BACAAJA, SEMARANG- Memasuki hari keempat hingga kelima pemusatan latihan (training camp/TC), atmosfer di skuad PSIS Semarang mulai terasa berbeda. Intensitas latihan tetap tinggi, tapi permainan para penggawa Mahesa Jenar dinilai makin hidup.
Pelatih Kepala, Widodo Cahyono Putro mengaku puas dengan perkembangan yang ditunjukkan anak asuhnya, terutama setelah menggelar internal game sebagai bagian dari evaluasi menuju kompetisi musim 2026/2027.
Menurut Widodo, peningkatan tidak hanya terlihat dari sisi teknik bermain, tetapi juga agresivitas saat menyerang maupun bertahan. “Kalau saya cukup senang. Ada peningkatan, terutama agresivitas mereka saat menyerang maupun bertahan. Memang masih ada yang perlu diperbaiki, tapi itu wajar dalam proses latihan,” ujarnya.
Bukan cuma soal duel dan taktik, Widodo juga melihat semangat para pemain sedang berada di level yang bagus. Baginya, antusiasme adalah modal utama membangun tim yang kompetitif.
Baca juga: Widodo Buka Jalan Talenta Lokal Masuk PSIS
“Kalau pemain tidak punya antusiasme, percuma. Sekarang saya lihat semangat mereka sangat bagus,” katanya. Hal lain yang bikin pelatih asal Cilacap itu tersenyum adalah komunikasi di lapangan.
Kalau sebelumnya masih ada pemain yang cenderung pasif, kini hampir semua pemain aktif memberi instruksi dan saling mengingatkan saat pertandingan internal berlangsung.
“Bukan cuma main, mereka sekarang berani bicara. Dalam sepak bola modern, komunikasi itu penting untuk membangun organisasi permainan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri,” jelas Widodo.
Lini Depan
Kabar baik lainnya datang dari lini depan. Dalam internal game, kedua tim sama-sama mampu menciptakan banyak peluang dan mengubahnya menjadi gol.
“Yang saya suka, banyak gol tercipta. Artinya penyerang mampu menciptakan peluang sekaligus menyelesaikannya dengan baik. Ini nilai plus buat kami,” ungkapnya.
Widodo berharap atmosfer positif selama pemusatan latihan bisa terus dipertahankan hingga kompetisi resmi bergulir. Ia juga mengapresiasi kehadiran manajemen yang rutin memantau latihan sehingga suasana tim semakin kondusif.
Baca juga: Widodo Siapkan Mahesa Jenar Hadapi Persebaya
Selain menjaga kondisi fisik, pemain juga diminta terus mengingat materi taktikal yang diberikan tim pelatih. Program latihan, kata Widodo, dirancang bertahap sehingga membutuhkan konsistensi seluruh pemain.
Meski intensitas latihan cukup tinggi, Widodo bersyukur seluruh program berjalan lancar berkat dukungan manajemen dan kekompakan staf pelatih. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim kepelatihan, termasuk Hamka Hamzah yang dinilai mampu menciptakan suasana latihan lebih cair tanpa mengurangi disiplin.
“Coach Hamka bisa bikin suasana enjoy, ada humornya. Tapi saat mengatur lini belakang tetap serius,” ujarnya. Widodo juga memuji kontribusi Agam Gaceli serta pelatih kiper Anang yang dinilai menjalankan perannya dengan baik. Dengan kerja sama seluruh tim pelatih, ia optimistis perkembangan pemain akan terus meningkat hingga musim baru dimulai.
Pramusim memang belum menghasilkan tiga poin. Tapi ketika gol mulai rajin lahir, pemain mulai berani saling teriak di lapangan, dan ruang ganti terasa makin kompak, mungkin yang sedang dibangun PSIS bukan sekadar strategi, melainkan keyakinan bahwa musim baru layak disambut dengan harapan baru. (tebe)

