutnya nyaris setara dengan Upah Minimum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan biaya hidup yang terus meningkat, penghasilan tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, ia berharap pemerintah lebih serius memperhatikan nasib guru honorer, bukan hanya saat menyampaikan janji, tetapi juga dalam penyusunan anggaran.

Menurut Ardian, putusan MK bisa menjadi titik awal untuk membenahi tata kelola anggaran pendidikan agar lebih tepat sasaran.

Dana pendidikan, katanya, seharusnya diprioritaskan untuk kegiatan belajar mengajar, peningkatan kualitas guru, penyediaan fasilitas sekolah, serta kesejahteraan tenaga pendidik.

Ia juga meminta pemerintah memastikan sekolah tidak kehilangan anggaran operasional akibat kebijakan baru yang diterapkan.

Bagi guru honorer, kepastian pendapatan dan dukungan anggaran menjadi hal yang sangat penting agar mereka bisa menjalankan tugas dengan tenang.

Ardian meyakini kualitas pendidikan akan ikut meningkat apabila kesejahteraan guru dan fasilitas sekolah mendapat perhatian yang lebih besar.

Kini, para guru berharap putusan MK benar-benar dijalankan secara konsisten sehingga Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan, tanpa mengurangi hak tenaga pendidik maupun anggaran yang seharusnya digunakan untuk memajukan dunia pendidikan. (*)

You Might Also Like

Agustina Ogah Balikin Jabatan, Eks Bos PDAM Dipaksa Duel Lagi

Dua Ruas Jalan di Blora Diresmikan, Ekonomi Siap Tancap Gas

Mudik Sambil Lihat Laut? Rest Area KEK Batang Ini Bikin Pemudik Betah Berhenti

Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang

Noel Tuding KPK Konten Kreator, “Hukum Mati Saya Kalau Terbukti Korupsi”

TAGGED:anggaran sekolahguru honorerheadlineMBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KPR Perumahan di Jateng Tembus Rp4,96 Triliun, Nomor Satu di Indonesia
Next Article URI Baru Jalan, Dasar Hukumnya Mulai Dipertanyakan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Raffi Ahmad dan Willie Salim berfoto bersama di sela menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Oktober 2026.

Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Musisi hingga UMKM Ramai-ramai Boikot RANS Carnival

Kuliner legendaris Ayam Goreng Suharti.

Sejarah Kuliner Ayam Goreng Suharti: Dipisahkan Perceraian, Disatukan Keturunan

RUMAH MAKAN: Rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti di Krapyak, Kota Semarang. (ist)

Kabar Duka, Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Calon Kades

ILUSTRASI: Kereta api sedang melaju di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

Cara Batalkan Tiket Kereta Api via Aplikasi Tanpa Harus ke Stasium

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

MBG Wajib Sajikan Telur dan Ayam 2 Kali Seminggu, Gus Yasin: Berdayakan Peternak Lokal

Juni 20, 2026
Hukum

Kemenkum Jateng Gas Sinkronisasi Perda dengan UU Ciptaker

Februari 8, 2026
Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini. (bae)
Info

Banyak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pengamat Undip Sorot Lemahnya Pengawasan Internal

Juli 30, 2026
Daerah

DPR RI Acungi Jempol Penanganan Bencana di Jateng

Januari 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Guru Honorer Jogja: Jangan Lagi MBG Makan Anggaran Sekolah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?