Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Megawati Sentil TIM Kini Borjuis dan Tak Ramah Seniman, Titahkan Pramono: Kembalikan Seperti Dulu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Megawati Sentil TIM Kini Borjuis dan Tak Ramah Seniman, Titahkan Pramono: Kembalikan Seperti Dulu

R. Izra
Last updated: Juli 23, 2026 10:57 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
BUKA PAMERAN - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri membuka pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ dalam memperingati 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli), di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). Megawati merasa TIM sekarang terasa borjuis. Ia meminta Pramono mengembalikan TIM sebagai rumah seniman. (Dok PDIP)
BUKA PAMERAN - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri membuka pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ dalam memperingati 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli), di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). Megawati merasa TIM sekarang terasa borjuis. Ia meminta Pramono mengembalikan TIM sebagai rumah seniman. (Dok PDIP)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Taman Ismail Marzuki (TIM) dulu adalah rumah seniman. Tempat seniman menggelar pentas secara terjangkau.

Namun, kini wajah TIM sudah berubah. TIM bukan lagi ramah seniman, tapi terasa sangat ‘borjuis’.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua Umum PDIP meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengembalikan fungsi Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai rumah bagi para seniman.

Bacaaja: Surat Megawati Tegaskan Posisi Politik PDIP, Seperti Apa?
Bacaaja: PDIP Jateng Mulai Panasin Mesin 2029

Permintaan itu disampaikan Megawati saat membuka pameran sejarah dan arsip foto Meretas Jalan Demokrasi dalam peringatan 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli) di TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Megawati mengaku telah memberi tugas khusus kepada Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno agar mengembalikan fungsi TIM seperti semula.

“Saya memberikan tugas kepada mereka berdua, saya bilang, ‘Itu namanya TIM itu mbok dikembalikan seperti apa adanya’,” kata Megawati.

Menurut Ketua Umum PDI Perjuangan itu, banyak seniman mengeluhkan sulitnya memperoleh ruang untuk menampilkan karya. Padahal, TIM sejak awal dibangun sebagai ruang publik bagi para pelaku seni.

“Sekarang ini kalau seniman mau pentas saja, untuk ruang pentasnya saja sudah membuat pusing kepalanya,” ujarnya.

Megawati kemudian mengenang suasana TIM pada masa lalu yang dinilainya jauh lebih hidup dan dekat dengan masyarakat. Ia mengaku sering menyaksikan pertunjukan teater terbuka yang selalu dipenuhi penonton karena harga tiketnya terjangkau.

“Saya suka nonton teater terbuka. Sangat banyak yang datang karena harganya murah meriah,” kenangnya.

Namun kini, menurut Megawati, suasana TIM sudah berubah drastis. Bahkan ia mengaku enggan lagi datang karena merasa tempat itu tidak lagi ramah bagi masyarakat luas.

“Saya enggak mau pergi ke TIM. Karena sudah menjadi beda, saya boleh bilang, jadi suasananya jadi borjuis,” tegasnya.

Ia menilai perubahan tersebut membuat masyarakat kehilangan akses menikmati pertunjukan seni seperti dulu. Karena itu, Megawati meminta Pramono memastikan TIM kembali menjadi ruang yang terbuka bagi seniman dan masyarakat.

“Awas lo ya, kalau kamu tidak membuat TIM ini menjadi sebuah tempat bagi para seniman yang ingin menampilkan kreasi-kreasi mereka,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Total Empat Kepala Daerah di Jateng Kena OTT Sepanjang Tahun Ini

Rosok di Jalur Masuk Kota Lama Semarang Ditertibkan Satpol PP

Luthfi Ajak Warga Buka Pintu buat Sensus Ekonomi 2026

Pantura Kebanjiran: BBM dan Gas Aman

TAGGED:gubernur dki jakartamegawati seokarnoputripramono anungrumah senimantaman ismail marzukitim
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polda Jateng Musnahkan Narkoba dan Miras Ilegal Senilai Rp 15 Miliar
Next Article MINTA MAAF - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta maaf setelah perkataannya menuai kecaman secara luas. BREAKING NEWS: Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Bekas Jampidsus Febrie

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Heboh PPPK Paruh Waktu Ditaruh di Ormas? BKD Jateng: “Itu Hoaks”

EMAS HIJAU - Petani tembakau di Temanggung merawat tanaman yang sering disebut sebagai 'emas hijau', karena tingginya nilai ekonomisnya.

APTI Kawal Ketat Janji Pemerintah Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

APPSI Yakin Sudaryono Mampu Benahi Program MBG

Mahasiswa Sentil Ketimpangan Fasilitas Madrasah di Jateng

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Terungkap Alasan Sebenarnya Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah: Takut Lumpuh!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DISKUSI - Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025).
Info

Terungkap! Alasan Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala MBG, soal SOP Disorot

Juni 3, 2026
Pengamat politik Undip, M Yulianto.
Politik

Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang

Januari 18, 2026
Pelanggan membeli barang di warung Madura yang ada di seberang Asrama Haji Manyaran, Semarang. (bae)
Info

Kapan Warung Madura Tutup? “Kami Tutup Kalau Kiamat”

Oktober 17, 2025
Ekonomi

Lagi Cari Cara Cek BLT Rp900 Ribu Pakai HP? Nih Ringkasannya

Desember 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Megawati Sentil TIM Kini Borjuis dan Tak Ramah Seniman, Titahkan Pramono: Kembalikan Seperti Dulu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?